Submitted by smile on

MATI



 

         Kematian, dan mati. Adalah suatu hal yang paling manusia takuti.Tak ada seorangpun yang mau mati. Sebagian orang tak mau mati sia sia. Tapi dibagian lain, ada yang mati untuk memperoleh kehidupan sejati.



Bijaklah dalam mengartikan kematian.



Walaupun tak pernah kita sukai, tapi harus kita jalani, dan akhirnya kita hadapi.Kematian adalah suatu peristiwa berhentinya kehidupan. Mati adalah akhir dari hidup. Tapi karena mati-lah kita akan memperoleh kehidupan yang sejati. Ketika kita hidup dan kita ‘mematikan ‘ kehidupan kita,sebenarnya kita membekali kematian itu untuk memperoleh kehidupan. Karena kematian demi kehidupan yang lebih baik, adalah suatu perbuatan bijaksana setelah kita tahu akan ada kehidupan yang lebih berharga setelah kematian.



Kematian dalam dunia dan kematian dalam diri manusia.



Blog ini saya persembahkan khususnya buat sahabatku B7 yang menginspirasi saya dalam membuat blog ini, dan semua blogger di Sabda Space. Agar kiranya MATI itu tidak hanya mati dengan tanda titik. Tapi mati itu hanya hal kecil untuk mendapatkan sebuah hal yang terbesar dari kehidupan.





 

MATI

 

Diam dan tak bergerak

Berhenti dan tak bernafas

Kehidupan pergi, menjauh, lari,……

Mati.



Ketika organ lelah beroperasi

dan kemudian terhenti

Darah tak mengalir, membeku

Tertinggal tubuh terbujur kaku

Yang juga membiru

Ketika helaan tak terdengar

Mata menutup rapat terpejam

Mati.



Mati,

Tak bisa terjadi tanpa

Hidup.

Dan kehidupan pasti berujung pada

Mati.



Selayang mata memandang

Sebatas nalar menghayal

Tak pasti namun terjadi

Tanpa kompromi dan juga janji

Ketika datang tak bisa dihindari

Ketika pergi, tak hanya suka dan puji.

Itulah

Mati.



Ketika mati dikatakan mati

Dan mati adalah tidak hidup,

Bagaimana mati yang tidak pernah mati?

Atau hidup setelah hidup?

 

Angkasa boleh ditaklukannya

Planet boleh didudukinya

Bahkan bencana bisa ditanggulanginya

Tapi tidak dengan MATI.



Mati dan mati

Mati jasmani, itu yang selalu terjadi



Dengan sebesar biji sesawi,

Mati hanya jembatan penuh arti



Boleh kaubunuh diri ini

Boleh kau lukai badan ini

Sehingga aku mati

Tapi tidak dengan jiwa dalam balutan raga

Tidak dengan tangan bersimbah darah

Atau dengan nanah borok dan luka

Atau hanya dengan alat bikinan manusia

Mati yang tak mati.



Bagiku hidup adalah menunggu mati

Dan bagiku mati hanya karena aku hidup

Hidup dalam kematian,dan mati dalam kehidupan



Jika akhlak-ku serendah tanah yang diinjak orang

Dan hidupku tak lebih baik dari seorang penjahat,

Apa artinya hidup yang sebenarnya mati?

Dan apa gunanya mati itu datang karena sebenarnya tlah lama mati?

Untuk apa kematian diatas kematian?

Untuk apa kematian bukan dalam kehidupan?



Ketika aku berkata mati

Pada tubuh hina, fana ini

Aku hidup

Dan ketika aku berkata hdiup pada tubuh nista ini

Aku sebenarnya telah mati.



Memisahkah kehidupan dari kematian

Mendapatkan kehidupan dengan ,menjauhkan kematian

Mendapatkan kematian dari menjalani kehidupan

Perlukah jika kau merasa hidup, padahal kau mati

Tapi kau mematikan kehidupan yang sebenarnya kau lebih hidup dari yang hidup?



Seseorang menyukai dan mendambakan kehidupan surgawi,

Tapi tak mau mati

Mendambakan untuk menuju surga

Tapi takut mati



Perlukah hidup lebih dari mati yang membawa hidup?

Bergunakah kematian bagi kehidupan setelah hidup?



Aku berlari dalam kehidupan

Hanya mengejar kematian

Dan kematian lari daripada ku, ketika aku mencoba hidup



Tatkala mati itu lebih berharga daripada hidup,

Perlukah hidup itu?

Tentu saja tidak seperlu mati.

Tatkala hidup itu jauh lebih berharga daripada mati,

Tak perlukah mati itu?



Dari mati menjadi hidup

Dari hidup menjadi mati



Apakah anganmu melebihi kehendakmu?

Ataukah asamu melebihi kodratmu?



‘Dalam mati’ beroleh hidup

Atau dalam hidup seperti orang mati?



Dalam hati ku bertanya

Jika seseorang berkata,

Kau mati padahal Kau Hidup

Apa yang terjadi?



Jika Yang Kuasa berkata:

Aku mati agar mereka tetap hidup

Berartikah kehidupan itu melebihi kematian

Sampai seseorang rela menyerahkan nyawanya dan mati,

Hanya karena ingin kita hidup dan tak mati?

    

Dan bila diantara orang mati Ia hidup

Dan diantara yang hidup Ia menjadi mati

karena kehidupan kita, perlukah hidup itu melebihi mati?



Ketika Dia berkata :

Kamu sudah mati karena dosa dosa yang telah kamu perbuat,

Kamu sudah mati karena pelanggaran pelanggaran yang erap kali kamu lakukan

Perlukah kita mati lagi jika dikatanNya kita telah mati?



Yang bijak yang mengerti,

Dan yang bebal yang memungkiri

Kalau saja semua mati karena hidup, buat apa lagi kembali mati?



Jika mati yang dimatikan kematian - mati,

Berolehkah hidupmu daripadanya?



Seorang pujangga berkata :

Sekali berarti, kemudian mati

Tak bagi Dia yang ‘tak pernah mati

Sekali berarti kan selalu hidup walau sudah mati.



Indahkah kehidupan setelah mati?

Indahkan kematian karena jembatan menuju hidup?

Berhasilkah kamu mematikan hidupmu yang hidup,

Agar kau beroleh kehidupan tanpa kematian?

Atau lebih baik kau hidup, tanpa memikirkan mati yang membawa hidup?



MATI.

Tidak selalu mati, dengan tanda titik.



MATI.

Hanya untaian huruf dalam kata, dunia.



MATI.

Oleh karena mematikan kehidupan yang membawa mati



MATI.    

Dalam dunia terbawah tempat ratap dan kertak gigi



MATI,

Bagiku untuk hidup kembali.





Sebuah renungan akan kematian

Puisi mati yang hidup

Dan puisi yang hidup tapi tak mati

dari seorang smile

Yang mengharap mati untuk beroleh hidup sejati

Walau berusaha untuk tak takut mati

Dalam menyongsong hari yang pasti terjadi.

Berilah kekuatan agar mati

Tak menjadi momok berarti



May 31st-2010