Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hipertensi

victorc's picture
Shalom, selamat pagi saudaraku. Beberapa waktu lalu saya mengunjungi seorang guru SMA kami dulu yang sedang dirawat karena stroke ringan. Saat bertemu saya bertanya apakah stroke yang dialami beliau dikarenakan hipertensi (tekanan darah tinggi). Dan beliau mengatakan memang tekanan darahnya kerap melebihi 180, bahkan kadang di atas 200. 
Memang tekanan darah tinggi bisa diturunkan dengan obat, namun alangkah baiknya jika kita juga memperhatikan menu makanan sehat untuk hipertensi, itulah yang akan saya bahas kali ini. Di bagian akhir saya juga akan membahas tentang menu sehat untuk asam urat, yang juga kerap dialami banyak orang modern (termasuk saya).

Menu sehat untuk hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di arteri yang bersifat sistemik alias berlangsung terus-menerus untuk jangka waktu lama. Hipertensi tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui proses yang berlangsung cukup lama. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol untuk periode tertentu akan menyebabkan tekanan tinggi permanen yang disebut hipertensi.
Menurut sebuah literatur, ras Asia memiliki risiko hipertensi terendah (16%) jika dibandingkan dengan ras Afrika, Afrika-Amerika, Hispanik, dan kulit putih. Hal ini diduga karena gen polimorfisme bangsa asia yang unik. Karena itu dianjurkan agar orang Asia sebaiknya memprioritaskan makanan nabati sebelum memutuskan untuk memilih makanan hewani.(1)
Di antara beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah: air kelapa, sayuran dan buah-buahan, cuka apel (apel cidar), yoghurt, seledri, tomat, semangka, rosella. (1) Selain itu juga ada beberapa jenis makanan suplemen yang baik bagi penderita hipertensi, misalnya: vitamin B kompleks, folat (B9), niasin (B3), vitamin C, kalsium, magnesium, omega-3 DHA dan EPA, kapsul bawang putih, koenzim Q10 (Co Q10), zinc, pycnogenol, ekstrak biji anggur, melatonin, biji angkak, chondroitin sulfat.(1)
Juga tersedia pengobatan herbal untuk menurunkan tensi, di antaranya ginkgo biloba adalah salah satu herbal yang dipercaya sejak dulu untuk menurunkan tekanan darah.
Namun juga jangan iseng mencoba herba yang belum berstandar, karena bisa membahayakan kesehatan ginjal dan membuat ritme jantung Anda tidak beraturan.

Menu sehat untuk asam urat
Dewasa ini banyak orang mengeluh adanya rasa linu-linu di daerah persendian tulang, bahkan ada yang merasakan nyeri di daerah tersebut. Dokter mendiagnosis penyakit ini disebabkan tingginya kadar asam urat di dalam darah. Tingginya asam urat dalam darah menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di daerah persendian sehingga akan menimbulkan rasa nyeri. Selain terjadi di persendian, penyakit gangguan asam urat atau yang lebih dikenal dengan gout juga menyerang ibu jari kaki, dapat membentuk tofi atau endapan natrium urat dalam jaringan di bawah kulit, atau menyebabkan batu ginjal.
Penyakit radang sendi tersebut sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno, dikenal sebagai penyakit gout atau pirai, yang pada masa itu dikenal sebagai penyakit orang kaya.
Salah satu cara mengatasi penyakit gout, selain melalui pemberian obat, juga dengan pengaturan makanan yang dapat mengurangi asam urat dalam darah. Tujuan diet tersebut untuk mengurangi pembentukan asam urat, menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk, serta mempertahankan berat badan dalam batas normal. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada beberapa syarat pemberian makanan yang harus mencukupi kebutuhan gizinya, yaitu:(2)
1. Rendah purin, dalam keadaan normal, kadar purin makanan dapat mencapai 600-1000 mg/hari, sedangkan dalam diet rendah purin, dianjurkan untuk mengonsumsi 120-150 mg/hari.
2. Cukup kalori, protein, mineral, dan vitamin
3. Tinggi hidrat arang untuk membantu pengeluaran asam urat
4. Kandungan lemak sedang karena lemak cenderung menghambat pengeluaran asam urat
5. Mengandung banyak cairan untuk membantu mengeluarkan kelebihan asam urat.

Penutup
Kiranya artikel singkat ini sedikit menolong bagi para penderita hipertensi dan asamurat. 

Versi 1.0: 19 agustus 2017, pk. 10:51
VC

Referensi:
(1) Lanny Lingga. Bebas hipertensi tanpa obat. Jakarta: AgroaMedia Pustaka, 2012.
(2) Diah Krisnatuti, Rina Yenrina, Vera Uripi. Perencanaan menu untuk penderita gangguan asam urat. Cet. 7. Depok: Penebar Swadaya, 2003. 
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute