Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Iman dan Hikmat

kardi's picture

Iman dan hikmat adalah seperti lampu senter dan batu baterei, tanpa batu baterei lampu senter tidak bisa menyala, demikian pula sebaliknya. Jadi antara iman dan hikmat mempunyai kaitan yang erat.

Dengan iman, dapat mengerti tentang penciptaan alam semesta, dan Habel, Henokh, Nuh,Abraham dapat berkenan kepada Allah.

[Ibr11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. 6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 7 Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. 8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.]

 

 
Dengan hikmat yang diawali dengan takut akan TUHAN, membuat pola pandang terhadap masalah berubah, dan mata rohani akan terbuka untuk dapat melihat dari pola pandang Allah.
Itulah yang membuat Salomo meminta Hikmat Allah, karena hikmat itu lebih baik dari pada keperkasaan, alat-alat perang dan lebih bernilai daripada emas dan Kristus sendiri adalah hikmat Allah.
Dengan adanya Kristus di dalam hidup pribadi, maka masalah yang ada tidaklah lebih besar dari Kristus yang menjadi sumber jawaban, solusinya.
[Mazm 111:10 "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya".
Ams 16:16"Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak" Pengkhotbah 7:19"Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota".
Pkh 9 : 16,18Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik".
1Kor 1:24 "tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah". ]

Hikmat manusia mengandung 3 hal : pengetahuan, kecerdasan dan kebijaksanaan, yang cendrung untuk mengesampingkan Allah, menolak penyertaan Allah didalam Kristus.
 

 
Oleh sebab itu hikmat Allah, yang dari surga sangat diperlukan saat ini, yang mempunyai ciri: murni, membawa kedamaian,ramah, penurut , penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
[1Kor 3:19Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
Kol 2:3 "sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan".
Yak 3;17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
1Kor2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Efs2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, ]

Himat Allah diperlukan untuk:

  1. menyelesaikan persoalan/tantangan dengan baik
  • hadapi dengan iman
  • jaga hati supaya tidak tawar melihat keadaan yang ada.
     
  • fokus kepada Tuhan Yesus,bukan kepada persoalan.[Ratapan 3:21-23,Mazm 26, Mazm 113]
     
  • tetap bersuka cita karena janji Tuhan [Yosua 21:45a]
  • tetap menjaga kekudusan [Mazm 34:22]

2. meraih keberhasilan , pengkotbah 10:10
3. menyenangkan hati Tuhan
4. dapat memenangkan banyak jiwa.
 

Kesimpulan:

Iman kepada Yesus Kristus tetap dipegang teguh, walau badai kehidupan menerpa seberat apapun dan hampir menenggelamkan biduk kehidupan. Karena dengan hikmat Allah dapat mengerti dan mengucap syukur, bahwa Tuhan Yesus ada beserta dan indah pada waktunya dimana  pertolongan-Nya tak pernah terlambat.

lentin's picture

wow

"Iman kepada Yesus Kristus tetap dipegang teguh, walau badai kehidupan 
menerpa seberat apapun dan hampir menenggelamkan biduk kehidupan. Karena
dengan hikmat Allah dapat mengerti dan mengucap syukur, bahwa Tuhan
Yesus ada beserta dan indah pada waktunya dimana  pertolongan-Nya tak
pernah terlambat."

<3
Dengan hikmat yang diawali dengan takut akan TUHAN, membuat pola pandang terhadap masalah berubah, dan mata rohani akan terbuka untuk dapat melihat dari pola pandang Allah.

<3
Dengan adanya Kristus di dalam hidup pribadi, maka masalah yang ada tidaklah lebih besar dari Kristus yang menjadi sumber jawaban, solusinya.

Amin! Betul sekali. Blog yang sangat baik.

kardi's picture

@lentin trima kasih komentarnya dan salam kenal

@lentin, tulisan saya yang diangkat dari kotbah itu, telah meneguhkan iman saya, sehingga saya mau sharingkan kepada semua blogger di ss ini, hanya untuk kemuliaan NamaNya, nama diatas segala nama.

Ada pola 4 M yang saya jalankan untuk Firman Tuhan : membaca, merenungkan, melakukan dan membagikan. Nah dalam proses itu, tentulah saya perlu dibantu oleh semua pembaca/blogger SS untuk pertumbuhan rohani saya dalam pengenalan Kristus yang benar. Tuhan Yesus memberkati semua.

lentin's picture

@Kardi salam kenal juga

Ya, Semua untuk kemuliaan Tuhan.

RE : tulisan saya yang diangkat dari kotbah itu, telah meneguhkan iman saya

Ya, tulisan ini juga menguatkan saya :)