Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

"KESETIAN SEORANG WANITA"

esti's picture

 

Nama tengahnya Setyo,

Wajahnya waktu kecil sungguh manis seperti ibunya, makin remaja semakin manis dengan senyumannya yang malu-malu untuk menyembunyikan gigi gingsulnya, padahal gigi gingsul itu tidak mengurangi daya tarik dari senyumnya.

Aku menyayanginya seperti adikku sendiri, entah kenapa setiap melihat wajahnya selalu mengingatkanku pada almarhum kakakku yang sudah dipanggil Tuhan lebih dulu.

Ketika remaja aku meminta ijin ibuku untuk ikut aku dengan menjadi bagian dari keluargaku dan pindah sekolah di Jakarta. Selesai sekolah lanjutan atas dia mengambil kursus-kursus dan kemudian dia diterima bekerja di sebuah bank yang cukup terkenal di Jakarta berkat koneksi dari salah satu teman di gerejaku.

Dia bekerja dengan rajin dan tekun, berangkat pagi dan pulang malam hari, sayang dia tidak mau melanjutkan sekolahnya sehingga karirnyapun tidak bisa meningkat ke posisi yang lebih baik, dan dia cukup puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Meski begitu penghasilannya cukup untuk membiayai hidupnya, terkadang bahkan ada kelebihan yang bisa dipakai untuk membantu famili dan teman-temannya yang sedang kesulitan. Setyo juga rajin dalam kegiatan persekutuan kaum muda di gereja. Banyak pemuda baik-baik yang ingin mengajaknya berumah tangga, tetapi menurutnya belum ada satupun yang menyangkut dihatinya.

Memang ada beberapa pemuda yang pernah disukainya, tapi sayang mereka itu berbeda keyakinan, dan dia sudah berkomitmen untuk tidak akan menikah dengan pemuda yang tidak seiman.

Pernah salah seorang kakakku menegurku kenapa aku tidak mengajarinya bagaimana cara memikat seorang calon suami, karena dianggap aku cukup dekat dengan Setyo ini.

Akupun tidak terima dan menjawabnya meski diajari sampai bagaimanapun kalau anaknya tidak mempedulikan ya percuma saja.

Berkali-kali aku mencoba menolongnya dengan menganjurkan beberapa pemuda baik-baik untuk mendampinginya, tapi semuanya ditolaknya secara halus, akhirnya akupun berhenti untuk membujuknya.

Sampai usianya sudah kepala empat, barulah Setyo mulai berpikir untuk berumah-tangga, sebenarnya sudah telat, namun pada akhirnya dia menerima seorang duda beranak dua yang telah lama ditinggal mati oleh istrinya, yang kelihatan secara lahir sangat baik, maksudnya dalam sikap, tutur kata dan sopan-santunnya sangat menarik. Maka menikahlah Setyo dengan duda tadi atau sebut saja Nano(bukan nama sebenarnya).

Baru beberapa bulan menikah ketahuanlah belangnya si Nano ini, yaitu sebut saja tukang selingkuh dan tukang ngutang, sudah begitu memperlakukannya seperti pembantu.

Setyo harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan makanan buat suami dan anak-anaknya sebelum dia berangkat kerja, meski suaminya hanya memberi uang belanja yang minim, maka terpaksalah Setyo memakai uang dari hasil keringatnya sendiri untuk menutupi kebutuhan belanja.

Ketika kemudian terjadi masalah dikantornya dan ada tawaran buat para karyawan bank yang mau phk dengan pesangon yang cukup menarik, maka Setyo pun memilih menerima tawaran dan berhenti bekerja.

Setelah Setyo berhenti bekerja dan Nano mengetahui kalau Setyo mempunyai uang pesangon, maka berkali-kali Nano memintanya untuk dibelikan motor, ac, hp, dll. Setyo pun berusaha memberinya sebatas itu memang merupakan keperluan yang bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Saat Nano memintanya untuk melunasi mobil kijang cicilannya dan membayar hutang-hutangnya, Setyopun dengan tegas menolaknya.  

Saat pertama kali Setyo mengadu ke aku mengenai masalahnya dan juga mengadu ke famili yang lain, hampir semua kecewa dan bereaksi dengan menyarankan untuk meninggalkan suami dan anak-anak tirinya yang kurang ajar itu.

