Submitted by Raissa Eka Fedora on

Pagi ini suara lembut itu menghampiri diriku

aku terduduk dan menghela nafas dalam

disamping pelukan dan bantal semalam

 Ia menyapaku dengan lembut

Aku termenung dan berpikir

Hari ini apa yang kulakukan untuk menyenangkan diri-Nya

dan membuat-Nya tersenyum manis melihatku

Dan Ia tetap berbicara

bagaimana Ia sedang sedih, marah, atau bahagia

Walaupun begitu, aku masih sering jatuh dalam dosa

dan melanggar janjiku pada-Nya

Tapi Ia tidak peduli tentang itu, Ia tetap melihatku sebagai kesayangan-Nya

selayaknya aku ini sahabat-Nya, kami saling bertukar cerita

Akhir-akhir ini memang aku jarang mengobrol lagi

tapi aku merasakan kerinduan-Nya untuk bertemu denganku

 

Sudahkah engkau mengobrol dengan-Nya hari ini?

Ia menantimu. . . .