Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Ibuku tidak begitu

Evylia Hardy's picture

Kalau ibu digambarkan sebagai sosok yang lemah lembut, apa boleh buat, ibuku tidak begitu. Panjang sabar? Tidak juga. Tanpa pamrih? Standar saja, untuk bersandar di hari tua.

Kalau dengar lagu "Bunda"-nya Melly, aku rasa orang yang punya ibu seperti itu amat, sangat beruntung. Tetapi berapa banyak di antara kita yang beruntung dikaruniai ibu seperti itu?

Suatu malam ketika aku kelas empat SD ... "Mi, di sekolah temen Epi cuma satu ...." "Kamu pasti sombong! Makanya orang males jadi temenmu!" Sejak saat itu tak pernah lagi aku curhat ke ibuku.

Ibu tak pernah menemaniku bermain, juga melarangku keluar rumah mencari teman. Ibu bisa marah besar gara-gara aku tak mau menemaninya pergi. Ibu tak pernah mengambilkan raporku (kalau tidak kakekku ya pembantuku, atau tak diambil sekalian). Ibu tak tahu aku juara satu pas kelas satu SD. Ibu tak tahu aku juara dua pas kelas dua. Tapi Ibu marah waktu raporku mulai ada merahnya pas kelas tiga. Ibu tak pernah hadir menyaksikanku menyanyi di panggung dalam acara apa pun sejak SD sampai SMA. Ibu juga tak berkata apa-apa waktu kutunjukkan cerpenku yang dimuat di majalah.

Apakah Ibu tak mencintaiku? Lalu buat siapa Ibu buang keringat dari pagi sampai sore di toko? Apa Ibu tak memperhatikanku? Lalu mengapa Ibu memastikan aku punya cukup baju dan sepatu yang layak untuk ke sekolah dan ke gereja? Mengapa Ibu memastikan aku tidak kekurangan uang untuk memenuhi semua keperluanku? Mengapa Ibu melarangku pacaran melebihi jam 9 malam? Mengapa Ibu repot-repot berusaha memantau dengan siapa aku bergaul? Mengapa??

Karena Ibu mencintaiku, dengan caranya sendiri. Mungkin tidak seperti yang kumau. Tetapi dia mencintaiku. Dan aku tak perlu iri dengan ibu di lagunya Melly, karena ibuku sendiri - dengan segala kekurangan dan kelebihannya - adalah ibu yang amat berarti bagiku. 

__________________

eha

pwijayanto's picture

ya.. mereka mencintai dengan cara mereka...

Saya percaya orang tua kita mencintai dengan caranya sendiri, yang dianggapnya terbaik, bisa jadi karena mereka memang tidak tahu cara yang lebih baik untuk mencintai, atau memang dengan segala keterbataannya, mereka tidak mampu menjadi seperti yang kita harapkan,  sehingga cara mereka tampak "konyol".

pada orang-orang yang "menggerutu" terhadap orang tuanya, saya hanya mbatin ,".... ya coba nanti bagaimana anda memperlakukan anak-anak anda, apakah akan selalu memuaskan anak-anak anda?"

kalau mengingat masa kecil saya, saya pun kadang heran dengan cara-cara orang tua mendidik kami, anak-anaknya, kok tidak seperti cara-cara yang saya baca dari buku-buku, tapi memang dulu orang tua saya tidak sempat membaca buku-buku itu.

tapi dengan segala kekurangan cara mereka mendidik kami, satu hal yang saya yakin, adalah mereka mencintai kami, anak-anaknya. Dan itu terbukti, antara lain, ketika kami mengalami kesulitan dan minta tolong kepada mereka, mereka siap sedia menolongnya, mendukung secara moral, maupun material.

=== salam, www.gkmin.net . ( jika hanya membaca Alkitab LAI, darimana tahu YHWH? Apakah Firman Tuhan kurang lengkap?)

__________________

=== salam, www.gkmin.net . ( jika hanya membaca Alkitab LAI, darimana tahu YHWH? Apakah Firman Tuhan kurang lengkap?)

ely's picture

ibu

Jadi ingat sama mama,

Dulu pernah sekali, aku merasa tidak disayang,

tetapi,

setelah jauh....

semuanya baru bisa disadari ...

pengorbanannya,

belaiannya,

nasehatnya,

dan...

amarahnya... (meski hatinya hancur)

 

tak kan hilang dari ingatanku...

semuanya mengajarkanku arti kasih itu ...

__________________

Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ...

KEN's picture

Apakah cara ini benar?

Ada satu hal yg paling diabaikan dalam hal ini, dan memang sulit untuk membalikkannya dengan cepat, bukan berarti berkata au ah lap.

Maksud saya begini, setiap cara orang tua yang bertentangan dengan Alkitab, akan mengakibatkan psikologi sang anak menjadi aneh, percaya gak? jika kita biarkan hal ini, satu juta orang dengan caranya masing2 akan membuat  satu juta anak2 mereka menjadi anak2 yg berpsikologi aneh. Kita liat pada kenyataan saat ini, kapankah kita memulai memakai Alkitab sebagai standard untuk mendidik anak?

Ada satu tulisan dari pak hai yg sedikit berkaitan dengan maksud saya ini. Kalo tidak salah yang berjudul 'bebal'. Saya akan kutip sedikit kalimat2nya:

Seorang anak kecil kejeduk meja, karena rasa sakit dia lalu menangis. Untuk mendiamkannya dan menghiburnya, maka orang dewasa di sekitarnya lalu memukul meja tersebut sambil berkata, "Cup cup cup, jangan nangis. Mejanya nakal ya? Nah, mejanya sudah dipukul!" Anak kejeduk meja, mejanya yang salah dan dimarahi bahkan dipukul. Anak yang dibesarkan dengan cara seperti itu akan tumbuh menjadi seorang dewasa ABS, Always Blame Somebody Else, Selalu menyalahkan orang lain. Anak yang dibesarkan dengan cara demikian akan terlatih untuk secara reflek mencari kambing hitam seumur hidupnya, ketika menghadapi kemalangan maupun berbuat salah.

Banyak orang tua yang menilai anaknya tidak sepandai yang diharapkan, untuk memotivasinya, mereka lalu membandingkan anaknya dengan temannya, "Masa kamu kalah dibanding si Aliong?" Seiring bertumbuhnya si anak, maka kalimat yang digunakan semakin kasar, "Heran, kamu bodoh sekali, adik kamu lebih pintar." Orang tua melakukannya untuk memotivasi, sang anak menerimanya sebagai pelecehan dan penghinaan. Kebanyakan orang tua cenderung menyangka motivasi seperti itu lebih efektif bila dilakukan di depan umum, bagi sang anak, itu jauh lebih menyakitkan. Ketika menghadapi pelecehan, anak-anak secara naluri akan mencari cara untuk menghindarinya, bila tidak mampu melakukannya, maka mereka akan mencari cara paling nyaman untuk menghadapinya. Karena pelecehan dan penghinaan selalu dilakukan ketika belajar, maka si anakpun membenci kegiatan belajar. Ketika disuruh belajar, dia akan mencari alasan untuk tidak belajar atau bertingkah agar bisa menghindari kegiatan belajar. Jadilah dia si anak nakal yang malas belajar. Setiap kali disuruh belajar, dia secara reflek akan berlaku nakal. Ketika disalahkan si anak akan mencari alasan, mencari kambing hitam untuk alasan kegagalannya atau ketidak mampuannya. Bahkan dalam putus asa si anak akan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa dia memang bodoh dan layak dihina.

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

ely's picture

Diputuskan

Tidak ada manusia yang sempurna,

Itulah jawaban yang akhirnya saya temukan, ketika saya mempertanyakan hal ini.

Dengan jawaban itu, saya akhirnya memutuskan untuk tidak menyalahkan siapa-siapa, jika saya akhirnya seperti ini.

Seandainya sayapun menyalahkan orang tua saya, saya juga harus berpikir dan ingat, bagaimana orang tuanya orang tua saya mendidik orang tua saya, lalu bagaimana orang tuanya orang tua, orang tua saya (moyang saya maksudnya) mendidik orang tuanya  orang tua saya (nenek saya)  ... dengan begitu saya bisa menemukan bahwa sebenarnya kesalahan bukan terletak pada orang tua saya ...

Selanjutnya,

Karena saya sudah tahu kesalahan itu masih bersambung pada orang tua saya, maka saya yang sudah tahu akan mencoba tidak meneruskannya ...

__________________

Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ...

KEN's picture

Evilya Hardi

Menurut anda, yang daripada hati nurani anda yang paling kecil dan terdalam, apakah ibu demikian mencintai kita atau kejam?! apakah anda berpikir, kalo anak2 anda suatu saat nanti akan berpikir seperti anda, seperti anda berpikir ke ibu anda?! dan kemudian dilanjutkan dengan anda akan menuduh anak2 andalah yang disalahkan telah menuntut untuk dilahirkan ke dunia ini! anda bisa tangkap maksud saya nona Evylia Hardi?!

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

melly emang pinter

Kalau dengar lagu "Bunda"-nya Melly, aku rasa orang yang punya ibu seperti itu amat, sangat beruntung. Tapi berapa banyak di antara kita yang beruntung dikaruniai ibu seperti itu?

itulah kenapa lagu si melly laku dan nge-hits, karena lagu tadi mewakili impian ideal tentang gambaran seorang ibu. kalo ditulis yang real kayaknya ga bakal laku deh, soalnya ibunya, seperti ibu kita semua, masih manusia biasa.

bintang seven's picture

nis n ken

klo sih ken miris denger lagu bunda melly n pengen bgt punya spt lagu ntu kan logis bgt gw liat mobil ferrari artist hollywood pake speaker amply  yg asik didengerin musiknya jg kepengen bgt..... tp pernah jg terpikir ama gw klo tuh artis hollywood nonton film si doel anak sekolahan n ngeliat mandra ngenekin mobil angkot mungkin mereka kepengen juga naik tuh angkot.... angin sepoi2 bs ngobrol ama yg lain n gak perlu capek nyetir ama yg lain.bukan masalah keadaannya tp bagaimana kita menikmatinya n gw rasa perlu hikmat tuh.

kan yg penting kita masih punya ibu.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

KEN's picture

bintang seven

Bisa dibayangkan tidak, jika saya diamkan petaka ini? (dalam arti tidak bertindak dan marah).

Petaka ini telah terjadi untuk ke 2x nya, sehingga mengakibatkan perceraian, dan sang anak dengan terpaksa hidup terpisah dengan sang ibu.

hikmat yg seperti apa lagi yg anda maksud untuk menikmatinya?

bila petaka yg pertama saja tidak dia hiraukan sampai terjadi yg ke 2x, menurut anda masih ada kemungkinan tidak terjadi untuk yg ke 3x nya dan ke 4 x nya? bisa dibayangkan tidak?

seandainya itu terjadi kepada adik perempuan saya, dan kalau seandainya adik perempuan saya berkeputusan hidup terpisah dengannya juga, lalu siapa sisanya yg bisa tinggal serumah dengan ibu saya?

jika itu benar2 terjadi kepada adik perempuan saya, dan adik saya memaksakan diri bertahan dengan ibu saya karna memaksakan perasaanya yg berlawanan dengan kekecewaan, di dalam pikiran dan perasaan yg berkecamuk, bukankah itu batin, bukankah itu penderitaan yg dahsyat dan merenggut psikologinya?

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

           If Not Us, Who?

         If Not Now, When?

KEN's picture

Jadi kapan mengejar kesempurnaan itu?

Apa salahnya kita menjadi yg terbaik menurut orang lain, bukan menurut kita sendiri saja, apa salahnya kita juga belajar dari anak2 kita sendiri? berarti kita menganggap diri kita paling benar? anak2 kita juga manusia biasa....

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who? 

       If Not Now, When?

ely's picture

Paling bahagia

Apa salahnya kita menjadi yg terbaik menurut orang lain, bukan menurut kita sendiri saja,

Iya sih...

Tapi itu jarang sekali terjadi, manusia cendrung menganggap apa yang mereka lakukan itulah yang terbaik.

Hanya penyesalan yang kadang mengingatkan pada kesalahan itu.

apa salahnya kita juga belajar dari anak2 kita sendiri? berarti kita menganggap diri kita paling benar? anak2 kita juga manusia biasa....

Pernyataan yang sangat menarik, anak-anak juga manusia biasa tetapi dari mereka orang tua bisa belajar hal yang luar biasa.

Bila ada orang tua yang mengerti hal ini, ia  pasti orang tua yang yang paling bahagia  ...

__________________

Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ...

dennis santoso a.k.a nis's picture

"akulah yang terbenar"

kita adalah orang2 yang terbenar menurut kita sendiri... makanya kita butuh cermin, tapi itu pun masih kurang kalau kita ga berani membuka mata untuk melihat seperti apa sebenernya kita itu.

yang biasanya terjadi adalah kita menetapkan suatu standar untuk orang lain. suatu standar yang sebenernya kita sendiri tidak bisa capai. kita taro itu di leher seseorang dan kita cekek dia sampai mati. dengan begitu kita mencapai kepuasan, melihat orang lain tak berdaya untuk sejenak melupakan bahwa kita pun tidak bisa.

sadis? ... siapa bilang dunia ini lembut? :-)

KEN's picture

@3m1 dan @dennis, inilah pointnya...

Inilah konsep kasih dan keadilan itu.

jika kita menentukan standar ibu saya atau ibunya nona Evylia, memang sih kasih (kasih makan, kasih sekolah, kasih duit jajan, dsb)... tapi kasih yg tanpa keadilan dan itulah yg bakal mencekik anak2nya.

standar yg pasti dan benar adalah mutlak kembali kepada standar Alkitab itu sendiri.

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

ah masa....?

hmmm... kalo gitu anak2 dari ibu2 yang bukan kristen (tidak memakai alkitab sebagai standar) dipastikan akan ancur2an dong? kayaknya nggak juga deh, ga bisa maen pukul rata gitu.... :-)

ely's picture

Standar...

Alkitab memang standar.

 Standar kebenaran,

Tapi,

Bukan untuk standar menyalahkan orang lain ...

 

__________________

Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ...

KEN's picture

Kita lihat secara psikologi

Tidak bisa mencapai bukan berarti tidak lalu berdiam diri.

jadi di blog ini saya sedang berbicara dengan siapa saja?

siapaun dia yg membaca komentar saya, silahkan marah dan tersinggung, yg paling utama Alkitab sebagai standar, bukan diri kita.

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

paparin dong...

haiya ken... baca judul comment mu, tadinya gue berharap akan membaca paparan secara psikologi yang menarik dan siapa tau menginspirasi... ealah, ternyata cuma mempersilahkan kita2 untuk marah dan tersinggung.... piye sih?

sapa yang marah dan tersinggung? ayo ngacung.... sini biar gue guyur pake aer es :-)

mean while... ayo ken, paparkan argumen lo yang secara psikologi itu. yang jelas yah (secara gue bego).

Debu tanah's picture

@ nis, buta dan picik

Nis bilang:

yang biasanya terjadi adalah kita menetapkan suatu standar untuk orang lain. suatu standar yang sebenernya kita sendiri tidak bisa capai. kita taro itu di leher seseorang dan kita cekek dia sampai mati. dengan begitu kita mencapai kepuasan, melihat orang lain tak berdaya untuk sejenak melupakan bahwa kita pun tidak bisa.
sadis? ... siapa bilang dunia ini lembut? :-)


Deta:


Saya menyebut orang model begini orang yang PICIK dan gak tau terima kasih..


Orang picik tuh ngerasa paling benar dan tidak pernah bikin salah, padahal kl diletakkan oleh Tuhan pada posisi yang sama, pasti dia juga bikin kesalahan dan dosa yang lebih buruk lagi.


Mau bukti? Yesus berkata orang yang setia hal-hal kecil akan setia juga akan hal-hal yang besar. Bila kita sudah setia pada hal yang kecil pasti Tuhan akan percayakan hal-hal yang lebih besar lagi.


Terus kenapa kita diletakkan Tuhan pada posisi yang sulit? Antar lain diberi ibu yang sepertinya jauh dari sempurna dan menyulitkan? Ya untuk nguji kita, apa kita itu layak dipercayakan hal-hal yang besar. Gimana kalo gak lulus juga dari situasi ini?


Ya menyedihkan sih akhir hidupnya...

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

KEN's picture

@deta

Huh @deta, saya tidak pernah menyangka bahwa kali ini saya bakal setuju dengan anda.

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

           If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

Luky_Gitaris's picture

Love Mom 4Ever

Kadang gw juga kecewa dengan cara mereka "menyayangi" gw..

Tapi setelah dipikir-pikir, gw lebih banyak bikin mereka kecewa..

So.. gw mau belajar Love Mom 4Ever

KEN's picture

@dennis, apakah...

Apakah pemaparan2 dari blog2 saya belum memuaskan inspirasi anda ttg psikologi itu sendiri?

dan di tambah sedikit dengan pemaparan tulisan pak hai yg saya kutip dan yg sangat saya setujui?

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

bantulah gue untuk mengerti

ken, blog kamu tuh banyak dan susah.... tolonglah gue, secara kita lagi numpang ngobrol di blog ini, mending lo kasih gue link atau copas ke sini deh isi dari blog lo... dengan begitu gue bisa mencerna dengan lebih mudah.

nah, cara lo mengutip si hai2, lakukan lah ke tulisan2 lo sendiri. kutiplah dan tunjukkan ke gue secara eksplisit.

kamu disini berhadapan dengan "orang bodoh yang agak nyolot" (baca: gue), so please bantulah gue untuk mengerti.

KEN's picture

@dennis, saya hanya mampu yg saya mampu

jika anda tetap memaksa, maafkanlah saya yang bodoh ini, saya angkat tangan.

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

ini yg gue cari...

hahaha, sikap inilah yang perlu kamu tunjukkan ke ibu kamu, itu psikologi ala gue, ken ;-)

KEN's picture

@dennis,

Anda merasa saya telah menghancurkan hidup anda dengan blog2 dan comentar2 saya?

Apa yg ibu saya tunjukkan?

Apakah anda berpikir ibu saya berjudi itu bararti menunjukkan kemampuannya?

Ini aneh sekali dennis?

Kemana arah pikir anda?

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

           If Not Us, Who?

         If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

eksplisitnya gini lho...

Anda merasa saya telah menghancurkan hidup anda dengan blog2 dan comentar2 saya?

wahahaha, ken ken ken.... kamu itu bodoh dan naif.... kamu menghancurkan hidup saya? orang kayak kamu seribu biji digabung jadi satu pun ga akan bisa menghancurkan hidup saya.

wake up.... kamu sedang menghancurkan hidup kamu sendiri dengan kebencian terhadap ibu kamu. itulah yang sedang gue lakukan, "membangunkan kamu". kenapa gue mau repot2? karena background kita sama.

Apa yg ibu saya tunjukkan? Apakah anda berpikir ibu saya berjudi itu bararti menunjukkan kemampuannya?

nggak, saya ga peduli ibu kamu mau ngapain. saya ga peduli seandainya dia melacur sekalipun. itu hidup dia, saya ga kenal dia, saya ga peduli sama dia. banyak orang sudah hancur, nambah satu yah nggak kenapa2, toh gue ga kenal dia.

tapi kamu... gue pernah liat muka kamu. gue ga kenal kamu but at least gue lebih tahu kamu dibanding gue tahu ibu kamu. and gue ga rela kalo gara2 orang yang gue ga tahu dan ga kenal, kamu menjadi rusak.

