Submitted by hiskia22 on

Saya menuliskan blog ini bukan karena saya menantang @Deta,.Tapi saya menuliskan blog ini hanya sebatas pemahaman saya. Karena doktrin Allah Tritunggal sebenarnya masih suatu rahasia yang besar. Kita yang mengertinya sekarang hanya mengerti sebagian kecil saja. Dan apabila konsep saya salah dan sesat, maka saya akan merubah konsep saya.

Mungkin sudah banyak blog di SS ini yang membahasnya. Blog ini hanya sebagai proses pembelajaran saya di kemudian hari ( Dengan banyaknya masukan – masukan dari saudara – saudara di SS ini )

Allah tritunggal.

Ketika kita diperhadapkan pada kata - kata tritunggal, banyak sekali kerancuan yang ada di pikiran kita. Apakah Allah tritunggal itu adalah satu Allah tetapi terdiri dari 3 pribadi ( Bapa, Anak dan Roh Kudus ), Atau 3 Allah ( Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus ) tetapi ketiganya adalah Esa ( satu ).

@Hiskia22 mengatakan bahwa Allah tritunggal itu satu Allah dengan 3 pribadi. Silahkan klik di sini.

@Deta mengatakan bahwa Allah tritunggal itu 3 Allah tetapi hakekatnya adalah satu. Silahkan klik di sini.

Kekristenan jelas - jelas menganut paham monotheisme. Hanya ada satu Allah, seperti yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul-Nya.

1. Markus 12 : 29  Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Ajaran ini mengutip dari Ulangan 6:4

2. 1 Korintus 8 : 4  Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

Dari kata - kata Esa, kita tidak dapat lagi mengelak lagi bahwa Allah benar – benar Esa. Allah itu satu. Tidak ada Allah yang lain. Seperti yang tertulis di dalam ( Yesaya 45 : 21 )

45:21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Karena itu ketika pada zaman pra ada, ketika semua belum tercipta, ketika semua belum terbentuk, di alam semesta ini hanya ada 1 Allah. Tidak ada Allah yang lain.


Pada zaman sekarang banyak penjelasan tentang Allah Tritunggal yang justru membingungkan umat Kristen. Seperti banyak yang menerima penjelasan bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus itu memang tiga pribadi yang terpisah, namun dikatakan satu hakekat-Nya. Di sini Keesaan Allah lebih dititik beratkan pada hakekat-Nya, bukan kepada pribadi Allah itu sendiri.

Jadi kalau mau kita telusuri di dalam perkembangan selanjutnya, pengertian di atas menghasilkan istilah yang ada sekarang ini yaitu Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus. Ke tiga Allah yang setara dan sehakekat.
Singkatnya yaitu ada 3 Allah tetapi setara dan sehakekat. Jadi di zaman pra ada, sebelum dunia diciptakan, sebelum semua dibentuk, ada 3 Allah yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh kudus, dan satu hakekat-Nya.


Teori ini dapat kita lihat di sekolah – sekolah theologia yang membahas ke tiga pribadi ini secara terpisah. Allah Bapa dibahas di dalam Theology ( The doctrin of God ), Allah Anak dibahas di dalam Christology dan Allah Roh Kudus dibahas di dalam Pneumatology.

Tetapi perlu kita ketahui apakah ini Alkitabiah ? Tentu saja tidak Karena tidak ada sebutan untuk Allah Anak ( Ibrani : Elohim Ben ), ataupun Allah Roh Kudus ( Elohim Ruach ) di dalam Alkitab. Yang ada adalah Anak Allah ( Ibrani : Ben Elohim ), ataupun Roh Allah ( Ibrani : Ruach Elohim ).

Apabila ajaran Allah Bapa, Allah Anak Dan Allah Roh Kudus ( 3 Allah yang sehakekat ), kita samakan dengan agama polytheisme, maka kita akan menemukan kesamaan yang sangat jelas. Misalnya Tritunggal ( 3 Allah yang sehakekat ) sama dengan ajaran trimurti dalam agama Hindu. Tritunggal ( 3 Allah yang sehakekat ) sama dengan ajaran trikaya dalam agama Budha. Ataupun ajaran tritunggal ( 3 Allah yang sehakekat ) sama dengan ajaran Tripurusa dalam ajaran pangestu kejawen. Bahkan ajaran tritunggal ( 3 Allah yang sehakekat ) sama dengan ajaran dewa – dewa triad dalam agama kafir di Mesir, Babilonia, Yunani dan Romawi.

Secara tidak langsung pencetus teori Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus sedang membawa alam pikiran kita kepada ajaran polytheisme.

Karena itu, apa maksud dari Yesus mengajarkan bahwa Allah itu Esa ? Mari kita meminjam kamus orang Yahudi. Yaitu Allah itu Esa. Allah itu satu. Tidak ada Allah yang lain ( monotheisme ).


Mari kita kembali ke Alkitab.
Pada saat penciptaan ( Kejadian 1 : 1 ) dikatakan “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”

Di dalam kejadian 1 : 1 ini hanya ada 1 Allah yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimana Allah mencipta ? Tentu saja dengan cara berfirman. Dan jadi. Dan Roh Allah melingkupi / memberkati ( Kejadian 1 : 3 )

Dalam kisah penciptaan, kita melihat bahwa Firman Allah dan Roh Allah tidak terpisah dari Allah. Firman itu adalah milik Allah sendiri, Dan Roh Allah itu milik Allah sendiri.

Gaya bahasa yang membuat kita gampang mengerti yaitu didalam Yohanes 1 : 1 - 3   Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.


Firman itu sudah ada sejak kekal bersama – sama dengan Allah. Firman itu tidak diciptakan. Karena Firman itu sendirilah sang pencipta ( Bandingkan dengan Mazmur 33 : 6 )  Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.

Mari kita baca di dalam Yohanes 1 : 14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang pada mulanya ( Kejadian 1 : 1 ) yang digunakan Allah untuk mencipta, telah menjadi manusia. Firman Allah ( dari 1 Allah ) inilah yang kita kenal dengan nama Yesus Kristus. Firman ini keluar dan datang dari Allah ( Yohanes 8 : 42 )  Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Kata keluar, menunjukkan bahwa Firman Allah itu pada zaman pra ada berada di dalam Allah. Bukan berdiri sendiri ( Di luar Allah ). Proses keluar dari Allah inilah yang disebut sebagai Anak Allah.

Ketika berada di dalam rahim Maria, Firman Allah ini mendapatkan tubuh jasmani, dan dilahirkan oleh Maria. Inilah yang disebut sebagai Anak Manusia.

Demikian pula tentang Roh Kudus. Roh Kudus ini adalah Roh Allah sendiri . Hidupnya Allah sendiri. Dan Roh ini tidak terpisah dari Allah. Roh ini berada di dalam Allah ( Yoh 15 : 26 )  Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Kata keluar inilah yang menunjukkan bahwa Roh Allah pada zaman pra ada berada di dalam Allah. Tidak berdiri sendiri ( Diluar Allah )

Jadi Allah adalah Allah yang Esa ( 1 Allah / monotheisme ). Dan Allah yang monotheisme ini adalah kesatuan dari Bapa , Firman Allah ( Anak ) dan Roh Kudus ( Roh Allah ).

GBU