Submitted by Tante Paku on

     DATANGLAH dikau ke Solo, kami akan menemanimu, begitu kira-kira yang bisa kami katakan bila ada Blogger SS yang berkunjung ke Solo. Tentu saja semuanya harus lewat koordinator kami yaitu Joli, yang selalu siap menyambutnya dengan segala kelonggarannya. Karena sesama pedagang Pasar Klewer harus bisa terjalin hubungan penuh kasih di dunia maya maupun dunia nyata agar tidak tersesat di dunia lain yang penuh uji nyali itu.

     Salah satu Blogger SS baru yang menyatakan akan berkunjung ke Solo yaitu Myt, setelah sebelumnya berbincang lewat kotak ijo bersama blogger Vin dan Ari thok untuk menggali informasi. Keputusan pun segera diambil, Myt bersama rombongan besarnya berangkat untuk berlibur ke Solo sekalian ingin bertemu dengan beberapa Blogger yang sebelumnya dikenal cuma lewat tulisan dan komentarnya saja.

     Rombongan Myt cukup besar, kurang lebih 10 orang, ada Aa, Teteh, Dedeh, Nenek, Kakek, Cucu, Ibu, Adik, dan masih banyak lagi. Mereka menginap di Rumah Turi dan pada petang tanggal 21 kami bertemu di rumah Turi. Myt terkaget ketika bersalaman dengan Tante Paku yang dikira sudah "tuwir" ternyata masih "cantik" mempesona, sampai bersalaman dua kali saking senengnya hihihi.....

     Tak lama kemudian Joli muncul melengkapi pertemuan ini dan rombongan pun ingin segera mengisi perut di GALABO (Gladak Langen Bogan) tempat khusus berbagai makanan khas Solo digelar. Maklum musim liburan lebaran, jalan penuh, parkir full, kami sebetulnya dapat tempat duduk yang cukup, tapi berhubung bapak Walikota Jokowi dan wakilnya Rudy datang bersama rombongan, kami pun mengalah dengan penuh kasih.  Bagaimanapun juga pak Jokowi inilah penggagas adanya tempat GALABO ini, beliau memang walikota yang penuh inovatif.

     Kami berbincang seru dengan Myt, maklumlah sesama "perempuan" kalau bertemu pasti seru ceritanya, dari mulai kegiatan kami di dunia nyata sampai membicarakan Blogger lain yang Myt ingin tahu. Perbincangan kami memang tidak berlangsung lama, karena besok paginya mereka mau berwisata ke Tawangmangu, mereka butuh istirahat yang cukup. Mungkin lain waktu jika Myt datang lagi ke Solo bisa lebih leluasa berbincang tentang banyak hal tanpa sungkan dengan rombongan yang lain.  Kami pasti akan menantinya.

     Tanggal 22 malam berikutnya, kami kedatangang rombongan Blogger yang juga dari Jakarta, ini termasuk blogger senior di SS  , blognya aja sudah 158 tulisan, beliau biasa disapa Erick atau "mbah" Erick demikian yang muda memanggilnya karena disesuaikan dengan avatarnya seorang pria tua tampan bertopi cowboy.

     "Mbah" Erick ini didampingi 2 perempuan perkasa yang setia menemaninya kemana saja pergi. Mulai dari naik turun bis dan kereta api, sampai jalan kaki berpuluh-puluh kilometer karena tersesat menuju rumah Joli yang jaraknya cuma empat rumah dari rombongan itu turun dari bis. 4 rumah kok sampai berpuluh-puluh kilometer ya? Yah namanya aja tersesat, mau gimana lagi. Untung deh Joli menemukan mereka saat putus asa mulai terasa. Kalau kagak ketemu bisa pingsan deh "mbah" Erick cs itu.

     "Iya nih, katanya dekat cuma berjarak empat rumah eh sudah empat rumah kelewatan kagak sampai-sampai juga." sahut Clara tertawa mengenang perjalanan itu.

     Kembali "mbah" Erick tersenyum dan tertawa ketika berkenalan dengan Tante Paku. "Sama-sama kacau nih!" katanya ngakak.

     Perbincangan dilanjutkan di GALABO lagi, dan sudah bergabung Daniel, Joli datang bersama mas Paul. Setelah "mbah" Erick dan teman-temanya menemukan menu yang cocok kami pun duduk lesehan, hari ini kami tidak bersama bapak Walikota, beliau ada perlu jadi tidak bisa ikut gabung. Yeee kalo toh gabung kami tetap aja duduk lesehan, yah maklum deh kami rakyatnya harus manut.

     Daniel pun menghubungi Y-Control dan Anak Patirsa agar ikut bergabung. Y-Control katanya cape baru datang dari Yogya, perlu istirohat. Daniel saya salahkan, harusnya tadi waktu SMS si Y, bilang aja ditunggu Pak Kiem, pasti deh dia mau datang untuk menghaturkan mohon maaf lahir bathin. Daniel pun tertawa merasa kurang cerdik hahaha....

     Anak Patirsa datang agak terlambat dengan mengayuh sepeda sekuat tenaga, rupanya beliau penasaran juga ingin bertemu Tante Paku he he he....Rupanya AP sudah sangat ingin ikut KOPDARNAS kemarin, tapi karena TUHAN tidak mengijinkan, AP batal ikut, justru yang diijinkan TUHAN orangtuanya untuk menghadapNya. Ikut sedih deh. Padahal AP sangat ingin menemui para fansnya yang merindukan kedatangannya. Katanya di sono cuma inget Kopdarnas melulu lho, apa nggak mengharukan tuh?

     Kami semua makan minum dengan nikmatnya, Anak Patirsa cuma minta minum doang, katanya udah makan. Sambil menikmati hidangan kami ngobrolin banyak hal, dari mulai blooger baru sampai blogger lama. Dari Hai Hai sampai Freancois Tomasoa. Dari Dede Wijaya sampai Budi Asali. Dari P. Tong sampai anaknya, yah pokoknya semua di data untuk diperbincangkan dengan ceria.

     Rupanya Anak Patirsa punya cerita sendiri tentang Tante Paku, menurut pengakuannya, ia berusaha keras hunting di google untuk siap "menuduh" tulisannya Tante Paku Copas, entah karena apa kok sebegitu getolnya ampe berminggu-minggu buat mencari bukti hahaha.........Kami semua tertawa, wah diam-diam AP menyimpan "dendam"  hihihihihi......

     Cerita demi cerita terus mengalir sampai jauh, akhirnya kami pun pulang ke rumah Turi untuk mengantar "mbah" Erick kembali pulang. Maklum mereka tidak kuat begadang karena cape, jadi kami harus tau diri. Untung tadi si Myt memberi oleh-oleh buat "body scrub" buatan sendiri, maklum beliau bos produk untuk kecantikan tubuh, jadi pas banget buat oleh-oleh kami kaum "perempuan" ini.

     Kami pun "massage" sendiri-sendiri agar badan segar kembali. Saya tidak tahu "mbah" Erick akhirnya dipijitin siapa? Begitulah teman-teman, sedikit cerita tentang kedatangan para pedagang pasar Klewer ke Solo. Siapa lagi yang ingin menyusul, kami siap memanggul agar persahabatan kita tidak sebatas dunia maya saja.

     Moga-moga tidak ada yang cemburu, konon cemburu itu tanda tak mampu kata si bengcu. Ya iya deh masa iya dong..................

 

Semoga Bermanfaat  Walau Tak Sependapat