lupakan ibu kamu.... terima aja kenyataan bahwa dia adalah tool Tuhan untuk melahirkan kamu di dunia. jangan tuntut apapun dari dia. ga perlu minta dia berubah dengan melihat kamu dsb. anggep aja dia seseorang yang kamu kenal, yang sedikit berjasa karena membuat kamu seperti saat ini.

akan ada saatnya dimana dialah yang akan datang ke kamu. sampai saat itu datang, berubahlah menjadi orang yang lebih baik daripada saat ini. agar nanti, ketika dia memberi signal untuk datang, dia akan kaget melihat kamu dan kalau pun dia memutuskan untuk belajar dari kamu, maka itu adalah pure keputusan dia, bukan karena kamu meminta atau memohon atau memaksa dia.

ken... dari kemaren2 pas gue minta lo bikin list ideal tentang ibu dan bilang bahwa list itu adalah untuk kamu menemukan pacar sesuai list itu, tidakkah kamu mengerti? fokuslah ke masa depan.... lupakan dan tinggalkan semua soal ibumu ini.... jadilah orang yang egois sedikit.... pikirkan lah diri kamu... kamu saat ini, walau mungkin kamu pikir kamu kuat, sebenernya kamu sangat lemah.

KEN's picture

@dennis, ini aneh

saya ingin mengandaikannya sekali lagi.

ini cuma berandai, mohon jangan tersinggung.

dennis anda bangsat, kutu kupret, kurang ajar, asu dan lain sebagainya.

setelah saya mengatakan kalimat2 di atas

sambil berlutut saya menangis ketakutan

Oh dennis  mohon maafkan saya atas ucapan saya yg tadi, aku mohon hiks hiks hiks... 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

           If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

bayangannya harusnya begini....

ken, dalam banyak hal, gue mengakui bahwa gue ini bangsat, kutu kupret, kurang ajar, asu, dll... tapi.... bayangan kamu itu aneh... ngapain setelah itu kamu menangis? hahahahaha....

gue lebih hargai kalo kamu menabok saya, menonjok saya, memukuli saya sampai saya ga bisa bangun misalnya.... at least dengan begitu, saya akan tahu apa maksud kamu. dan kalo saya masih hidup saat itu, mungkin saya bisa menolong kamu.

KEN's picture

Hmmm, mudah2an saya tidak salah @dennis

Mudah2an saya tidak salah bahwa, anda telah salah paham dengan maksud saya yg satu ini.

Komentar saya yg anda jawab ini sebenarnya menyinggung ttg ibu saya yg terkesan demikian terhadap saya,

setelah menghabiskan uang saya dia tinggal mengatakan "maaf" bayangkan @dennis seperti tidak punya dosa sama sekali dan menganggap saya itu sebongkah robot yg tidak bisa sakit hati, its real, sesudah minta 'maaf' selesai, the end, game over.... coba saudara2,saya dengan berharap,bayangkan sedikit saja ttg sikap semacam ini dengan imajinasi.... (bener2 kelewatan orang tua semacam ini, bila anda2 mengerti sedikit saja)

jadi bagaimana? bila anda2 menjadi saya, dia adalah ibu saya, tapi koq ibu saya menganggap saya sampah seperti itu? sampah itu tidak punya perasaan dan bau... jadi saya yg adalah sampah menurut ibu saya itu, wajib dan harus dan mau tidak mau tidak boleh sakit hati dengan kelakuannya.

bagaimana caranya supaya saya tetap menganggap bahwa saya masih punya ibu?

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

dennis santoso a.k.a nis's picture

kalo "sampah", lo ga akan bingung

aha! rupanya gue salah mengerti post lo sebelomnya ken.... gimana sih? dibilangin gue ini bego, jadi kalo ngomong, ngomong lah yang jelas... tulis bahwa itu adalah bayangan soal ibu kamu yang berbicara ke gue.

gue adalah sampah.... lebih tepatnya gue adalah anak haram, lahir di luar nikah. kelahiran gue tidak pernah diharapkan tapi mereka (papa dan mama) juga terlalu penakut untuk menggugurkan gue. jadi kira2 apa yang terjadi?

yang terjadi adalah, mereka gedubrugan menikah sekedar biar ga malu, lalu setelah gue lahir, gue diserahkan ke kakek-nenek. papa sibuk dengan sekolahnya yang tertunda (dia umur 22, lagi kuliah ketika gue lahir), mama sibuk menghindari tanggung jawabnya sebagai ibu (karena dia baru umur 17 dan mungkin malah masih seneng maen boneka, hahaha).

kamu dibilang sampah ken? yah.... anak haram ga jauh beda lah sama sampah... but, SO WHAT????

lo dan gue sama2 ga pernah minta buat dilahirkan. tapi rupanya kita pernah dilahirkan dan saat ini sudah menjadi sebesar ini, so what apa yang mereka mau katakan? mereka bilang "kamu ga tau berterima kasih", gue jawab "hey, gue ga pernah minta dilahirkan". mereka bilang, "udah bagus kamu ga gue gugurin", gue jawab "hey kalo penakut, ga usah banyak alasan".

kenapa ken? kenapa bingung?