Anak-anak tirinya inipun sudah berani memaki ibunya jika ibunya tidak memberikan apa yang diinginkannya.

Tetapi apa jawaban Setyo ketika kami menyarankannya untuk pisah dengan suaminya ?

Dia bilang ”apa yang sudah disatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia”.

Lalu akupun menjawabnya  memang benar”, tapi itu kan bagaimana dulu karakter si suami, kalau suaminya memang sayang sama istri ya bolehlah seorang istri tunduk kepada si suami, lha kalau suami seperti suamimu yang amburadul itu kan malah bisa betul-betul membuatmu sengsara.

Aku sedih melihatnya seperti itu, wajahnya yang dulu ceria dan manis kini sudah kelihatan berubah menjadi layu dan bahkan menderita kiste diperutnya. Rupa-rupanya kesedihan dihatinya mempengaruhi kondisi tubuhnya. Aku yang selama ini sering menemukan beberapa teman yang suaminya pernah selingkuh, tidak pernah menyangka kalau orang yang saya kasihi akan mengalami hal yang sama.

Meski begitu Setyo dengan tekun memohon kepada Tuhan agar suami dan anak-anaknya menyadari kekeliruannya dan merubah kelakuannya yang tidak baik.

Rupa-rupanya dia hanya ingin curhat saja kalau menemuiku dan bukan untuk mendengarkan nasehat maupun saranku, dia sudah memilih jalan kehidupannya dan menerimanya dengan tulus dan ikhlas, hanya pada saat tertentu ketika dia merasa tidak sanggup dan memerlukan dukungan dia datang kepadaku.

Ketika hari minggu kemarin saat pagi-pagi di gereja untuk mendengarkan kotbah, kebetulan nats nya terambil dari Matius 16:22-23à

21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung  banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ” Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”

23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:Enyahlah Iblis, engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”.

Mungkinkah saranku ke Setyo itu termasuk Iblis yang berkedok” untuk membuat Setyo tidak mampu bertahan” dan melepaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai istri setia yang sudah disatukan oleh Tuhan dan diberkati-Nya”, untuk menolong suaminya (yang katanya termasuk aktivis di komunitasnya tetapi kelakuan dan tidak-tanduknya jauh dari firman Tuhan) berbalik serta mematuhi dan taat kepada Firman Tuhan.

Setyo tidak berhenti berdoa dan berharap pada Tuhan agar diberi kekuatan dan kemampuan untuk selalu bersedia mendoakan Nano agar Nano tetap termasuk dari bagian manusia yang diselamatkan dan segera bertobat.

Rupa-rupanya tidak sia-sia orang tuanya memberi nama Setyo, karena itulah yang menjadi karakternya.

 

 

Salam”   

 

ebed_adonai's picture

@esti: wanita hebat...

Salam kenal sebelumnya bu esti!

Salut terhadap kesetiaan bu Setyo, & simpati saya untuk segala yang dideritanya....Semoga Tuhan memberikan jalan keluar yang terbaik untuknya....

Tidak kok bu, anda bukan berkedok iblis. Saya kira, dalam situasi seperti itu, mungkin saya pun akan menyarankan hal yang sama. Siapa yang tidak kasihan melihat kondisi seorang wanita baik yang diperlakukan seenaknya seperti itu.

Bu esti juga menulis:

"...dan dia sudah berkomitmen untuk tidak akan menikah dengan pemuda yang tidak seiman..."

Salut dua kali untuk bu Setyo. Anda tidak menggadaikan iman demi jodoh, walau usia anda sudah lebih dari cukup untuk berrumah-tangga. Saya kagum dengan anda........

Shalom!

PS: Kenapa laki-laki seringkali menjengkelkan seperti itu?

(...shema'an qoli, adonai...)

__________________

(...shema'an qoli, adonai...)

sinar's picture

blog yg bagus

 

halo bu esti salam kenal anda menulis dg bagus saya terinspirasi:

 

The only fear is only fear itself

__________________

The only fear is only fear itself

esti's picture

@ sinar.... jd gr nih

Halo n salam kenal juga sinar,

senang sekali mengetahui bahwa anda terinspirasi dengan tulisan saya, jadi agak gr nih, pengin menulis lagi he..he..he..

