BERBAHASA ROH tentunya yang berbahasa adalah rohnya, bukan akal budinya, artinya bahasa roh bukan ditujukan kepada sesama manusia, tetapi untuk Dia yang memberikan Roh itu. Apa artinya bisa berbahasa roh tapi tidak ada yang bisa menafsirkannya untuk tujuan mulia? Kalau berbahasa roh memang bertujuan untuk bercakap-cakap dengan Tuhan, pastilah roh itu memuliakan Tuhan bukan memuliakan manusia. Berbahasa roh kepada Roh untuk untuk memuliakan ROH.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh , tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah , Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
(1 Kor 14:2)
Apalah pentingnya bisa berbahasa roh bila untuk pengajaran tanpa penjelasan yang membangun para Jemaatnya? Apakah ketika bisa mengucapkan bahasa roh yang panjang lagi cepat pasti dianggap dekat dengan Tuhan?
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. (1 Kor 14:19)
Teman saya seorang pendeta yang terkenal banyak ide, tetapi ia juga pelit untuik mengeluarkan idenya. Berkali-kali orang mencari ide, hanya diberikan sedikit demi sedikit. Suatu hari ia berbincang dengan saya, tanpa saya duga ia membuat kejutan. Akan menyelenggarakan festival berbahasa roh. Kedengarannya sederhana, tetapi akan cukup rumit penyelenggaraannya.
"Pak Pendeta, apa itu bukan ide konyol?" tanya saya.
"Lho mengapa konyol?" bantahnya.
"Bukankah bahasa roh selalu sama? Apanya yang menarik kalau di festivalkan?"
"Iya sama menurut yang pernah you dengar dan you lihat, lewat festival nanti siapa tau ada bahasa roh yang lebih mudah atau lebih menarik atau lebih indah?"
"Saya belum tahu maksudmu?"
"Oke deh, kalo belum tahu, jangan tanya sekarang, nanti sajalah lihat pelaksanaannya."
Saya memang tak banyak bertanya lagi, menerima saja. Saya memperkirakan ide konyol tersebut akan gagal. Selain rumit, aneh, sepintas seperti ide gila. Akan tetapi sebagai kawan saya tetap mendoakan. Mengingat kawan satu itu memang terkenal punya banyak ide, dan sering dituduh GELO alias GILA karena gagasannya yang aneh-aneh.
Ternyata usaha teman tersebut terus berjalan. Bahkan ia mendapat dukungan yang cukup besar, dari koleganya sesama pendeta maupun para pengusaha besar. Terbukti festival tersebut diiklankan lewat berbagai media, dari media cetak kristiani, umum maupun media elektronik, juga situs-situs internet, baik situs kritiani maupun facebook. Publikasi tersebut berdampak luar biasa karena siap memberikan hadiah untuk pemenang terbaik 1 milyar! Sementara 10 peserta terbaik/berbakat akan memperoleh tiket pulang pergi berwisata ke wilayah di mana para rasul Kristus yang pertama saat menerima Roh Kudus, untuk NAPAK TILAS atau melihat jejaknya.
Teman pendeta itu menjadi terkenal, banyak di wawancara berbagai media, dari surat kabar, majalah, radio, televisi bahkan internet. Festival ini pun sudah didengar para blogger Komunitas Kristen SABDA Space. Percakapan riuh rendah berlangsung di SHOUTBOX maupun YM , FB dan sarana lainnya. Karena komunitas ini mempunyai blogger-blogger bertalenta sangat menarik dalam berdiskusi tentang bahasa roh, maka banyak yang berusaha untuk mengikuti festival tersebut.
Hiskia22 : "Mari kita ikuti festival itu, kita buktikan siapa yang benar-benar mampu berbahasa roh!"
Kiem : "Oke, saya siap total menghadapi para pesaing, termasuk anda!"
Alvares : "Mari kita buktikan Kiem, siapa yang berbahasa roh yang benar, jangan hanya bernubuat tanpa berbuat yang benar!"
Mujizat : "Persiapkanlah diri kalian, kalau aku sih sudah biasa berbahasa roh, jangan kaget kalau aku masuk 10 besar!"
Pniel : "Padepokan Golgota sudah biasa bercakap-cakap dengan bahasa roh, ikutan ah...!"
Hai Hai : "Ha ha ha ....Masak bahasa roh bunyinya EMBEEEEK....Itu sih bahasa ROH WEDUS!"
Adrina : "WEDUS yo RUPAMU Hai! Bahasa roh jangan dibuat main-main, anda melecehkan Allah namanya!"
Hai Hai : "Ha ha ha....Aku ini ahlinya bahasa ROH ANJING, mana bisa menang, WEDUS melawan ANJING? Paling cuma bisa mengembik, EMBEEEK-EMBEEEEK....!"
Pniel : "Kita buktikan saja nanti di festival bahasa roh, bahasa siapa yang terbukti sesuai dengan Firman Allah Hai. Ingat, jangan cuma bisa lari TERKAING-KAING kayak ANJING PENGECUT kamu!"
Vantilian : "Pniel ikut festival, aku juga ikutan ah....Akan kubuat bahasa roh GOBLOKmu masuk ke tong sampah ha ha ha....!"
Dan masih banyak lagi para blogger SS yang siap-siap angkat koper berangkat ikutan festival akbar berbahasa roh itu. Bahkan ada blogger yang serius berat untuk ikut, tapi karena belum pernah berbahasa roh, maka dia berangkat ke tempat KURSUS BAHASA.
Petugas : "Nona mau belajar bahasa apa? Bahasa Inggris? Bahasa Mandarin? Bahasa Jepang? Bahasa Jerman?"
Joli : "Bahasa roh saja pak!"
Petugas : (Grobyak) Terjatuh dari kursinya!
Sementara ada Smile Sembiring yang tekun berlatih berbahasa roh dengan bimbingan seorang pendeta juga, dengarkanlah bahasa rohnya.
"Rabarabaraba ...kurabarabarabaraba.....kurabasakunya....sakunya kurabaraba.....nggakpunyasaku ya kurabaraba dalamnya...pokoknya dirabarabaraba saja.....ya rabarabaraba meraba memang asyik......."
Ketika hari "H" mulai dekat, saya bertemu dengan pendeta itu. Ia nampak tenang-tenang saja.
"Bagaimana pak pendeta persiapannya? Sebagai teman saya terus mengikuti perkembangannya. Sebagai anggota masyarakat saya ingin menikmati rencana besar tersebut,"
Pendeta itu senyum-senyum saja mendengar ucapanku.
"Apakah you tak minat bantu saya sebagai panitia?" Tanyanya.
"Saya hanya ingin jadi penikmat saja, saya kawatir kehadiran saya bisa merusak persiapan."
"Ah, jangan begitu, bukankah selama ini you sering membantuku?"
"Ya, tapi untuk proyek satu ini saya tak berani menganggu persiapanmu."
"Baiklah kalau you tak mau."
"Saya hanya bisa mendoakan saja, semoga festival berbahasa roh ini berlangsung lancar tanpa ada gangguan dari roh-roh jahat."
"Terima kasih!" Jawab teman tersebut seraya membisikan bahwa salah satu jurinya adalah seorang teolog yang bernama RC SEMPRUL, teolog luar negeri keturunan Jawa juga seorang pengamat bahasa roh andal, dari ROH KUDUS, ROH WEDUS, ROH HALUS sampai ROH BULUS!
"Bagus teman, aku tunggu pelaksanaan itu tiba!" Kataku sambil menepuk pundaknya.
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

