Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Mata

victorc's picture
Teks: Matius 6:22-23

    22  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;  
    23  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 

Shalom, saudaraku yang dikasihi Tuhan. Dalam kesempatan kali ini izinkan saya mengupas topik yang mungkin sudah sering dibahas yaitu tentang mata dan persepsi. Menurut salah satu kamus, "perception" adalah daya memahami atau menanggapi sesuatu. Artinya informasi yang kita terima melalui mata lalu diproses oleh pikiran akhirnya menjadi persepsi. 

Mata yang baik
Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan mata yang baik? Dalam pemahaman saya, yang dimaksud di sini bukanlah mata dalam artian sekadar indra penglihatan yang terletak di kepala kita (sekalipun itu memang penting), tapi mata dalam artian kemampuan mempersepsikan suatu peristiwa yang kita lihat. Atau dengan kata lain, kemampuan untuk mengolah informasi yang diterima secara sehat.
Misalnya jika mata kita menyaksikan suatu peristiwa penganiayaan seorang anak kecil oleh orangtuanya, tentu hati dan pikiran kita secara serempak akan menaruh belas kasihan kepada anak tersebut. Itulah yang disebut mata yang baik, yaitu adanya keutuhan antara hati, pikiran, dan indra penglihatan.

Mata yang jahat
Lalu apa maksudnya mata yang jahat? Sejauh yang saya bisa renungkan, ada 3 kemungkinan pengertian mata yang jahat. Mari kita lihat satu per satu:

(a) Mata yang gelap dipengaruhi oleh berbagai prasangka dan pikiran negatif sehingga akhirnya informasi yang diterima oleh mata menghasilkan kesimpulan yang keliru. Dengan kata lain, mata yang digelapkan oleh berbagai prasangka tidak sanggup memproses informasi dengan benar. Itu sebabnya seseorang yang sedang emosi atau naik pitam disebut sebagai "gelap mata." Bahkan tidak sedikit anak yang tega membunuh ibunya atau suami yang membunuh istrinya karena gelap mata.
Pernah ada cerita tentang seorang laki-laki yang suatu sore berjalan pulang dari pasar, lalu ia melihat istrinya sedang dibonceng oleh seorang laki-laki naik sepeda onthel. Ia langsung gelap mata, lalu segera berlari mengejar kedua orang tersebut sambil mengeluarkan pisau dari pinggangnya, lalu tanpa bertanya ba bu bi ia menusukkan pisau itu ke perut laki-laki itu. Akhirnya laki-laki itu mati di situ, sementara istrinya sambil menangis bercerita bahwa laki-laki itu adalah kakaknya. Tapi semuanya sudah terlambat. Itulah yang dimaksud dengan gelap mata.

(b) Mata yang jahat juga dapat muncul dari hati yang serakah. Kalau kita perhatikan seluruh riwayat penderitaan manusia dari permulaan sejarah hanya dimulai dari Hawa yang "melihat" buah kuldi yang ranum dan segar (Kej. 3). Ular yang cerdik memberi iming-iming yang menggoda bahwa buah kuldi itu akan membuat manusia menjadi seperti Allah. 

Demikian juga di zaman modern ini, orang sering mengatakan bahwa perempuan mudah tergoda karena telinga, dan laki-laki mudah tergoda karena matanya. Namun jangan salah, yang sering cuci mata di mal-mal itu justru kaum perempuan. Bahkan ada novel laris yang judulnya: "confession of a shopaholic"(pengakuan seorang yang gila belanja). Jadi hati-hati dengan mata kita, karena dapat menjerumuskan kita ke dalam hutang yang menghancurkan keluarga. 

