Submitted by Tante Paku on

    

 

 

     MENYEBUT nama Maria Ozawa alias Miyabi entah gambaran apa lagi yang bisa diceritakan kecuali seorang perempuan dari Jepang yang bintang film jenis dewasa dan memang cantik khas bernuansa asia. Aku tahu nama Maria Ozawa ketika akan menjadi bintang tamu dalam film Indonesia yang bertema "humor". Ternyata aku dulu pernah melihatnya, cuma tidak tahu namanya, karena memang tidak ingin tau siapa pemerannya dalam film-film begituan.

     Kedatangan Maria Ozawa ternyata cukup menjadi headline media cetak maupun elektronik di sini. Bahkan ada seorang ustad muda yang ingin bertemu hanya untuk berdakwah agar ia mau sadar, lebih daripada itu, foto-foto Miyabi di internet banyak bertebaran dengan mengenakan jilbab. Ternyata, menurut  FFI (Faith Fredom Indonesia) semua itu hanya rekayasa foto belaka ,sekedar menarik simpati publik umat yang tidak mau tahu. Nyatanya mau pakai pakaian apapun, yang dicari penggemar Maria Ozawa cuma satu yaitu ketika dia tidak mengenakan apa-apa !  Entahlah, belum di survei sih. Eh, siapa tahu si Miyabi ada main film "lain" selain yang "humor" itu, bukankah banyak lokasi menarik di Indonesia ini yang bisa dijadikan backgroundnya? Cuma bintang film prianya siapa? Satu, dua atau rombongan? Belum terdengar castingnya tuh. Eh siapa tahu ada blogger yang tertarik dan mengatakan, enak gila! Ya, memang yang gila itu enak, kata iblis!!

     Ada salah seorang penggemar Maria Ozawa yang datang ke sebuah BAR dan mengatakan kepada pelayannya.

     "Minta satu botol whisky seperti yang kemarin!"

     "Merk apa ya bos?" tanya pelayan itu.

     "Saya lupa! Tapi setelah saya minum satu botol, istri saya kelihatan seperti MARIA OZAWA!!"

                                                             *****

PUISI

 

ENGKAU KEKASIHKU

 

berabad-abad kupelajari firman-Mu

berserakan kurangkai tulisan-Mu

ENGKAU kekasihku

yang hening dalam gelap

kupandang tak tembus mata

kucoba raih dengan doa

 

aku hanyut tersangkut waktu

dalam samudera ketiadaan

ENGKAU kekasihku

peluklah dalam gemuruh ombak

yang datang mencium buih

 

bersujud aku dalam lautan rerumputan

menunggu bersama gunung-gunung yang membisu

ENGKAU kekasihku

tunggulah aku ditaman-Mu

segera kutinggalkan pelukan sang ibu

untuk mencium-Mu

dalam gelap yang senyap

dalam hening yang sunyi

ENGKAU menungguku

wahai, jadikan aku seperti yang KAU tuliskan.

 

SS.010909

 

        

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat