Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Hidup Dalam Takut Akan Tuhan

Adrianus Pasasa's picture

Judul : Hiduplah Dalam Takut akan Tuhan
Nats : Yosua 14:1-15
Tujuan : supaya pendengan menyadari bahwa hidup takut akan Tuhan merupakan hal yang sangat penting di dalam mengikut Tuhan.

Pendahuluan
Pada umumnya orang tua yang bijak, ketika sudah merasa umurnya sudah memasuki masa-masa usur, ia akan mengumpulkan anak-anaknya untuk membicarakan pembagian warisan entah itu berupa tanah, emas ataupun benda-benda bergerak lainnya. Demikian juga dengan bangsa Israel setelah mereka berperang dan menaklukkan tanah Kanaan, Yosua dan imam Eliazar membagikan tanah pusaka masing-masing kepada 12 suku Israel. Dikatakan bahwa 2 setengah suku telah mendapat bagian di seberang sungai Yordan, dan sembilan setengan akan mendapat pembagian tanah pusaka di Kanaan.

Saudaraku, saya jadi teringat pesan orang tua, kata orangtua saya,“anakku, saya tidak punya harta, emas, uang, yang dapat saya berikan kepada kalian“, tetapi satu pesan saya tetaplah miliki sikap takut akan Tuhan. Inilah harta yang dapat saya berikan kepada kalian, sebab harta ini tidak akan pernah habis, sampai kalian meninggalkan dunia ini.

Penguraian:
Saudaraku, Firman Tuhan pagi ini mengajak kita kembali melihat sikap seorang hamba Tuhan yaitu Kaleb di dalam menjalani kehidupannya. Kaleb berasal dari suku Yehuda, dia datang menghadap Yosua di Gilgal. Kaleb menemui Yosua untuk mengingatkan kembali apa yang Tuhan firmankan tentang dirinya dan Yosua lewat hambaNya Musa di Kades Barnea. Kalau kita melihat ke belakang waktu Musa mengutus 12 orang untuk mengintai tanah Kanaan, termasuk di dalamnya Yosua dan Kaleb. Setelah mereka kembali dari mengintai daerah itu, Kaleb dan Yosua kembali membawa kabar yang sejujur-jujurnya. Sedangkan saudara-saudara pengintai yang lain membawa kabar yang membuat tawar hati bangsa itu. Saudaraku, mengapa Kaleb bisa berkata sejujur-jujurnya sedangkan saudara yang sama-sama dengan mereka tidak menyampaikan yang benar, bahkan kabar yang mereka bawa membuat bangsa Israel gusar. Kaleb adalah sebuah contoh yang mencolok dari seorang percaya yang saleh. Sebab ia hidup dalam takut akan Tuhan. Bagi Keleb sekalipun saudara-saudara yang bersama-sama dengan dia membuat tawar hati bangsa Israel, tetapi Kaleb tetap mengikut Tuhan dengan sepenuh hati (ayat 8). Saudaraku orang yang takut akan Tuhan, akan memiliki karakter sebagai berikut:

Jujur
Orang yang takut akan Tuhan dengan sendirinya akan memiliki sikap jujur. Kaleb membawa berita kepada bangsa Israel seperti apa yang dilihat atau sesuai dengan kenyataan. Kalau kita baca di dalam Bilangan 13:31-33, disana dikatakan:“Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata:
"Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita. Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."
Saudaraku, bagaiman dengan Kaleb? Kaleb menyampaikan seperti apa yang dilihat, tidak ditambah dan tidak dikurangi. Disini kita melihat dua kondisi yang kontras, dimana Kaleb dan saudara yang sama-sama pergi mengintai membawa berita yang berbeda, padahal objek yang diintai sama, kenapa hasil akhirnya berbeda?

Ilustrasi:
Hal kecil, misalnya ketika saudara menggunakan rental komputer, mulainya jam 7 tetapi ditulis dalam buku laporan jam 7.30 atau print 5 lembar tetapi tulis 2 lembar. Mungkin saudara berpikir mumpung tidak ada yang lihat, tetapi ingat orang yang takut akan Tuhan tidak akan berbuat seperti itu. Atau contoh lain, seperti masalah penggunaan uang dalam pelayanan, apakah laporan yang kita buat seperti apa adanya, atau ada rekayasa di dalamnya.

Saudaraku, kejujuran itu sangat penting dalam hidup ini, apalagi saudara yang dibentuk disini kelak akan menjadi hamba Tuhan. Jika saudara memelihara sikap tidak jujur berarti saudara tidak hidup dalam takut akan Tuhan. Mungkin saudara bisa selesai dari sini, saudara bisa berhasil dalam pelayanan, tetapi pertanyaannya apakah pelayanan saudara berkenan di hadapan Tuhan. Jangan-jangan saudara hanya sebagai hamba upahan.

Tidak mengandalkan diri sendiri tetapi bersandar pada Tuhan
Saudaraku, orang yang hidup dalam takut akan Tuhan, tidak akan mengandalkan dirinya sendiri tetapi selalu bersandar pada Tuhan.
Ketika kita melihat saudara-saudara yang diutus bersama-sama dengan Kaleb untuk mengintai negeri Kanaan kembali dan mengatakan kepada bangsa Israel bahwa kita tidak dapat menyerang bangsa itu karena mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi Kaleb menenangkan hati bangsa itu, katanya kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab pasti kita akan mengalahkannya. Jika Tuhan berkenan kepada kita maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita. Jangan takut kepada mereka sebab Tuhan menyertai kita (Bil.13:30; 14:8-9).

Saudaraku, terkadang kita melihat suatu persoalah hanya dari sudut pandang kita sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Hal ini menyebabkan kita takut menghadapi suatu persoalan, karena kita merasa kita tidak mampu untuk menghadapinya.


Implikasi dari hidup dalam takut akan TuhanOrang yang hidup dalam takut akan Tuhan akan mengalami kasih Allah yang tidak terbatas. Seperti pemazmur katakan di dalam Mazmur 103:17, ”tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya akan orang-orang yang takut akan Dia. Saudaraku kasih manusia terbatas, mungkin hari ini kita bisa mengatakan saya mengasihi kamu, tetapi hari esok dia berbuat salah kepada kita. Apakah kita masih dapat mengatakan saya mengasihimu. Tetapi kasih Tuhan tidak ada batasnya, bagi orang yang hidup takut akan Dia. Kasih yang tanpa batas itulah yang senantiasa Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita, melalui:
- Hidup kita dipelihara oleh Tuhan; entah itu melalui kesehatan, berkat jasmani dan yang terutama berkat rohani. Semuannya itu akan mengikuti hidup kita ketika kita hidup dalam takut akan Tuhan. Pada ayat 10 dikatakan Tuhan telah memelihara Kaleb dengan menganugerahkan kepadanya kekuatan dan keberanian jasmaniah walaupun sudah berusia delapan puluh lima tahun.

Saudaraku, percayalah ketika saudara dan saya hidup dalam takut akan Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan kasihNya yang tak terbatas itu. Maukah kita hidup dalam takut akan Tuhan, keputusannya ada pada saudara! Amin.