Tuhan Memberkati"

Salam"

 

 

hai hai's picture

Setyo? Mengenaskan!

KEtika berumur 20-an, wanita berkata, "Siapa kamu?" Ketika berumur 30-an, dia berkata, "Siapa saya?" Namun ketika empat puluh menjemput, dia memutuskan, "Siapa saja!"

Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Apa yang tidak dipersatukan Tuhan bolehkah dipaksa satukan oleh manusia?

Bercerai tidak dosa, dosa adalah setelah bercerai lalu menikah lagi. Itu namanya berzinah.

Walaupun sangat memantangkan perceraian, namun umumnya orang-orang Kristen sangat menganggap ENTENG perkawinan. Itu sebabnya ketika hendak menikah mereka tidak berpikir panjang. Mungkinkah itu yang disebut Iman? Biar Tuhan yang mengatur segalanya. Bila Tuhan tidak peduli untuk apa kita pusing? Saya termasuk salah satunya. Untung saya diberi hati yang bijaksana dan kesempatan untuk mengubah semuanya.

Are you Ready for love? Is he/she ready for love? Itulah yang selalu saya tanyakan ketika anak-anak muda minta nasehat ketika jatuh cinta atau ketika bercinta. Sebagian besar dari anak-anak muda itu menentang apa yang saya ajarkan, namun itu nggak apa-apa, karena dengan ngobrol dengan saya mereka tahu apa yang SEHARUSNYA.

Are you ready for Maried? Is he.she ready for Maried? how much you know him or her? Apa harapan kamu dari pernikahan? Itulah yang selalu saya tanyakan ketika orang minta nasehat saya tentang pernikahan mereka. umumnya mereka bilang saya paranoid dan tidak percaya bimbingan Tuhan dan rencana Tuhan. Namun tidak apa-apa, karrena minimal, setelah ngobrol dengan saya, mereka tahu apa yang SEHARUSNYA.

Ketika kehidupan perkawinan menjadi kacau dan orang-orang minta nasehat kepada saya. Nasehat pertama saya adalah cerita, "Ketika anda naik pesawat, pramugari akan mengajarkan. Bila menghadapi bahaya yang harus anda lakukan adalah menyelamatkan diri anda dulu sebelum berusaha menyelamatkan orang lain. Kenakan masker oksigen dulu sebelum anda membantu orang lain mengenakannya. Kenakan pelampung dengan sempurna dulu sebelum anda membantu orang lain mengenakannya. Anda harus SELAMAT alias AMAN dulu sebelum berusaha menolong orang lain." umumnya mereka menyebut saya EGOIS dan tidak punya IMAN. Nggak apa-apa, karena minimal mereka tahu apa yang SEHARUSNYA.

Menurut saya, Setyo memulai pernikahannya dengan cara yang salah dan menjalani pernikahannnya dengan cara yang salah serta mengatasi masalah perkawinannya dengan cara yang salah. Apabila dia sudah memutuskan untuk terus menjalaninya dengan cara yang salah bahkan menipu diri sendiri bahwa itulah salib yang harus dipikulnya, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa agar Tuhan sendiri yang bertindak. Kita juga boleh menghibur diri dengan mengatakan, "Bila Tuhan saja tidak bertindak, untuk apa saya merepotkan diri?"

SEjak lama, Li (kesusilaan) percintaan dan pernikahan Kristen tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar. Mungkin itu terjadi karena para pendeta sendiri bermasalah dengan kehidupan pernikahan mereka.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

esti's picture

@ Hai-hai.....Bagaimana bisa..."

Hallo Hai-hai lama nggak menyapa,

Seperti biasanya saya memang mengharapkan komentar anda, dan saya pun sudah bisa mengira-ngira kalau komentar yang akan saya terima kira-kira  seperti itu.

Anda menulis :

KEtika berumur 20-an, wanita berkata, "Siapa kamu?" Ketika berumur 30-an, dia berkata, "Siapa saya?" Namun ketika empat puluh menjemput, dia memutuskan, "Siapa saja!"

