pengembangan diri
Kristen Rohani Atau Kristen Duniawi?
Dunia roh, pelet, santet, dunia orang mati. Apakah semua itu nyata? Atau hanya sulapan dan tepu-tepu? Angin bertiup ke mana ia mau, dan kita mendengar bunyinya, tetapi kita tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan dunia roh, pelet, santet, dunia orang mati, dan yang lain-lain itu.
Pengajaran dan Peringatan
Pengajaran untuk membina diri kita. Peringatan untuk melindungi diri kita. Kalau kita hanya belajar dan belajar terus, namun mengabaikan peringatan (teguran, kritik, nasehat), kita bisa kehilangan apa yang sudah kita bina melalui pengajaran. Tak peduli seberapa hebat dan baiknya pengajaran itu sudah menjadikan kita hebat dan berhikmat.
Kemampuan Membedakan Secara Rohani
Apakah Anda ingin menjadi orang Kristen yang peka mendengar suara Allah? Yang dapat membedakan mana yang baik, yang benar, dan yang berkenan kepada Allah? Apakah Anda ingin tahu apa yang harus diputuskan ketika harus memilih? Dan bagaimana cara Anda mengambil keputusan? Apakah keputusan Anda didasarkan kepada prinsip-prinsip rohani atau pada prinsip-prinsip duniawi?
101 Cara Sederhana Untuk Berbuat Kasih :
Bulan Valentine adalah kesempatan bagi kita untuk mengisinya dengan perbuatan-perbuatan kasih setiap hari. Allah kita adalah Kasih, dan sebagai anak-anak-Nya, marilah kita mencoba memancarkan kasih-Nya, karena barangsiapa mengasihi sesamanya, ia tetap berada di dalam Terang. Semoga terang kita bercahaya di mana kita berada, supaya orang-orang melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita yang di sorga. Nah, ga usah yang sulit-sulit. Di bawah ini ada 101 ide untuk berbuat kasih.
Menanggapi Pujian
Pujian adalah semacam bentuk dorongan. Pujian mendorong kita untuk berupaya lebih lagi. Dr. Stanley menjelaskan, bahwa ketika kita dipuji, hendaknya kita menerimanya dengan besar hati tanpa melupakan jasa orang-orang yang telah membantu kita. Pujian yang berlebihan bisa mencobai kita sehingga kita menjadi sombong dan mengandalkan diri sendiri. Kita tidak akan menjadi sombong selama kita secara tulus membelokkan pujian itu kepada yang patut menerimanya.
MENANGGAPI KRITIK
Bagaimana respons kita pada saat :
-
Seorang rekan sekerja mempertanyakan pilihan baju yang kita pakai?
-
Seorang teman menantang motivasi kita membuat rencana memulai proyek baru penginjilan?
-
Pasangan kita mengekspresikan ketidak-senangannya terhadap perilaku kita ketika rekreasi bersama keluarga?
Apakah kita akan menganggap komentar-komentar seperti itu sebagai hal yang mengganggu, lalu kita bereaksi dengan kesal, bahkan dengan marah? Rasanya pasti sulit sekali ya mendengar orang mengatakan kita salah? Sadar atau tidak sadar ego kita akan mendorong kita untuk membela diri. Padahal cara kita menanggapi kritik itu merupakan ukuran bagaimana sebenarnya hubungan kita dengan Tuhan lho.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Mat 14:16
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Matius 14:30
Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya melakukan pelayanan ke seseorang yang melakukan seks bebas. Menarik buat saya ketika mendengar apa yang dikatakannya. Dia sudah pernah menggugurkan kandungan satu kali ketika dia masih kelas 2 SMU. Lalu ketika dia tingkat dua di sebuah universitas ternama, dia melahirkan bayi di luar nikah. Saya masih ingat ada pernyataan bahwa Tuhanlah yang salah karena dia sampai hamil. ”Tuhan tidak adil, mengapa saya hamil?”
Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara. Mazmur 9:19
By hai hai - Posted on Desember 5th, 2007
Saya memulai karir tampil di muka umum sejak kecil, jadi asisten penjual obat keliling di pasar, upahnya selain uang juga trik-trik sulap dan jurus-jurus bela diri, karena karir tersebut, saya nggak pernah dikompas (dimintai uang) lagi oleh preman pasar. Saya menjalankan karir itu dengan memakai topeng, agar mama tidak tahu, teman teman tidak tahu. Saya menjalani karir itu bukan karena kemauan sendiri, tetapi terpaksa menjalaninya sejak suatu hari setelah mengantarkan kueh ke toko yang memesan kue buatan mamaku, aku tertarik untuk ikut berkerumun menonton seorang tukang obat berbadan kekar dengan kumis baplang dan golok tersandang sedang memperagakan jurus-jurus bela dirinya dan sulap. tiba-tiba saja dia melotot padaku, satu-satunya china yang ikut nonton dan menarikku ke tengah lalu menghujani tubuhku dengan berkali-kali bacokan. Saya tidak sempat berteriak karena tidak menyangka apa yang akan terjadi. Anehnya, saya tidak merasa sakit sama sekali. Saya kebal. Dia lalu menyuruh saya mengedarkan obat kuat yang dijualnya. Ketika pertunjukan selasai, dia meberiku uang, Rp. 500, - cukup untuk membeli 20 mangkok bakso komplet.
By hai hai - Posted on Desember 3rd, 2007
Walaupun saya yang menulisnya, namun tulisan ini adalah 100% ajaran yang diajarkan oleh blogger Happy Lee kepada saya. Dia sendiri tidak menulisnya, karena baru belajar memakai komputer. Mungkin bila kemampuan komputernya cukup, nanti dia berkenan untuk membagikan bijaksananya kepada kita semua. Namun sebelum itu, baiklah saya menulis salah satu yang dia ajarkan kepada saya. Walaupun saya menuliskannya dengan kalimat-kalimat saya, namun semuanya adalah apa yang diajarkannya. Sudah puluhan tahun saya kenal Happy Lee, bahkan saya mengenalnya sejak kecil. Menurut Happy Lee, kita harus berterimakasih kepada orang yang kita tolong. apa yang diajarkannya sungguh melanggar apa yang selama ini kita pelajari dan yakini.
Dua minggu yang lalu, saya menunjukan amarah saya ketika saya sedang memberikan training di sekelompok orang. Mereka terlihat enggan mengikuti training, mereka saya rasakan tidak serius dan merasa terpaksa. Memang training yang saya adakan merupakan kewajiban bagi mereka.
Seorang teman mengirimkan email dengan menyertakan sebuah gambar. Di pengantarnya dituliskan gambar katak atau kuda, tergantung cara pandang kita. Saya pun membuka gambar tersebut. Secara sekilas saya lihat itu sebagai gambar katak. Tetapi kenapa bisa menjadi gambar kuda?
|