bila gue adalah kamu, gue akan bilang gini ke si ibu, "gue mungkin adalah sampah, tapi, kalo gue bener2 sampah, maka kamu adalah biangnya. gue lahir dari kamu, gue dibesarkan kamu, kalo gue jadi sampah seperti yang lo bilang, hmmm, selamat, kamu sudah mendapatkan sampah sebagai hadiah. sekarang, kalo gue ini sampah.... kenapa lo minta2 ke gue? gue akan rawat lo, sebagai balas budi terhadap sesama sampah, tapi gue ga akan bayarin lo judi or whatever, lo boleh bilang ke semua orang bahwa gue durhaka dan sebagainya, tapi inget, lo sendiri yang bilang gue adalah sampah, pernah tau sampah bisa balas budi?".

bilang kira2 begitu dan keluarlah dari rumah ibumu. ajak adik kamu. kirimi ibumu duit tiap bulan, seiklas lo aja. tengok dia sekali2, siapa tau dia mati mendadak dan bau mayatnya mengganggu tetangga. doakan dia kalo lo mau.

*lakukan ini sampai suatu titik dimana lo sudah lupa akan kebencian lo ke ibu lo. setelah lo lupa, triknya tentu berbeda. but for now, lupakan saja tiga kalimat terakhir ini.*

KEN's picture

@dennis

Thanks, saya sudah mengerti, hidup ini memang harus keras.

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

sandman's picture

Saya Setuju...

Kata-kata lebih melukai daripada tonjokan dan pukulan, luka yang ada tidak terlihat seperti luka di permukaan tubuh...

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

Luky_Gitaris's picture

Bingung!!

Ken sama dennis ribut apaan sich?

dennis santoso a.k.a nis's picture

our way

hush, ini bukan ribut, ini adalah cara "kami", para anak korban cerai nan broken home untuk saling menyayangi.

orang normal ga perlu tau atau ikutan ;-)

ebed_adonai's picture

@dennis & KEN

Salam kenal sebelumnya dennis!

dennis menulis:

"..cara "kami", para anak korban cerai nan broken home untuk saling menyayangi.."

Kaau begitu mau usul nih, KEN, dennis, sebagai seorang anak korban kawin cerai juga, apa sebaiknya tidak kita buka saja semacam klub untuk itu di SS ini? Minimal sudah ada tiga anggota lho? (he..he..joke aja...pardon the pun..)

Memang hidup sebagai anak korban keluarga kawin cerai itu sangat tidak mengenakkan, dan trauma akibat peristiwa itu sangat susah hilang, bahkan sering terbawa-bawa dalam kehidupan kita selanjutnya. Dan mungkin, tanpa sengaja, kita jadi sering menyakiti hati orang-orang lain yang kita sayangi karena itu. Bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang akan bercerai, ingatlah orang-orang seperti kami ini.........................

Shalom!

__________________

(...shema'an qoli, adonai...)

sandman's picture

Ikutan boleh....

Orang ke-4 deh..  renungkan I korintus 1:27-28,

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

Evylia Hardy's picture

orang kelima

orang kelima

__________________

eha

KEN's picture

Jadi, bagaimana saudara2?

Sudah saya katakan, ini gila!

Ayah saya memang bukan seorang kristen, tapi kesimpulan kami sama.

Bahwa, di hadapan ibu saya, tidak ada yg boleh melebihi dia (ini baru dalam keluarga saja).

 

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

       If Not Now, When?

bintang seven's picture

@ ken

syalom bro/sis ken kayaknya bapak anda bukan tipe ideal anda ya? but bgmna dg ibu anda? klo dua2nya menyudutkan betapa saya dpt merasakan kegalauan anda.... cobalah ke adik anda menggalang dukungan gimana?

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

KEN's picture

INILAH DIKTATORNYA DAN LICIKNYA IBU SAYA!!!

DIA HENDAK MENYALAHKAN SAYA SEBAGAI ANAK LAKI2 ITU PASTI TIDAK TAU MEMBALAS BUDI TERHADAP ORANG TUA DAN DIPERTONTONKAN KE HADAPAN KHALAYAK UMUM!!!

SEDANGKAN HANYA ANAK PEREMPAUN SAJA YG TAU MEMBALAS BUDI TERHADAP ORANG TUA!!!

DIA SEDANG MENJALANKAN FREEWILLNYA YG BIADAP UNTUK MEMAKSAKAN PEMIKIRANNYA SELAMA INI ADALAH BENAR ADANYA SESUAI KENYATAAN!!!
INTINYA, SIKAP INI HENDAK MENUNJUKKAN KEPADA KHALAYAK UMUM BAHWA LAKI2 ITU BAJINGAN!!!

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

If Not Us, Who?

If Not Now, When?

zen's picture

saudara ken

saudara ken membaca komentar saudara ken ada yang aneh dengan mendadak ada kaitan dengn freewil dengan masalah ken dan ibu ken. tidak perlu memberio komentar kembali untuk komentar saya ini tidak apa-apa.


