Submitted by rahseto on

Sewaktu saya masih SD, saya adalah salah satu murid yang nyeleh, suka punya ide aneh dan ternyata guru saya tidak menyukainnya dan bahkan seblum saya mengutarakannya guru tersebut sudah mengatakan bahwa saya salah tanpa ada alasan jelas. baru sekarang saya sadar bahwa itu salah, pendapat saya dipatahkan guru saya tersebut.

saat-saat ini juga dalam kehidupan saya, saya menjumpai kejadian serupa dengan kasus berbeda. ada orang yang senang mematahkan pendapat orang lain seakan-akan idennya yang paling benar. seakan-akan hidupnya hanya masalah menang dan kalah.

saya hanya bisa melihat motifnya saja, mungkin orang itu waktu kecil suka dipatahkan idennya oleh orang yang lebih tua, atau emang orang itu belum pernah dipatahkan idennya karena kekerasan hatinya (Tuhan gemburkanlah hatinya dan tanamilah dengan kasihmu).

ke=egoisan rupanya masih jadi masalah bagi kita, tidak mau menerima pendapat orang lain dan maunnya hanya pendapatnya sajalah yang harus benar (sedikit dipaksan)

saya ajak saudara-saudara untuk berdoa dan mengasihani orang-orang berhati keras itu supay digemburkan hatinnya oleh Tuhan untuk dapat mengasihani sesama dengan mau menerima pendapat orang lain.

GBU