Aku menghitung kemarahanku, tidak.. kali ini bukan kemarahan, aku berpikir. Tidak, kali ini adalah kekecewaan. Aku rasa sudah tak ada ruang dalam file “KEMARAHAN”-ku lagi. Jadi aku menyesakkannya ke dalam kotak DISAPPOINTMENT.
Oh ya, aku belajar bahwa ketika mencari cinta aku akan menerima orang-orang bermasalah sebagai gantinya. Ya, aku belajar bahwa aku seharusnya mencintai tanpa syarat. Aku belajar bahwa apa yang aku beri tidak akan selalu kembali padaku, dengan cara yang aku harapkan. OH WHAT A CRUEL WORLD..
Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Ya, aku terlalu berharga untuk jadi korbanmu. Aku marah, tapi aku tidak akan mengikutimu. Aku terlalu pintar untuk kau bujuk. Orang-orang yang sakit hati menjadi bodoh, dan itulah kesalahannya. Aku hanya perlu waktu. Aku sibuk dengan perkara menjalin hubungan ini, aku lupa pada Sumber kasih itu. Tempayanku sedang bocor, mungkin aku bahkan menimba dari sumur yang salah.
Aku ingat ketika Dia memberi gadis itu dua buah kotak, emas dan hitam. Di dalam kotak emas Dia menyuruh gadis itu menyimpan semua berkatNya; di dalam kotak hitam gadis itu harus meletakkan rasa sakit dan semua kesedihannya. Kedua kotak itu terus terisi, tapi hanya kotak emas yang semakin bertambah berat. Dan ketika gadis itu melihat, kotak hitam itu belubang di dasarnya.
“Tuhan, mengapa Kau beri aku kotak yang berlubang jika Kau ingin aku menaruh sesuatu di dalamnya?” Tanya gadis itu.
“Putriku,” kataNya. “Aku memberimu berkat dan sukacita untuk kau kenang dan kau simpan. Namun Aku mengizinkan kau melewati sakit dan penderitaan supaya kau melepaskannya.”
Jadi di sini aku. Kuletakkan kekecewaan ini di kotak hitam, seperti yang sudah-sudah. Biarlah ia terbang, mencari korban yang lain.
Because I’M TOO PRECIOUS TO BE ITS VICTIM
Orang yang sakit hati merasa bahwa orang yang menyakitinya berhutang padanya. Mereka terpenjara. BUT WE ARE FREE SONS AND FREE DAUGHTERS OF A MERCIFUL FATHER ;-)
gbu
-epoh-