Tulisan anda ini sebenarnya bukan cuma ditujukan kepada kaum wanita lho, soalnya bisa juga ditujukan kepada kaum pria.

Menurut saya setiap orang mempunyai kriteria-kriteria tertentu untuk menentukan siapa yang nantinya bisa mendampinginya selama kehidupannya didunia ini, oleh sebab itu ada yang bisa cepat mengambil kesimpulan dan kemudian memutuskan untuk cepat-cepat berumah tangga, tetapi ada juga orang yang penuh pertimbangan didalam mengambil keputusan tersebut.

Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut rencana Tuhan, maksud saya sebagai orang beriman kita tetap mengimani bahwa manusia boleh berencana tetapi Tuhan yang menentukan.

Selanjutnya anda menulis :

Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Apa yang tidak dipersatukan Tuhan bolehkah dipaksa satukan oleh manusia?

Anda memutar ayat tersebut agar bisa menemukan makna dan manfaat yang lebih dalam dari maksud yang sebenarnya untuk apa dan ditujukan kepada siapa ayat ini ditulis.

Sebagai manusia awam yang mayoritas tidak mempunyai karunia nubuatan bagaimana kita bisa mengetahui bahwa pernikahan kita ini kehendak Tuhan atau kehendak kita manusia.

Kita pernah membaca ayat yang mengatakan bahwa bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang  memilih kamu.

Ketika manusia belum terjatuh kedalam dosa maka kepada manusia masih diberikan otoritas mutlak untuk menentukan pilihan dan memakai akal budi dengan bebas, tetapi ketika kakek adam dan nenek hawa sudah jatuh kedalam dosa kita semua tidak bisa lagi menentukan pilihan dengan sempurna.

Apa yang kelihatan baik, indah, pandai, bijaksana secara kasat mata atau menurut pandangan manusia yang berdosa terkadang juga merupakan kejijikan dan kebodohan di mata Tuhan.

Selanjutnya anda menulis:

SEjak lama, Li (kesusilaan) percintaan dan pernikahan Kristen tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar. Mungkin itu terjadi karena para pendeta sendiri bermasalah dengan kehidupan pernikahan mereka.

Saya mengartikan tulisan anda ini seolah-olah ada ketimpangan dari ajaran yang ada, yang disebabkan bahwa pendetanya sendiri bermasalah.

Menurut saya ajaran mungkin ada, tetapi pengajaran yang baik pun belum tentu bisa menjamin dapat mengubah sikap-hidup seluruh  jemaat maupun pengajarnya sendiri.

 

Saya senang belajar menulis disini karena bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari saudara seiman yang memahami firman Tuhan dari segi yang lain, sehingga makin menambah wawasan dalam menjalani kehidupan beriman kita sebagai orang percaya.

Tuhan Memberkati”

 

Salam

  

 

esti's picture

@ebed_adonai... Terima kasih...

Salam kenal balik Ebed (bapak or ibu),

Terima kasih atas simpatinya, nanti saya akan sampaikan ke Setyo, mudah-mudahan dia

Bisa lebih sadar dan kuat untuk mengatasi masalah dalam rumah tangganya.

Anda mengakhiri komentar anda dengan pertanyaan :

PS: Kenapa laki-laki seringkali menjengkelkan seperti itu?

Kalau yang ini saya tidak tahu pasti, mungkin saja sudah menjadi nalurinya he..he..he..

Disini banyak laki-laki yang baik, mudah-mudahan bukan hanya secara lahiriah saja, karena Nano pun dikenal sebagai aktivis yang sangat baik di komunitasnya, bahkan ketika Setyo menceritakan permasalahannya dan mengharapkan dukungan dari ibu gembala, malahan dari nasehatnya tersirat seolah-olah menuduh bahwa hutang-hutangnya itu ada setelah menikah dengan Setyo, kalau soal selingkuh itu, seharusnya Setyo sebagai istri lebih introspeksi untuk membenahi diri supaya tetap menarik di mata suaminya.

Entah ibu gembala macam apa yang seperti itu, seolah-olah laki-laki boleh selingkuh jika istrinya sudah tidak menarik lagi.

Menurut saya laki-laki selingkuh ya karena itu tadi ”insting” meski istrinya secantik apapun, kalau ada wanita lain yang punya daya tarik yang berbeda dari istrinya ya tetap bisa saja membuatnya mabok kepayang.

