Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Kala

victorc's picture

Shalom sobatku,
Pagi ini saya mau berbagi sedikit refleksi saya tentang kala atau waktu, dengan harapan kiranya kita akan dapat belajar menghargai setiap menit waktu yang diberikan Tuhan. 

Apakah waktu itu?
Kala dalam kosmogoni masyarakat Jawa di masa dahulu adalah nama seorang dewa yang disebut Batara Kala yang merupakan dewa yang hobi merusak banyak hal. Saking takutnya maka masyarakat desa di jaman dahulu secara rutin mengadakan acara ruwatan untuk menolak bala yang didatangkan oleh Batara Kala. Dengan kata lain kala atau waktu dianggap sebagai perusak hidup manusia.
Demikian juga dalam persepsi Yunani kuno, waktu dapat dinyatakan dalam dua kata, yang satu chronos dan yang satu kairos. Seperti yang mungkin sudah kita dengar, chronos menyatakan waktu yang berurutan (yang kemudian membentuk kata kronologi), sementara kairos menyatakan waktu sebagai kesempatan. Yang menarik di sini adalah bahwa Kronos itu juga nama dewa yang merupakan ayah dari Zeus, Poseidon dan Hades, dan juga merupakan dewa yang suka merusak dan menelan anak-anak manusia, sampai akhirnya Zeus dan Hades mengalahkannya. lihat ref. (1)
Jika benar bahwa Kronos dapat disamakan dengan chronos, maka tampaknya dalam mitologi Yunani, orang zaman dahulu berpendapat bahwa kronos atau waktu itu suka menelan orang. Kini kita mungkin menyebutnya secara lebih santun dengan ungkapan: tertelan dalam pusaran waktu. Bukankah kita semua pada akhirnya tertelan dalam pusaran waktu dan menuju ajal?
Istilah pusaran waktu mungkin memperoleh makna yang tersendiri. Dari sudut pandang fisika, waktu terjadi karena revolusi bumi terhadap matahari secara teratur, yang disebut satu tahun (tidak persis sebenarnya). Jadi waktu berkaitan dengan gerakan benda planet, tanpa adanya gerakan maka tidak akan ada waktu. Lalu muncul pertanyaan filosofis: lalu siapakah gerangan yang menggerakkan bumi pertama kali beredar mengelilingi matahari dalam waktu yang senantiasa tetap? Ini yang disebut dengan pertanyaan tentang Prime Mover (penggerak pertama), dan iman kita mengatakan bahwa Bapalah yang menjadi penggerak pertama seluruh alam semesta dengan keteraturan yang sedemikian luarbiasa mirip detak jarum jam.

Bagaimana menggunakan waktu?
Kalau kita meneliti penggunaannya dalam Alkitab, kata waktu disebutkan 1000 kali dalam TB 1974 sebagian besar dalam PL. Sementara itu dalam PB kata waktu hanya disebutkan 48 kali dalam Matius dan 36 kali dalam Markus, dan tidak disebutkan dalam kitab-kitab lainnya. Salah satu ungkapan Yesus yang menarik tentang waktu adalah: karena orang-orang pilihan maka waktunya dipersingkat. (Mat. 24:22).
Apa maksudnya dipersingkat? Jika dimengerti secara harfiah, maka mungkin yang dimaksud adalah Tuhan berkuasa membuat suatu masa menjadi lebih pendek atau lebih panjang, demi orang-orang pilihan-Nya. Padahal siapa di antara manusia yang sanggup mempersingkat waktu? Bahkan para fisikawan pun tidak. O betapa mahakuasanya Tuhan. Tidak hanya itu, Ia juga mengatur waktu sedemikian rupa untuk kebaikan kita.
Lalu bagaimana sebaiknya kita menggunakan waktu yang diberikan Tuhan? Apakah perlu selalu bergegas dan terburu-buru?
Paulus menasihati: pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Ef. 5:16). Hal ini diulanginya dalam Kolose 4:5.
Apa artinya? Mungkin yang dimaksud adalah bahwa karena kita hidup di zaman di mana banyak orang meninggalkan Tuhan dan enggan bertobat, maka itu berarti semakin banyak kesulitan yang dihadapi orang yang mengaku percaya kepada Yesus. Artinya kita mesti hidup dengan bijak, khususnya dalam menggunakan waktu sedemikian rupa sehingga berdampak jangka panjang.
Hidup kita sangat singkat di bumi, mirip seperti rumput. Dan waktu terus berlari. Ungkapan latin mengatakan: "tempus fugit" yang artinya: waktu seperti terbang.

Penutup
Menutup renungan kita, izinkan saya mengutip sebuah baris dari puisi Rudyard Kipling yang berjudul If: "Seandainya engkau dapat mengisi setiap menit, dengan enampuluh detik lari jarak jauh..." Puisi ini saya baca pertamakali dalam buku berjudul Anak Perdamaian, yang mengisahkan tentang perjalanan seorang anak bernama Stanley yang tumbuh besar menjadi seorang misionaris yang tangguh di Irian Jaya. Putra dari Stanley itulah yang menuliskan buku tersebut.
Kutipan itu mengingatkan kita untuk menganggap setiap menit yang diberikan Tuhan begitu berharga, sehingga bukan saja kita mesti menghematnya tapi juga kita mesti belajar menggunakannya sedemikian rupa sehingga berdampak untuk jangka panjang. Yesus sendiri konon hanya melayani sekitar tiga tahun namun Ia hidup sedemikian rupa sampai memiliki dampak hingga dua ribu tahun kemudian hingga sekarang. Benar-benar teladan yang luarbiasa dalam menggunakan waktu!
Untuk direnungkan: sudahkah kita menggunakan waktu sebaik mungkin bagi kemuliaan Tuhan?

Tuhan kiranya memberkati Anda semua. Amin.

Jika Anda ada komentar dan saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

6 mei, pk. 5:37
VC

 

Ref. 

(1) "But Chronos does appear in the cosmogony of the sixth century BCE writer Pherekydes of Syros. Pherekydes posits three primordial deities: Chronos, proto-Zeus figure Zas, and proto-Gaia figure Chthonie." http://www.waggish.org/2013/father-time-chronos-and-kronos/

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.