Ari_Thok's picture

Ibuku Oh Ibuku

Tiap pulang ke rumah, ibuku sepertinya "cerewet", tanya ini itu, duh .. Beberapa kali aku sudah kasih konfirmasi untuk tidak banyak tanya dulu ketika aku sampai di rumah. Capek, dan terkadang jawabanku dengan nada "emosi" dan "tinggi".  

Dari sore sampai malam berulang kali beliau nengokin diriku yang lagi ngamar, entah hanya diam saja mengamati, terkadang juga dia mengajak bicara yang "gak ada guna", sepertinya sengaja mencari bahan apapun asal bisa bicara denganku. Ini pun kadang aku responi dengan diam, atau hanya "ya Bu". Sering juga beliau nanya sesuatu yang detail tentang apa yang kukerjakan, tapi jawabku, " ah, jika kujelaskan paling juga tidak tahu". Yah, urusan internet dan komputer aku sendiri memang bingung mau jelasin dari mana dulu supaya ortuku bisa mengerti. 

Makanan dirumah yang disediakan dan diusahakan oleh ibuku seringkali tidak cocok dilidahku. Hanya beberapa jenis dan itu selalu berputar sampai lidahku ini bisa menebak rasanya. Berulang kali kalo sore aku cari makan diluar walo malamnya aku makan lagi dari apa yang disediakan oleh mamiku. 

Dan seterusnya kalo mau aku sebutin satu persatu apa yang ibuku lakukan yang tidak sesuai dengan keinginanku. Btw, seingatku dulu waktu aku kecil aku tidak merasa seperti ini. Setiap hal yang ibu lakukan terhadapku aku menyukainya, menikmatinya. Ibuku tidak berubah sikapnya sejak dulu, selalu menyayangiku dan memperhatikanku. Aku ingin rasa nyaman dekat ibuku itu kembali seperti dulu meski aku sudah besar sekarang, rasa dekat di pelukan ibu sepertinya sudah hilang. Apa yang salah? Aku tidak tahu, sepertinya sudah banyak ilmu, dogma, informasi, khotbah, film dan apalah yang membuat aku tidak lagi nyaman untuk duduk dekat ibuku seperti aku kecil dulu.

Diatas semuanya itu, yang aku tahu pasti, ibuku sangat sayang denganku, sayang dengan anak yang dilahirkannya, disusui, digendong, dimandikan, sampai dipeluknya tiap malam. Meski kadang capek berkomunikasi dengan beliau, aku akan terus mengkomunikasikannya dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Thanks buat blog ini yang kembali mengingatkanku. I love u Mom :) 

*yuk comment jangan hanya ngeblog*


*yuk ngeblog jangan hanya comment*

 

__________________

*yuk komen jangan cuma ngeblog*


*yuk ngeblog jangan cuma komen*

Evylia Hardy's picture

@Ari_Thok: thanks for sharing

thanks ya mau share soal ibu kamu yang pingin banget komunikasi sama anaknya. aku punya anak yang lagi berangkat remaja, pengalamanmu tu berguna banget buat aku.

Eha

__________________

eha

Evylia Hardy's picture

@ smua yg dah komen di Ibuku tidak begitu

Sori banget tlat ikut ngobrol di kiosku dw. Ini aja di warnet, speedy-ku lagi error.

Buat semua temen yang urun rembug di sini, mksih banyak dah nambah perbendaharaan  wawasanku tentang cinta, tentang karakter manusia, tentang cara orang beraksi-reaksi. Semua baik u pembelajaranku.

Sosok ibu memang beragam. Dan memang alangkah makin indahnya kalau ibu mau belajar mencintai sesuai kebutuhan anaknya. Namun kalaupun sang ibu belum atau tak bisa seperti itu, ia tetaplah seorang ibu, bagi anak2nya.

Eha

__________________

eha

hai hai's picture

Hormatilah .....

Hormatilah ayahmu dan ibumu apabila mereka berprilaku terhormat, bila tidak, kutukilah supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Keluaran 20:12

Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu apabila mereka berprilaku terhormat, bila tidak, kutukilah; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati namun mereka yang mengutuki ayahnya atau ibunya yang tidak berprilaku terhormat akan diberkati. Matius 15:4

Nah, saya sudah MENGEDIT ayat Alkitab agar hidup sebagai anak menjadi lebih MUDAH.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

KEN's picture

@pak hai

mungkin lebih tepatnya, kutukilah perbuatannya!

>>>=GOD=LOVE=YOU=>>

          If Not Us, Who?

        If Not Now, When?

joli's picture

cepetan jadi ibu... (kalau berani)

"Mama-ku tidak begitu.."  Kata Clair kepada teman-teman-nya.. 

"O Mama tuh ya.. ternyata.. "  Kata Clair kepada-ku  (sambil memeluk)

 

Banyak anak merasa kok ibu-nya kayak begini kok tidak begitu....

Dulu sewaktu kecil, Joli juga pernah merasa seperti itu, waktu dikemucing (di pukul pantatnya ama kemucing) karena nggak nurut, juga sering di omelin keras... sehingga dalam hati bilang.. besok-besok kalau jadi mama aku nggak akan seperti itu..

