Tulisan ini ditujukan utk pengusung dogma Jesus adalah Allah. Sebelum berdebat panjang lebar dan copas ayat, agar mempelajari schism yg pernah terjadi dua milenia lalu, tentang hal yang sama. Skisma yang berbuah banjir darah, adu cap heresy, adu excommuniacted, kerusuhan jemaat dijalan dan perepecahan gereja tubuh Kristus.
Akisah, jaman dahulu kala, once upon a time: perdebatan istilah teknis Jesus adalah Allah.
Tahunnya 319, tempatnya di Alexandria, satu dari tiga pusat Gereja masa itu. Terdakwa Arius (pendeta), pendakwa Athanasius (diaken).
----------
Pendeta Arius, selaku penganut adoptionist, menjelaskan dogma Trinitas. Jesus adalah Allah.
Adoptionist = karena Jesus manusia, lahir dan menderita, dia tidak mungkin divine, menjadi divine saat menjadi anak, istilahnya adopsi’
Penjelasan Trinitas oleh Arius=Arianism
Jesus: Lahir, bayi, tumbuh, tak tahu apa-apa, dewasa, berpengetahuan, mengabdi, menderita mati.
Tidak mungkin Jesus ‘eternal’, khususnya eternal dimasa lalu (eternal in the past).
Anak: tergantung pada Bapa
- Sequentially inferior (urutan lebih belakang setelah Bapa)
- Anak muncul setelah Bapa
Bila Bapa dan Anak ‘co-eternal in the past’, maka implikasinya adalah keberadaan dua allah, Allah Bapa dan Allah Anak co-eternal in the past– adalah heresy. Bagi Arius: Allah tetap Satu, Jesus adlah Allah, Bapa dan anak adalah satu..
Begotten = di-CIPTA-kan dari ketiadaan (create)
Anak adalah ciptaan, ciptaan pertama dari Bapa.
John 1:1 Sejak mula (beginning), Logos (anak) sudah ada. Menurut Arius: Tetapi John tidak mengatakan ‘eternal’ beginning, sehingga Logos diciptakan sebelum beginning, tapi setelah suatu ketika eternal beginning, Logos (Anak) merupakan ciptaan pertama.
Selanjutnya, Anak bersama Bapa, menciptakan segalanya saat beginning.
Keberadaan Bapa eternal beginning, keberadaan Anak tidak eternal beginning (vs: Trinitas son=eternally begotten).
Slogan Arius: ‘There was a time when He was not’ (vs: always a father always a son)
Ada ketika saat Anak belum ada.
Saat Anak belum ada (before beginiing) Allah belum berstatus Bapa
Selanjutnya, karena pengabdian Jesus, Logos merasuk Jesus, saat baptisan.
Paham Arius ini dibaca musuhnya: Allah adalah berubah. Padahal yang dimaksud Arius adalah, perubahan status, sebelum Create anak, belum berstatus Bapa. Sebelum menciptakan Anak, Allah bukan Bapa.
Paham Trinitas gereja yg diusung Athanasius: anak muncul bersamaan dengan bapa saat eternal beginning.
Ledekan Arius: ‘Bila Logos co eternal begining dengan Bapa: statusnya bukan Anak tapi Brother’ – itu adalah heresy
Pengajaran Arius ini diterima luas jemaat, tetapi ditolak oleh gereja yang tidak menerima ‘Allah adalah berubah’ walaupun yang dimaksud Arius adalah perubahan status, tanpa perubahan esensi.
Kontra argue dimotori oleh Diaken Athanatius yg kelak akan menjadi Bishop Alexandria. Saat sidang sinode Alexandria (pertemuan bishop, penatua dan diaken),
paparan Arius ditolak dan dicap heresy dan selanjutnya Arius di-excominicate oleh Bishop Alexander dr Alexandria
Athanasius, Kontra argue tentang nature manusia dari anak, lahir, berubah dan menderita sehingga anak tidak setara Bapa.
Perubahan Anak, lahir, tumbuh, menderita dan mati, hanya dalam nature manusia-Nya, divine nature-Nya tidak. ‘Impassable’ – tak menderita, Tidak berubah (satu person dua nature: manusia dan divine). Doktrin trinitas dari Athansius mejadi doktrin gereja (katolik) sampai saat ini, ‘divine nature acquired human nature’
- ‘acquired’ sulit diterjemahkannya ke bhs Indonesia: karakter Allah membajak karakter manusia?” ‘menyerap?’ ‘menjajah?’. Istilah teknis yang dipakai penganut adoptionist adalah Jesus menjadi Allah Anak dengan diadopsi.
- When: yaitu sejak pembuahan ‘immaculate conception’
Simpulan Trinitas versi Arius, yaitu arianism yg didokumentasikan oleh musuhnya Diaken Athanasius yg kelak menjadi Bishop Alexandria:
Jesua adalah Allah, Son of God
Anak begoten: diciptakan dari ketiadaan
Son dciptakan: sehingga ada WAKTU sebelum diciptakan
Anak tidak co-eternal dg bapa. Ada WAKTU saat anak belum ada, dan saat itu Allah belum berstatus bapa, Allah bukan bapa.
Jesus menjadi anak Allah, diadopsi karena ketaatannya. (When: banyak varian: saat lahir, baptis mati atau bangkit)
Jesus recipient of life (bukan pemberi life)
Jesus recipient of Roh Kudus (bukan pemberi Roh Kudus)
Bagi Arius: trinity adalah hirearki dari divinity
Saat Jesus di adopt, dirasuki Roh Kudus, dia menjadi Anak Allah, Jesus adalah Allah (received divinity, acquired divinity), tetapi tidak setara, tidak sama level nya dg Bapa
Jesus; statusnya meningkat
Keesaan Jesus dg Bapa, adalah keesaan dlm kehendak
Son different substance dari Bapa
Saran (dr athanatius): heresy dan excommunicated: diusir.
------------------------
Satu ayat Yoh 1:1 bisa berbuah petaka demikian parah. Cap heresy ini dikukuhkan oleh Konsili Nicea AD 325 , yg mengukuhkan cap heresy atas paham Jesus adalah Allah versi arius dan excommunicate
Pertarungan terus berlanjut, seabad kemudian antara Nestorius dan Cyril.Mengusung pertarungan pendahulunya masing2 pada istilah teknis lainnya
Nestorius:
- Perawan Maria adalah Ibu Kristus, Ibu Juru Selamat (Christothokos), bukan Ibu Allah - Mother of God (Theothokos). Maria adalah ibu dari human nature, bukan divine nature.
- Jesus dan Allah : dalam segelas larutan: air dan minyak, satu kesatuan tapi ada dua nature
Cyril Alexandria
- Maria adalah Ibu dari Allah - Theotokos - immaculate conception
- Jesus dan Allah : dalam segelas larutan: air dan anggur, dicampur jadu satu tanpa bisa dibedakan.
-----------
Martin Luther diketahui menganut paham athanasius dan cyrril
--------
Jesus adalah Allah, ok ! Allah yg mana? technical term?