Tapi kembali lagi kepada pribadi orang tersebut, kalau seseorang itu cukup dewasa secara spiritual dan cukup tinggi tingkat kecerdasan emosionalnya, pasti dia punya kemampuan untuk mengontrol” instingnya, sehingga bisa disebut pria yang terhormat bukan hanya secara lahir tetapi luar dan dalam berkarakter seperti layaknya orang yang beriman”

Saya kok jadi malah ngelantur ya...baiklah Ebed Tuhan memberkati ”

Salam”

 

ebed_adonai's picture

@esti: tidak ngelantur kok bu...

Bu Esti, mengenai pertanyaan di akhir komentar saya (omong-omong saya laki-laki lho bu, asli, hi..hi..) itu, saya akui mungkin saya agak sedikit terbawa perasaan. Apalagi kedua buah hati saya juga perempuan.

Dalam perjalanan hidup saya, saya banyak melihat peristiwa semacam itu. Terakhir ada seorang ibu, yang pernah mengasuh saya semasa kecil, sehingga saya anggap sebagai ibu saya sendiri. Nah, ibu ini ditinggal oleh suaminya untuk kawin lagi. Tatkala saya mengunjungi beliau, sambil terisak-isak ia menunjukkan surat dari suaminya yang menyatakan kalau suaminya itu mau kawin lagi. Saya sampai tidak bisa berkata apa-apa menyaksikan hal itu.

Tapi bu Esti benar, bahwa tidak semua laki-laki seperti itu, dan masih sangat banyak laki-laki yang setia,.....ya,.......seperti saya ini.....

Shalom!

(...shema'an qoli, adonai...)

__________________

(...shema'an qoli, adonai...)

joli's picture

Setyo wanita ruar biasa

Dear Esti..

Sudah lama tidak turun gunung, ternyata begitu buka kios, bawa dagangan berkwalitas yahud,... wow.. berguru ke mana neh.. ?? kayaknya sepadepokan ama Purnomo ya?.. mau ikutan..ah..

Setelah Setyo berhenti bekerja ................Nano memintanya untuk dibelikan motor, ac, hp, dll. Setyo pun berusaha memberinya sebatas itu ...........Saat Nano memintanya untuk melunasi mobil kijang cicilannya dan membayar hutang-hutangnya, Setyopun dengan tegas menolaknya. 

Setyo, ketika memilih mengakhiri masa lajang-nya untuk menjadi penolong seorang duda beranak, pastilah sudah memikirkan suka-dukanya. Setyo adalah cerdas, melihat cara Setyo mengelola keuangan-nya dan berani tegas menolak bila suaminya kebablasan.

Setyo, wanita yang tegar dan kuat, bila dia bercerita dan sambat kepada sahabatnya bukan berarti dia mau menyerah, tetapi sebenarnya dia hanya ingin beristirahat sejenak melepas lelah, untuk bangkit kembali mengangkat beban hidupnya..

Jadi teringat sahabatku yang juga hampir sama dengan Setyo, memutuskan menikah di usia matang dengan duda beranak, menikah dengan membawa kegadisan dan tabungannya, untuk modal mengarunghi rumah tangga yang diidamkan. Namun sayang.. beban  yang ditanggung seumur hidupnya.. menjadi pelayan suami, di benci anak-anak tiri, menjadi tulang punggung keluarga.. bekerja membanting tulang hingga mencari hutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga barunya.. Ketika bercerita kepadaku tetang kisahnya, dan ketika kutanya apakah dia bahagia.. sahabatku menjawab, dia suka melakukannya.. bertahun-tahun.. mengabdi dengan mengasihi..

Hingga suatu saat, penyakit kankernya mengerogoti tubuhnya, sudah tiada daya dan dana.. ketika bercerita kembali kepadaku.. apakah dia bahagia di keluarganya.. sahabatku menjawab.. ya dia suka melakukannya dan bahagia bersama suami dan anak-anak tirinya..

Wanita memang aneh.. kelihatan lemah namun kuat luar biasa, kelihatan lemah namun bila sudah berkemauan untuk menjadi penolong suami dan anak2.. beban seberapa beratpun ditanggungnya untuk memenangkan hati dan jiwa seluruh keluarga..

