Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Masa Depan Blog

dicky's picture

BLOGER KRISTEN DAN MASA DEPAN BLOG
Blog (termasuk di dalamnya vlog) sudah menjadi aktivitas yang identik dengan generasi langgas saat ini. Hal ini didukung oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat dan sistem komunikasi yang semakin terkoneksi. Jika dahulu cikal bakal blog adalah buku harian yang bersifat personal pada era sebelum milenium ketiga, maka blog adalah diary yang telah ber-revolusi (bukan evolusi ya) seiring kemunculan warganet secara global.

Nah, di masa injury time ini (semoga masih boleh ikutan lomba, boleh kan Min?) saya ingin berbagi keresahan (macam komika saja, hehehe) sekaligus wangsit dari Mbah Wage (?) tentang kelangsungan aktivitas ini. Menurut saya (dan Mbah Wage tentunya) masa depan blog tak bisa dilepaskan dari BLOG itu sendiri.


B untuk Bias.

Mungkin pada awalnya tujuan ngeblog adalah untuk mengekspresikan diri dan berbagi kisah dengan pembaca. Namun, munculnya ruang untuk pengiklan dan pengguna jasa bisa memunculkan bias pada tujuan awal tersebut. Misalnya, objektivitas bloger perjalanan, kecantikan, atau kuliner tentu akan sedikit banyak terpengaruh kepentingan dari pihak lain yang “titip pesan” di blognya. Demikian juga kita sebagai orang percaya yang hidup di dalam Kristus. Tantangan di depan adalah apakah blog kita sekadar untuk eksistensi diri? Apakah tulisan kita hanya sebagai ajang promosi program gereja tempat kita berbakti? Mungkinkah “postingan” kita demi menjustifikasi ajaran rohani yang kita yakini belaka? Ataukah sebaliknya? Tetap berkomitmen untuk menulis tentang DIA, demi DIA, dan bagi DIA saja, Sang Pemilik hidup kita?


"L untuk Literasi.
Melek teknologi sudah pasti, sadar literasi soal lain lagi. Generasi saat ini cenderung malas menghabiskan waktu untuk membaca paragraf yang bertele-tele, lebih memilih mengetahui versi ringkas dari suatu materi yang tersaji. Belum lagi, kondisi mental yang mudah terpancing emosi dan kurang menimbang sebelum bereaksi. Apalagi, kebiasaan latah untuk mudah berbagi tanpa memilah mana informasi mana sensasi. Semua dilempar ke publik untuk dikonsumsi, tak peduli menyangkut SARA dan privacy. Tantangan ini menguji sikap dan pola pikir kita, baik dalam menuangkan gagasan kita, menulis komentar bagi penulis lain, maupun menanggapi opini dari berbagai sisi. Kitab Amsal mengingatkan kita, “Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!”

O untuk Orisinalitas.

Kecepatan koneksi, kemudahan akses informasi, dan peluang komersialisasi sering membuat kita mengabaikan jatidiri dan referensi. Di satu sisi ada godaan untuk berhenti menjadi the real me, lalu mengubah gaya penulisan, pemilihan topik, dan cara pandang terhadap suatu isu agar lebih terpublikasi. Di sisi lain muncul jebakan copy-paste untuk comot sana comot sini. Mengorbankan idealisme atau terjerat plagiarisme? Dua pilihan yang sulit untuk dihindari. Sebagai murid Kristus, kita percaya Allah sudah memberi kita masing-masing talenta sejak dini untuk terus dilatih setiap hari. Benih kecil suatu saat nanti akan tumbuh menjadi pohon besar. Jika kita setia pada perkara kecil, kita akan menerima tanggung jawab yang lebih besar.


G untuk Globalisasi.

Video peristiwa penting di pusat kota besar bisa mempengaruhi dinamika sosial di pasar-pasar desa sekitar. “Postingan” yang baru diunggah dalam sekejap dapat langsung tersebar dan menuai komentar. Pelaku bisnis daring rintisan bisa mengenalkan produknya untuk menggaet pasar dengan biaya tak sampai puluhan dolar. Teknologi semakin berperan memperpendek jarak, mempersingkat waktu, dan menghemat biaya. Sekilas, blog (dan juga vlog) akan semakin berjaya, membuat orang kaya dan berdaya. Namun di sisi lain kita harus waspada akan bahaya dari konten yang sia-sia. Apalagi, penguasa-penguasa di udara yang terus bergerilya menjauhkan kita dari panggilan mulia. Puji Tuhan, masih ada (dan akan semakin banyak lagi) yang terpanggil untuk mengenalkan Kristus pada dunia, tentang kasih dan pengorbanan-Nya, lewat berbagai macam cara. Salah satunya dengan bergabung di SABDA Space dan aktif di dalamnya.
Selamat ulang tahun ke-10 SABDA Space!