Sekarang setelah jadi mama beneran.. banyak juga hal-hal yang dulu dilakukan mama kepadaku yang nggak enak-enak.. juga aku lakukan kepada Clair.. Sering juga tanpa sengaja membuat anak sakit ati.. dan itu masih dilakukan juga mungkin demi alasan untuk ke-baik-an"

Tahukah anda.. seorang ibu...bisa muntah darah saking jueeengkellnya bila punya anak nuakal pol..

Tahukah anda.. bila sesudah marah kebablasan.. seorang ibu merasa.. nyesel bukan main..

Tahukah anda.. bila malam seorang ibu sering nangis diam-diam sambil peluk anaknya ketika tidur untuk say sorry..

Tahukah anda.. sering seorang ibu tidak tahu bagaimana melampiaskan sayang-nya.. juga rasa marahnya.. karena nggak tahu bagaimana melakukannya dengan benar..

 

Nah para anak-anak.. kalau kepingin tahu rasanya... cepetan jadi ibu.. nanti akan tahu bagaimana menghargai ibu..

Liesiana's picture

@Joli...

Mosok anak-anak disuruh cepet-cepet jadi ibu???

Evylia Hardy's picture

@ joli : ditto

interaksiku sama anak2ku juga bak rolerkoster. pokoknya sinetron banget deh. more or less ditto sama Joli.

Eha

__________________

eha

NoStressInDepress's picture

Numpang Rumpi {=_=}//

Ngomong-ngomong soal Ibunda, dari aku lahir sampai saat ini, Ibu tidak pernah memukulku, tetapi bukan berarti aku anak manja, karena ada "berton-ton" omelan dan nasehatnya yang bagiku perlu level pengendalian diri yang baik untuk bisa bersabar mendengarkannya...meskipun begitu, tidak pernah ada kata-katanya yang menusuk hatiku dan membuatku terluka, mungkin itu karena kami bisa bicara apa saja dengan gaya kami masing-masing layaknya sahabat.

Evylia menulis:
[Karena Ibu mencintaiku, dengan caranya sendiri. Mungkin tidak seperti yang kumau. Tapi dia mencintaiku. Dan aku tidak perlu iri dengan ibu di lagunya Melly, karena ibuku sendiri - dengan segala kekurangan dan kelebihannya - adalah ibu yang amat berarti bagiku.]

Mencintai dengan gayanya sendiri, juga menikmati pemberian cinta sesuai dengan kapasitas dan model masing-masing. Meraba-raba UKURAN yang PAS dan (ter)NYAMAN untuk diberikan.

Waktu SD dulu ada seorang teman yang mengatakan enaknya aku karena memiliki ibu seperti ibuku. Sering aku menganggap semua Ibu temanku itu baik karena berkaca kepada ibuku sendiri, padahal secara faktual banyak fenomena-fenomena miris nan ironis terjadi antara Ibu dan Anak. Atau mungkin hanya sekedar asumsi Anak dan Ibu saja dalam dunia penafsiran proyeksi perilaku masing-masing ?

Asyik juga kalau iseng-iseng ngisi Balance Score Card khusus dan mandiri untuk memberi nilai (+) dan (-) seorang Ibu, semoga saldonya surplus biar gak nombokin :-)

Enaknya gimana ya ? Ibu-ibu demikian perlu belajar I LOVE MY SELF by Bengcu Hai dulu kali ye.

Manusia berasal dari pohon silsilah yang sama, misal; kita menyalahkan tabiat kita yg kasar dengan alasan gen maupun pola asuh orangtua, kemudian orangtua yang merasa disalahkan tersebut menyalahkan orangtuanya (kakek-nenek) dan kakek-nenek menyalahkan orangtuanya (buyut) dan begitu seterusnya, maka pada puncaknya akan menyalahkan ADAM dan HAWA.

Well, ternyata memang tidak ada yang ZERO DEFECT toh.

He he he, tidak ada masalah berarti dengan Ibuku, tetapi dengan Ayahku aku selalu pakai formula ini:

Saat tidak mampu mengubahnya, maka belajarlah menerimanya, saat tidak mampu menerimanya, maka belajarlah memakluminya, saat tidak mampu memakluminya mengalahlah, saat tidak sanggup untuk mengalah maka belajarlah MENIKMATINYA dalam kesabaran.

Mari ah

*Shallom4Ever@all

__________________

*Shallom4Ever@all

Evylia Hardy's picture

@NoStressInDepress: susssuahh lho

'tidak pernah ada kata-katanya yang menusuk hatiku dan membuatku terluka'

Angkat topi buat ibunya NSID, susssuahh lho ngontrol bibir kalo panasnya dah sampai ubun2. Salut juga buat kamu yg tetep berusaha cool menghadapi yang berton-ton itu ....

Eha

__________________

eha

Liesiana's picture

@Nosid

Nosid asyik ya ibumu, berbahagialah kau.....