Wanita memang aneh.. meski kelihatannya sengsara.. namun itulah kebahagiaannya..

Cerita tentang sahabatku pernah kutulis di SS klik (ibu Lea the winner)

Esti, just usul aja untuk Setyo si wanita luar biasa.. untuk mengelola  uang sisa pesangonnya dengan bijak.. untuk keperluan mendesak misalkan sisihkan untuk biaya berobat kista-nya. Bila tabungan disimpan di rumah akan di titilin (diambilin dikit-dikit), supaya aman maka bisa juga buku tabungan di simpan di save deposit box, atau di titip ke saudara yang dipercaya.

Salam untuk Setyo ya..

@Esti .. ditunggu tulisan berikutnya :)

 

 

 

esti's picture

@Joli...Wanita aneh..."

Dear Joli,

 

Aku beneran kangen lho sama kamu, he..he..he.. bukan berarti kemaren2 itu gak beneran, kayaknya sudah satu tahun ya sejak pertemuan yang pertama, tapi kamu makin ok saja bahkan bisa dikatakan semakin meningkat dalam mengekspresikan kelihaian untuk merangkai kata-kata.

Sebenarnya aku juga pengin, tapi semester ganjil yang lalu aku menguli (iki bosone wong mbogor yo) dari senin – mgg, masih ditambah yll n dsb. Aku saktemene wis banyak bikin konsep dagangan, tapi ya itu tadi tiap mau tak jual .. eh eh .. kok ketoknya gak mumpuni, akhirnya kumasukin ke gudang lagi.

Sekarang bagaimana kamu bisa mendeteksi nek daganganku niru-niru daganganane mas sepur”.... enak saja... bagusan juga punyaku he..he..he.. tetapi itupun kalau yang belinya di stasiun jadi agak terburu-buru gitu...

Kembali lagi ke laptop …. kayak mas Was aja ya....

Ternyata temanmu juga mengalami hal yang sama dengan Setyo ya?, padahal dulu waktu masih gadis ada beberapa pemuda baik-baik yang sampai memohon-mohon ke aku untuk membujuk Setyo supaya mau menerima cintanya.

Terkadang aku iseng juga dan menggodanya: coba dulu kamu terima lamaran si ini, si itu, gak kayak begini deh naziiibmu...

Tapi dia malah menjawab : mungkin juga bener kata mbak ”ES”, tapi bukankah aku bisa menjadi istri yang ”belagu” dan itu membahayakan pertumbuhan imanku, bisa-bisa aku malah kehilangan harta sorgawiku  ..... we ladalah kok malah aku sing diceramahi arek cilik iki .....(batinku nggrutu)

Bu Joli menulis:

Wanita memang aneh.. kelihatan lemah namun kuat luar biasa, kelihatan lemah namun bila sudah berkemauan untuk menjadi penolong suami dan anak2.. beban seberapa beratpun ditanggungnya untuk memenangkan hati dan jiwa seluruh keluarga..

Wanita memang aneh.. meski kelihatannya sengsara.. namun itulah kebahagiaannya..

Aku menimpali:

Betul sekali tulisan anda ini bu, untung kita tidak menjadi terlalu aneh, meski cukup aneh tapi gak kelewatan ya bu.

Saya rasa itu merupakan sisa-sisa kebanggaan dari sekelumit penyesalan karena nenek hawa dulu telah mendahului kemudian mengajak dan menyebabkan kakek adam ikut-ikutan makan buah terlarang.

Baiklah ibu yang cantik, manis, ramah, baik hati dan tidak sombong mengenai usul anda untuk membuka deposit box itu memang sudah dilakukannya, kan dia bekas karyawati bank juga.

  

Ok Joli, Tuhan Yesus Memberkati”

 

Salam”

 

esti's picture

@Ebed .... pasang iklan lah"

Allow kang Ebed, (kyknya biar akrab ya)

 

Nama anda mengingatkan saya ke penyanyi Ebit Gede, mungkinkah anda juga punya suara merdu seperti suaranya.

Meski anda tergolong pria, rupanya anda tidak sepaham dengan para pria yang sering mengumbar instingnya, bahkan kelihatannya malah merasa cukup prihatin.

