Submitted by
Andreas Priyatna
on
KECEWA
Aku tulis puisi ini dipersimpangan
Aku gontai di tengah kemapanan
Aku melarat di tengah kemakmuran
Aku nelangsa di tengah keramaian
Amarah merajalela di relung hati
Ketiadaan muncul di ujung kehidupan
Kusut pikiran mencabik tanpa henti
Hidup terhuyung terkoyak keadaan
Kebingungan mencuat di kabut ketakutan
Kejemuan menyesak tak kunjung pergi
Kini detik, menit, hari bukan lagi teman
Kekecewaan menyeret meratap diri
Wajahku tengadah di tengah ruang
Alun kematian mengalir di seluruh nadi
Tubuhku terbaring meradang terbuang
Tuhan...., kapan nafas ini berhenti....?