Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Menangis

victorc's picture

Shalom saudaraku,

Pagi ini saya ingin membicarakan sebuah topik yang saya yakin sering kita alami, yaitu menangis. Meskipun diam-diam kita mungkin sering menangis dalam hati, tapi banyak orang Kristen yang merasa bersalah kalau menangis terutama di depan umum. Lalu andaikan ada mahasiswa iseng membuat survei sederhana dengan pertanyaan: "Bolehkah orang Kristen menangis di depan umum?" Saya yakin jawabnya beragam. Mungkin saja 50% akan menjawab tidak, 30% menjawab boleh, dan sekitar 20% menjawab dengan lebih bijak: tergantung situasi. Bagaimana dengan Anda sendiri?

Memang menangis di depan umum kurang lumrah di Asia, entahlah di negara-negara barat yang lebih bebas. Mungkin kita pernah mendengar kalimat bijak begini: "Tertawalah, maka seluruh dunia akan tertawa bersamamu. Menangislah, dan kamu akan menangis sendiri." Memamg benar jika kita di terminal bis lalu menangis meraung-raung, maka orang-orang akan menjauhi kita. Tapi kalimat ini mungkin paling terasa di kota-kota besar, di mana orang-orang kecil sering terhimpit kesulitan hidup dan berbagai masalah, tanpa ada seorangpun yang mau mendengar keluh-kesah mereka. 

Tapi Tuhan tidak demikian, Ia justru dekat dengan orang-orang yang remuk hatinya dan bersedih. Apakah Anda pernah membaca bahwa Tuhan berkenan mengampuni Daud yang selingkuh dengan istri orang? Atau Tuhan mendengar pertobatan Raja Hizkia? 

Jika memang benar demikian, maka keluh kesah itu amat manusiawi, apalagi jika dilandasi oleh penyesalan akan dosa-dosa kita. Jadi orang-orang Kristen sebaiknya tidak melarang atau menasihati orang yang sedang menangis, tapi seharusnya kita menjadi pendengar yang baik. Sebaliknya, jika kita sedang ada masalah yang berat, sebaiknya kita memiliki sahabat atau pendeta yang dapat mendengar keluhan kita. 

 

Menangis membawa berkah

Ya, Anda tidak keliru. Saya sengaja menulis subjudul artikel ini. Menangis itu memang membawa berkah, terutama dan khususnya bagi perempuan. Kemarin saya coba cari jawaban tentang Mengapa perempuan (suka) menangis? Di antara beberapa artikel, yang menarik adalah yang dimuat di www.womenshealthmagazine.com. Intinya ada beberapa manfaat perempuan menangis, di antaranya:

a. Memberikan perasaan lega/plong (melepas beban),

b. Mengurangi menumpuknya kortisol yang tertimbun akibat stress,

c. Membuka komunikasi yang lebih wajar dan dekat dengan sesama manusia. 

Saya tidak akan membahas tentang perasaan lega, karena sudah cukup jelas bahwa seringkali perempuan menangis supaya merasa lega, meskipun masalah masih belum selesai. Menurut suatu survey: 88,8% perempuan merasa lebih baik setelah menangis, dan hanya 8,4% yang merasa lebih buruk. Lihat ref. [1]. Mungkin itu karena pria berfokus pada mencari solusi, sedangkan perempuan lebih berfokus pada bagaimana memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya sendiri.

Sementara itu, mengurangi kortisol itu didasari temuan medis terbaru, bahwa stress cenderung memicu produksi kortisol, yang akan tertimbun bila stress tidak dilepaskan. Meskipun terlalu sering menangis juga kurang baik, dan mungkin merupakan indikasi bahwa Anda sedang depresi. Lihat juga Ref. [1].

Dan menangis juga membuka diri yang rapuh di depan orang–orang, Dan hal ini seringkali akan memicu terjalinnya percakapan yang wajar dan bersahabat, karena orang lain mungkin terdorong untuk menghibur atau menceritakan pengalaman sedihnya juga. Artinya ada peluang untuk menjadi manusiawi.

Yang terakhir, bukankah Yesus sendiri juga berkata: 

"Diberkatilah kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa?" (Luk. 6:21).

Jadi Tuhan sendiri berjanji untuk menghibur orang yang menangis dengan damai sejahtera yang ilahi, tentunya kalau itu bukan air mata buaya…

Bagaimana pendapat Anda?

 

27 Mei, 2015.

VC

 

Referensi:

[1] http://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/wellbeing/the-health-benefits-of-crying.htm

 

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.