Saya merasa bersyukur mengetahui masih banyak pria baik-baik yang bisa menjadi pendamping para wanita yang memang membutuhkan kasih sayang, apalagi kalau mau membagi resepnya agar bisa menyadarkan para pria yang sudah terlanjur umbar-umbaran kembali ke alamnya”

Kayaknya anda mesti pasang iklan yang cukup mengundang ....

”TIDAK SEMUA LAKI-LAKI .... CONTOHLAH ... AKU ... INI”

Ok kang, Tuhan Memberkati”

 

Salam”

 

Purnomo's picture

Mbakayu Esti, memang menjengkelkan

 

Saya tidak bermaksud kurang ajar kepada “tiang sepuh”nya Sabdaspace ini jika mengatakan Mbakayu Esti menjengkelkan. Dasarnya?

 Pertama, panggilan ‘Mbakayu’

Mengapa Esti menghilang begitu lama? Karena dia sebel dipanggil ‘Simbah’ atau ‘Oma’. Dia sudah lama bilang “ . .  padahal saya mbak esti (sekali2 panggil mbak nape?) . .  .” di blognya  Clara Anita “Hua.. hantu!!” 27.05.2008.

 Waktu saya membantu persekutuan lansia di gereja membuatkan kartu anggota, ada beberapa eyang putri yang saya tanyai tentang paspotonya. Lha wong umur sudah 71 tahun kok yang disetorkan fotonya waktu umur selikur (21), yang masih kinyis-kinyis. Ada yang mau menukarnya dengan foto masa kininya setelah dijanjikan uang pengganti ongkosnya. Ada yang tetap ngotot tidak mau. Bahkan ada satu simbah yang menunjukkan KTP-nya yang fotonya waktu ia berumur 20-an tahun. “Lurah sama camatku saja tidak rewel,” begitu dia mengomel. Ya sudah, saya kalah.

 Anda tahu apa kesamaan para eyang putri (yang lelaki tidak ada) ini? Saya terpesona melihat foto-foto mereka. Mereka pernah mengalami jadi gadis yang betul-betul cantik. Mereka tidak bisa melupakan masa-masa indah itu.

 Dulu, saya masuk ke sebuah toko di seberang terminal bis Gondomanan Jogja dan memanggil pemiliknya “tante”. Walaupun persediaan barangnya tinggal sedikit, ia tidak mau mengambil tambahan barang dari saya. Dari buku catatan penjualan, saya tahu toko ini tidak pernah absen membeli. Walaupun saya desak, tante ini menolak. Keluar dari toko saya tanya Salesman yang mendampingi saya dan akan saya gantikan tugasnya, mengapa? Dia minta maaf. Dia lupa memberitahu saya untuk memanggilnya “encik” karena tante ini masih gadis. Astaga! Satu bulan encik ini tidak mau mengambil barang saya walaupun sudah saya panggil “cicik”. Ia membeli dari toko lain. Semenjak kejadian itu saya lebih suka memanggil langganan perempuan saya dengan sapaan ‘mbak’ atau ‘encik’ yang ternyata membuat saya mudah menjual.

 Jadi, bagaimana bila kita memanggil sesepuh kita ini dengan sapaan ‘Mbakyu’ atau ‘Mbakayu’ (kakak yang cantik)? Bukan karena Mbak Esti masih gadis. Tetapi dengan menyapanya “Mbakyu” dia tidak lagi mogok merenguti kita selama setahun, dan – ini yang lebih penting – energi masa mudanya kembali lagi untuk menulis buat kita. Ssst, ada titipan sponsor, ‘stok tulisan Mbak Esti sudah menumpuk di lemari makannya’.

 Kedua, sesama supir boleh mendahului

Dulu dalam bis ada tulisan “sesama supir dilarang mendahului”. Sekarang tidak ada karena kalau tidak saling mendahului tidak dapat setoran.

 Saya setuju statement Mbak Esti, “bagaimana kamu bisa mendeteksi nek daganganku niru-niru daganganane mas sepur.... enak saja... bagusan juga punyaku he..he..he..” Tidak meniru, hanya mendahului. Saya cerita tentang Cinta Pertama, Mbak Esti cerita tentang Cinta Terakhir. Setelah cinta pertama, karena saya tidak bisa meneruskan ke cinta terakhir, saya mau belok ke ”menyiasati cinta perempuan”.

