Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

#LaguFavorit

yujaya27's picture

Bulan depan adalah bulan September (semua juga pada tahu kan?), itu juga Bulan Musik di GPO lho, beberapa minggu ini di kebaktian umum, pada waktu warta jemaat diputar video, yang menampilkan beberapa jemaat yang membicarakan lagu kesukaan mereka. ke-Kristen-an terkenal dengan lagu-lagu pujiannya, belakangan ini beberapa agama mulai meniru, dengan membuat lagu pujian, yang kalau didengar sekilas seperti lagu pujian Kristen, saya pernah mendengar sebuah lagu sebuah agama yang diputar kakak perempuan saya, yang mirip seperti lagu-lagu kontemporer Kristen.

Berbicara tentang lagu favorit, sebenarnya apa sih yang bisa membuat sebuah lagu menjadi #LaguFavorit mu? Apakah cuma sekedar hanya melodinya saja yang enak didengar oleh telinga kita? Saya sendiri punya lagu favorit, bukan hanya satu, tetapi beberapa, sebelumnya saya ingin beritahu dulu, saya bukan seniman, juga bukan seorang ahli musik, saya hanya orang awam yang suka akan musik dan lagu, termasuk juga suka menyanyi untuk istri dan anak-anak saya di rumah, walaupun suara saya sebenarnya ndak merdu, jadi dengan terpaksa mereka mendengarkan saya nyanyi :).

Untuk menjadi lagu favorit, tentu saja saya punya kriterianya

• Yang pertama tentu saja Melodinya harus enak didengar oleh saya, tapi kadang melodi pun tergantung dengan aransemen lagu tersebut, contohnya baru-baru ini waktu menonton King of Mask Singer, ada sebuah lagu yang aslinya biasa-biasa saja, tetapi waktu dinyanyikan oleh penyanyi di King of Mask Singer, dengan aransemen musik nge-jazz mambo, lagunya berubah menjadi sebuah lagu yang lincah jenaka dan jadi lebih enak didengar.

• Yang ke-dua Lirik lagu tersebut menyentuh atau kena di hati saya, bukan hanya itu saja penempatan kata-kata tepat dengan melodinya, termasuk dengan inti dari pesan yang ingin disampaikan tepat posisinya, biasanya sering dinyanyikan berulang-ulang atau di bagian reff nya. Waktu di Persekutuan Wilayah saya pernah bilang lagu “Tetap Setia” adalah salah satu lagu favorit saya, karena liriknya dibagian awal itu membuat saya gentar, tetapi di bagian reff nya menjadi sebuah penghiburan, ada sebuah jaminan pengharapan di sana.

• Yang ke-tiga Aransemen musiknya harus pas dengan lagunya, beatnya ndak keras seperti metal, musiknya ndak berisik dan juga ndak terlalu banyak pernak perniknya atau terlalu banyak improvisasi, untuk hal ini harap dimaklumin saja, karena saya kan hanya orang awam, bukan seorang seniman musik, kalau terlalu banyak improvisasi, ndak mudeng malah jadi pusing :)

• Yang ke-empat harus Lagu Asli, bukan dari terjemahan dari lagu lain atau jiplakan dari lagu lain, apalagi kalo jiplakan dari lagu populer yang bukan Kristen, jelas sudah tidak masuk list, bahkan tidak akan saya putar atau dengarkan, makanya kemaren waktu di Kebaktian Umum denger sebuah lagu persembahan dari jiplakan lagu pop bukan Kristen, habis itu saya langsung kirim message bahwa saya ndak sreg dengan lagu tersebut, saya ndak bilang ini salah ya, ini soal preference saja, tetapi perlu juga dipikirin batasan-batasannya, kalau kita boleh sebebas-bebasnya menjiplak semua lagu, jadi kacau balau ke-Kristen-an.

Ada sebuah kriteria lagi yang baru-baru ini mengusik saya, kriteria ini awalnya dari sebuah message yang saya terima tentang seorang pengarang lagu yang cukup terkenal, sampai sekarang masih saya renungkan dan belum bisa memutuskan harus mengambil sikap bagaimana. Kriterianya adalah latar belakang pengarang lagu tersebut, contohnya lagu JanjiMu seperti Fajar, seandainya menjadi lagu favorit (untungnya bukan lagu favorit saya), dengan si pengarang sudah bercerai dan menikah lagi dengan wanita lain, apakah lagu itu masih layak menjadi sebuah lagu favorit atau tetap layak dinyanyikan? Kalau dipikir-pikir, kalau lagu bisa bicara, dia bakal bilang ndak fair, wong yang salah pengarangnya, koq jadi lagu yang kena getahnya, tapi masalahnya lagu itu dibuat oleh pengarang dan harusnya sebagai ekspresi perasaan si pengarang, jadi sulit juga kalau melepaskan lagu tersebut dari pengarangnya.

Ada seorang teman bilang jika karena pengarangnya berdosa, terus lagu itu ndak layak dinyanyikan, berarti mazmur Daud juga tidak layaklah, karena Daud kan berdosa, sangat fatal lagi sampe bikin siasat meminjam golok orang untuk membunuh suaminya, sedangkan si pengarang ini kan ndak sampe sebegitunya. Setelah saya pikir-pikir sepertinya sama tetapi sebenarnya agak beda juga, pada saat Daud ditegur, Daud langsung bertobat dan memohon ampun atas dosanya, kalau yang ini jujur saya agak ragu juga, karena mereka mengakui sebelum bercerai dengan pasangan masing-masing, mereka sudah berselingkuh, harusnya dalam beberapa tahun itu ada yang menasihati atau menegur, tetapi tidak mengubah keputusan mereka, kalau benar seperti itu, maka kasusnya beda dengan Daud, tetapi saya bukan Tuhan, makanya saya bilang meragukan berdasarkan yang saya dengar, mungkin saja saya salah.

Wah! koq jadi rumit sih, mau milih lagu favorit saja jadi mikir ke mana-mana, jadi apa lagu favoritmu?

 

Singapore 26 Agustus 2015 - Menyambut Bulan Musik GPO

moron's picture

fxxk you (itu judul lagu korea, jangan parno yah)

belakangan lagi suka banget ama lagu ini... video klip nya seakan menantang untuk disalah artikan, tetapi begitu kita pakai fitur CC alias subtitle nya, keluar terjemahan bahasa inggris untuk lirik lagu ini, barulah kecele... makna dibalik lagu ini sangat dalam... tentang kesedihan seorang wanita yang dicekam ketakutan karena dirinya sering diperkosa / dipaksa bercinta oleh pasangan nya...

selengkapnya di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=VSAVsstaj4E