Tentu saya tidak bermaksud mengatakan bahwa semua hutang itu tidak baik. Ada hutang produktif dan hutang konsumtif. Yang perlu kita cegah adalah hutang konsumtif. Tahukah Anda bahwa sebagian besar penduduk Amerika terjerat oleh hutang konsumtif yang cukup besar? Hal ini terjadi antara lain karena mudahnya mereka memperoleh kartu kredit dan juga gaya hidup konsumtif di sana yang berlebihan. Celakanya, orang Indonesia sangat terpengaruhi oleh gaya hidup konsumtif tersebut melalui berbagai film dan tayangan televisi. Memang para ahli pemasaran akan berusaha membujuk kita untuk terus belanja, belanja dan belanja. Ada ungkapan yang mengatakan: "shop 'til you drop." Itulah budaya konsumerisme yang mesti kita waspadai. Dan itu semua sering dipicu oleh mata yang kita gunakan untuk melihat berbagai iklan dan promosi.

(c) Yang ketiga, mata yang jahat juga terjadi jika kita memperlakukan orang berbeda-beda hanya karena penampilan atau statusnya. Rasul Yakobus memperingatkan kita tentang kebiasaan buruk ini yang tampaknya sudah ada bahkan sejak zaman gereja mula-mula. 

    1  Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.  
    2  Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,  
    3  dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",  
    4  bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?  (Yakobus 2:1-4)

12 kebiasaan buruk yang mesti dihindari
Dari kedua ayat di atas, kita perlu belajar mengendalikan mata dan persepsi kita sehingga senantiasa dapat mengolah informasi secara sehat. Ada pepatah yang mengatakan: "menangislah maka kamu akan menangis sendirian, tersenyumlah maka seluruh dunia akan tersenyum kepadamu." Itulah makna dari memiliki mata yang baik. Artinya kalau pikiran Anda gelap dan kacau, maka seluruh dunia akan tampak gelap dan memusuhi Anda. Ini bagaikan terus memakai "kacamata hitam."
Sebagai tips, sebaiknya berhati-hati jika Anda bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk antara lain sebagai berikut:
a. Mudah naik pitam karena alasan sepele. "Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan." Ams. 14:29
b. terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa bertanya
c. Sering berprasangka negatif
d. Selalu melihat kejelekan orang lain
e. Berbicara tanpa melihat fakta-fakta terlebih dahulu
f. Sering menuduh tanpa alasan yang cukup
g. Menolak nasihat/teguran. Ams. 5:12, "lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;"
h. Sering mengeluh tentang segala hal (complainer). 
i. Tidak pernah mengucap syukur atas segala berkat Tuhan
j. Selalu bercuriga terhadap semua orang
k. Selalu khawatir tentang banyak hal. Mat. 6:34, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." 
L. Hobi bersungut-sungut dan menggerutu. Yudas 1:16, "Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan."
Hal-hal di atas sering menyebabkan perselisihan dan keretakan dalam persekutuan di gereja maupun dalam pergaulan. Karena itu berhati-hatilah dengan mata Anda.

Pertanyaan
Mari kita melakukan introspeksi terhadap diri kita sendiri: 
a. apakah mata kita sering membawa pada iri, dengki, marah, emosi, dan keinginan daging? 
b. apakah Anda masih memakai "kacamata hitam" dalam melihat dunia?
c. apakah kita masih memiliki mata yang jahat di hadapan Tuhan dan sesama?

Penutup
Mari kita memohon pertolongan Roh Kudus agar menyucikan kedua mata dan pikiran kita. 

Versi 1.0: 28 july, 2016, pk. 22:42, versi 1.1: 30 july 2016, pk. 9:20
VC

Note: happy birthday yang ke-9 untuk SABDASpace. God bless you all.

Referensi:
(1) http://biblehub.com/commentaries/matthew/6-22.htm
(2) http://www.meetingwithchrist.com/E040%20The%20lamp%20of%20the%20body%20is%20the%20eye%20-%20Mt%206(22-23).htm
(3) http://www.barrybiblicalnotes.com/2011/06/04/sermon-on-the-mount-matthew-622–23/
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - J. Ortberg

The Second Coming Institute