Submitted by bintang seven on

abis dari jawa timur, jakarta, bandung, entah dimana lagi ledakan gas 3 kg program konversi pemerintah ini akan meledak. ampe metro tv bikin liputan jangan kirim bom ke rumah.

rakyat meraung, udah harga cabe rp.40 ribu per kilo, beras 5 ribuan rasanya kayak makanan pur ayam, kini ditambah mahal dan langkanya minyak tanah dan ledakan tabung gas 3 kg. ada survey ala psikologi yg gw denger di TV, saat seorang ibu menggorok bayinya sendiri yg baru berumur 3 bulan, penderitaan cenderung merubah tingkah laku seseorang. kelainan psikologikah ini? atau ekonomi benar2 menekan masyarakat, menyalahkan pemerintah dan pertamina tampaknya tidak akan membuat ekonomi bertambah baik. tapi gak mengeluh kadang bikin nafas agak kurang lancar.

konversi minyak tanah ke gas itu sendiri adalah program pemerintah, pertamina menjadi kepanjangan tangan program pemerintah tersebut, tabung yg rusak dibilang krn ada sekitar 9 juta yg ilegal, alih2 liat label SNI nya, gak nyelesain masalah menurut gw, waktu konversi emang gw liat stlh nyelupin ke ember air, byk yg bocor.

alih2 nyari agen2 yg mindahin dari 3 ke 12 kg, hrsnya klo ada claim 9 juta yg ilegal, apa susahnya nyari pabriknya? pabrik ekstasi yg rumahan aja bisa ketemu kok. langkah pemerintah lambat bgt. klo emang mau ditarik ya tarik. dari awal program ini dah salah kaprah, gak belajar dari minyak tanah, minyak utk rakyat dan industri dibedain, walau barangnya sama persis, kenapa RAKYAT DIAJARI MENCURI? kenapa harga 3 dan 12 dibedain? shg agen tergiur keuntungan besar?

selain itu pemerintahan sby-jk juga kurang sosialisasi, ingin cepat dan lebih baik, demi keuntungan negara tanpa persiapan yg cukup.

selain rakyat yg ketakutan dan terbakar rumahnya, ada lagi korban dari kebijakan ini, yaitu agen dan bulk sppbe. sekarang ini pertamina mengetatkan peraturannya di bulk sppbe. mobil yg masuk harus truk minimal engkel 4 ban dan hrs berwarna merah, agen yg cuma pick-up akan tersingkir, atau merogoh kocek lbh dalam utk beli minimal engkel. sekarang keluar peraturan baru lagi, delivery order hrslah dlm kelipatan tertentu, shg byk engkel jg gak bisa masuk atau hrs 2 kali ambil.

disparitas harga 3 dan 12 kg juga adalah masalah dilapangan, agen nakal yg tukang suntik, setelah dpt keuntungan dr penjualan suntikan 12 kgnya akan membanting harga gas 3 kgnya, dg harga yg tidak masuk akal. yg penting cepat habis pikir mereka. kasian agen yg jujur, kalah bersaing harga. sepengetahuan saya, selain pemain2 kecil yg sudah habis2an krn mobil pick up gak bisa masuk lagi, byk pemain yg menjual tabungnya dan berinvestasi ke bidang lain. parahnya harga tabung sekarang sangat sangat murah. agen dan pemain sekarang banyak yg terlilit hutang, tidak menyangka, bisnis ini akan rusak parah begini.

seorang kawan yg ambil 500 juta dari bank, sekarang gak berani keluar rumah, katanya mulai stress. mau dijual tuh tabung dlu belinya 125 ribu ampe 138 ribu sekarang kosong dijual paling banter 80 ribu, sudah gak cash flow lagi, tinggal tunggu matinya saya katanya.

sekarang memang menunggu langkah riil dari pemerintah selaku pemegang kebijakan, klau mau tarik, atau bagaimana cepat umumkan, preventif action spt kejar agen penyuntik emang perlu, tp agen2 yg bermodal byk, berhutang pada bank, juga perlu kepastian. rakyat perlu ditenangkan dg langkah cepat, wahai orang bijak negeriku, biarlah kiranya Tuhan mengasihi dan membimbing langkahmu, demi terciptanya, indonesia yg mandiri dalam sumber daya energi. amin