Submitted by sandman on

Suasana pasar klewer (baca: sabdaspace) dalam beberapa hari kebelakang begitu ramai. Entah darimana tiba-tiba kerumunan orang ada dimana-mana, seperti semut yang menemukan gula, begitulah mereka datang dari berbagai pelosok, ada yang datang sendirian, ada yang berkelompok. Tua muda lelaki perempuan berjejalan di lorong lorong dimana lapak para pedagang berdiri menjajakan dagangan. Beberapa kios terlihat penuh pengunjung, beberapa hanya melayani satu dua pengunjung. Ada kios-kios baru yang didirikan oleh orang-orang baru untuk menjajakan dagangan baru, tidak sedikit para pedagang lama yang tertarik dengan dagangannya ada yang melihat lihat ataupun sekedar tawar menawar sampai  beradu harga. Dengan bertambahnya penghuni pasar klewer, interaksi didalamnyapun semakin sering terjadi, hingga kegaduhan yang ditimbulkan semakin besar.

Keadaan yang terjadi dipasar klewer ini mengingatkan saya pada sebuah film bergenre komedi action produksi columbia pictures, Kung fu Hustle. Film yang dibintangi sekaligus disutradarai oleh stephen chow ini memperoleh kesuksesan sebagai film terlaris berbahasa asing di amerika dan memperoleh penghargaan di festival hongkong. Film ini meraup pendapatan hampir $100 jt  dengan biaya produksi sekitar $25jt.

Film ini bercerita dengan setting kekacauan shanghai pada tahun 1940, dimana sering terjadi perebutan kekukasaan di dunia hitam. Para gangster saling berebut kekuasaan diantara mereka untuk menjadikan ganknya sebagai yang nomer 1. Gank yang sedang naik daun saat itu adalah gank kampak. Keadaan yang kacau di kota shanghai ternyata tidak menyentuh ke sebuah rumah susun yang berada di luaran kota.

Rumah susun tersebut berbentuk huruf U, dimana kamar yang  berjejer mendominasi di setiap lantainya. Pintu dan  jendela menjadi hiasan utama rumah susun tersebut. Layaknya sebuah rumah susun, maka yang menonjol terlihat adalah kumuhnya dan kesemrawutannya. Dimana-mana terlihat jemuran baju menggelantung, pakaian melambai-lambai tertiup angin, orang bebas berkongkow ria dimana saja, para pekerja lalu lalang seenaknya.

Rumah susun ini didiami oleh orang-orang yang dari berbagai macam latar belakang. Ada pelacur, tukang cukur, jagoan kung fu, pedagang. Pemilik rumah susun ini adalah sepasang pendekar kung fu yang sudah pensiun.

Suatu hari tersebutlah 2 orang preman, Sing diperangkan oleh stephen chow dan bone diperankan Lam Chi Chung. Mereka berdua adalah sepasang sahabat yang bercita-cita menjadi preman yang di takuti dan mempunyai wilayah kekuasaan kekuasaan besar. Dengan bekal ilmu seadanya kedua sahabat ini mengandalkan gertakan dan omong kosong sebagai utama. Suatu hari sampailah mereka ke rumah susun, di tempat tersebut, kedua orang ini langsung unjuk kemampuan, dihadapan seluruh penghuni rumah susun. Tak disangka, untung yang diharapakan malah buntung yang di dapat. Bukannya nama harum, hinaan yang di dapat. Mendapat hinaan kembali, seaakan mengingatkan sing kembali ke masa kecilnya ketika dia tertipu mentah mentah oleh seorang pengemis yang menjual buku kung fu sakti. Hinaan di dapat setelah dia berlatih dan mempraktekan ilmunya dengan menolong seorang anak perempuan. Alih-alih menolong, yang didapat malah hinaan dan air kencing.

Kembali ke rumah susun, serangan yang terjadi ke rumah susun tidak berhenti sampai disitu, kelompok gank kampakpun mulai ikut menyerang, namun dapat di gagalkan oleh tiga orang pendekar yang diam dan tinggal disana sebagai warga yang sederhana dan membaur tanpa terlihat kemampuan yang sebenarnya, bahu membahu mereka melawan para penyerangnya, dan akhirnya hanya kekalahan yang didapat oleh gakn kampak. Kegagalan ini di sebabkan rasa percaya diri berlebihan dan menganggap enteng pihak lawan. Menang jumlah tapi kalah kemampuan, akhirnya menyebabkan kekalahan telak.

Kekalahan pertama tidak membuat jera sang pemimpin, dengan taktik yang baru mereka kembali menyerang kali ini mereka mendatangkan 2 jagoan kung fu, walaupun bisa mengalahkan 3 orang jagoan dari pihak rumah susun, namun tetap saja, mereka kembali kalah, mereka tidak mengetahui apabila di tempat tersebut tinggal 2 orang dedengkot dalam rimba persilatan, kedua jagoan gank kampak kalah telak di telanjangi oleh jurus kedua orang dedengkot ini.

Kekalahan gank kampak membawa berkah kepada sing, dia di rekrut gank kampak untuk membebaskan seorang pendekar, yang mempunyai pekerjaan sebagai pembunuh bayaran, di sebuah penjara yang di jaga ketat. Singkat cerita, sang pembunuh bayaran berhasil di bebaskan, dan di bawa ke markas gank kampak. Penampilan pembunuh bayaran tersebut tidak terlihat seperti seorang pembunuh. Sing diragukan telah membawa orang yang tepat. Kehebatan pembunuh bayaran ini terlihat saat bertarung dengan 2 dedengkot rumah susun yang menyerang ke markas gank kampak. Dengan tipu daya, akhirnya mereka dikalahkan oleh si pembunuh, dengan susah payah dan luka di tubuh mereka melarikan diri sambil membawa sing yang terluka parah.

Pertarungan final terjadi di rumah susun, sing yang terluka parah mendapatkan suntikan tenaga dalam, berkat kombinasi dari racun ular yang di dapat waktu menyerang rumah susun, dan pengobatan yang diberikan oleh kedua dengkot rumah susun. Dengan jurus telapak budha akhirnya dia dapat mengalahkan sang pembunuh bayaran. Di akhir pertarungan, sing memberikan sebuah jawaban atas penyerahan diri si pembunuh dengan mengatakan, "Jika kamu ingin belajar jurus ini aku akan mengajarkannya kepadamu!"

Apakah rumah susun itu mirip situasi pasar klewer sekarang ini? saya tidak tahu. Apakah orang-orangnya mencerminkan orang-orang yang ada di pasar klewer saat ini? saya juga tidak tahu. Apakah pertarungan di kung fu hustle seseru pertarungan di pasar klewer saat ini? saya juga tidak tahu. Apakah karakter yang ada di kung fu hustle juga mewakili setiap karakter yang ada di pasar klewer? saya juga tidak tahu. Tapi apapun itu, yang terjadi di pasar klewer akhir akhir ini patut untuk dicermati dan dinikmati. Dicermati karena dengan begitu banyak orang baru yang datang banyak pula barang dagangan yang dibawanya dengan berbagai macam harga dan diskon yang menarik hati. Dinikmati karena dalam setiap pertarungan selalu ada sebuah hal yang bisa di ambil positifnya. Semoga masih ada orang-orang tulus dan rendah hati yang berkata, "kamu ingin belajar? aku akan mengajarkanya kepadamu!"