 Misalnya?

 Bukankah Nano menyiasati cinta Setyo? Mengapa Nano berhasil? Karena di bawah sadar Setyo menyimpan mitos ’seorang perempuan harus menikah dan punya anak agar tidak sial’. Kasus yang sama juga sedang terjadi di depan mata blogger Noni.

 Seorang famili saya yang masih muda dan cantik rupawan saat ini ada di Hongkong menjadi TKW meninggalkan 2 orang anaknya yang balita dan batita dan suaminya untuk membayar hutang-hutang keluarganya. Saya jengkel karena yang berangkat sepantasnya si suami. Tapi saya tidak bisa ikut campur. Ini urusan internal keluarga mereka.

 Mario Teguh Sang Supeellllllll (yang cedal jangan tersinggung) pernah berkata, “Cinta dan kecintaan adalah pengaya yang sesungguhnya.” Benar juga ya.

 Sebaliknya, perempuan juga bisa menyiasati cinta lelaki. Saya tidak mau memberi contohnya karena ini kaplingnya Joli yang makin trampil within this area. Tunggu kiriman pasak bumi Banjarmasin dari Overclocker yang mudah-mudahan tidak merubah nick name menjadi Overlocker.

 Sekian dulu pidato saya untuk menyambut kembalinya tiang sepuh Sabdaspace.

Wasalam.

 

maria_esy's picture

Setyo, wanita super

salam kenal bu Esti. Saya baru gabung di komunitas ini. Malu-malu nih mau komen..... 

Saya trenyuh dan tercekat membaca tulisan anda.  Kesetiaan mbak Setyo kepada Tuhan masih diuji dengan belajar tetap setia dan sabar saat mendapat pasangan yang ternyata berbeda dengan impian dan harapannya. Pasti beliau sebelumnya juga bergumul mencari kehendak Tuhan sebelum memutuskan menikah dengan pilihannya. Saya yakin tidak mudah untuk mengambil keputusan tetap mengasihi ketika orang yang dicintai menyakitinya. Semoga saat saya menulis ini mbak setyo sudah mendapat buah manis atas kesabaran dan kesetiaannya. Dan Saya berharap jika Tuhan ijinkan saya menikah-meski kata manusia terlambat karena hampir kepala empat- saya mendapatkan pasangan yg bisa menghargai dan mengasihi saya. Doakan ya, bu.  Salam saya buat mbak Setyo. 

Salam.

Tuhan memberkati.

Melvin Silitonga's picture

@maria Esy

Maria Esy:

Dan Saya berharap jika Tuhan ijinkan saya menikah-meski kata manusia terlambat karena hampir kepala empat- saya mendapatkan pasangan yg bisa menghargai dan mengasihi saya.

Melvin:

Tidak ada kata terlambat karena Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya (Pengk. 3:11).

Pada saat ini banyak para single yang merasa sudah jatuh tempo (emangnya apa..?) akhirnya harus mengambil keputusan yang terburu2 dan cenderung mejadi salah, karena takut ntar ketuaan atau dibilang tidak laku... (wow kayak barang dagangan aja nih). Akibatnya banyak dari antara mereka harus menuai hal2 yang tidak seperti yang dibayangkannya sebelumnya. Dan banyak juga diantara mereka yang akhirnya menjadi kecewa dan menjauh dari Tuhan.

Ada teman saya bilang, bahwa dalam memilih pasangan hidup sama pentingnya dengan memilih untuk percaya dan terima Yesus. Karena hal ini akan mengikutinya seumur hidup.

Oleh karena itu, menurut saya (bagi para single nih.., yang dah laku jangan lagi yach..) biarkan aja Tuhan bekerja menurut waktuNya, karena Dia paling tau mana yang terbaik buat kita.

Untuk Mbak Esti, salam kenal, maklum saya ini adalah seorang yang kesasar di tempat yang indah.

__________________

Di dalam Dia tersembunyi segala Harta Hikmat dan Pengetahuan
God bless u
Melvin