MENGHAKIMI – Hanya Orang Mati Yang Tidak Melakukannya Lagi

hai hai's picture

Banyak pengkotbah yang mengajarkan agar gereja tidak menghakimi jemaatnya dan jemaat tidak saling menghakimi apalagi menghakimi pengkotbahnya. Banyak orang Kristen yang sepakat bahwa umat Kristen tidak boleh menghakimi karena menghakimi adalah hak prerogatif Allah dan menghakimi orang lain berarti tidak mencintai. Benarkah demikian?

Hakim adalah orang yang memimpin sidang di pengadilan. Tugas utama hakim adalah menjamin agar sidang pengadilan berlangsung dengan benar dan adil. Hakim dalam pertandingan olahraga disebut wasit.

Menghakimi berarti mengadili perkara di pengadilan, juga berarti mewasiti suatu pertandingan, juga berarti menilai sesuatu atau sesorang, juga berarti mempertimbangkan suatu hal, juga berarti menduga atau memperkirakan (budget/estimasi), juga berarti menarik kesimpulan. Namun, menghakimi juga bisa berarti mengecam, mengeritik atau mengomentari sesuatu atau seseorang. Di samping itu menghakimi juga bisa berarti berlaku sewenang-wenang terhadap orang yang dianggap salah.

Menghakimi bukan menghukum. Menghakimi berarti membandingkan sesuatu dengan standard tertentu. Hasil dari penghakiman adalah sebuah kesimpulan, salah atau benar, menang atau kalah, tepat atau tidak tepat, begini atau begitu, sekarang atau nanti, maju atau mundur, menyerang atau bertahan, ke kiri atau ke kanan, membeli atau menjual, dan lain sebagainya.

Menghukum berarti menghakimi seseorang bersalah dan memaksanya atau memastikan dia untuk menerima hukuman sebagai akibat kesalahannya. Menghakimi tidak selalu berakhir pada menghukum, namun bisa juga berakhir pada mengagungkan. Mengagungkan berarti menghakimi seseorang tidak bersalah dan memberinya hak dan memastikan dia menerima haknya untuk menikmati sesuatu karena kebenarannya.

Kenapa anda memuji seseorang? Karena anda menghakiminya dan menurut penghakiman anda orang itu tidak bersalah bahkan melebihi standard minimum yang harus dipenuhinya. Anda mengagungkannya dalam bentuk pujian, karena menurut anda dia berhak mendapatkannya. Kenapa anda menasehati seseorang? Karena anda menghakiminya dan menurut penghakiman anda orang itu bersalah, namun masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Kenapa anda menegur seseorang? Karena anda menghakiminya dan menurut penghakiman anda orang itu bersalah, namun masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan menuntut dia untuk memperbaiki kesalahannya. Kenapa anda mengecam atau mengeritik seseorang? Karena anda menghakiminya dan menurut penghakiman anda orang itu bersalah, namun masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya namun anda menuntutnya secara tegas untuk segera memperbaiki kesalahannya. Kenapa anda menghukum seseorang? Karena anda menghakiminya dan menurut penghakiman anda orang itu bersalah dan harus menerima akibat dari kesalahannya tersebut.

Ketika anda menghukum seseorang, pada saat itu anda sedang menghindarkan orang banyak untuk menerima akibat kesalahan orang tersebut sambil memberi kesempatan bagi orang tersebut untuk membina dirinya dan anda memastikan bahwa orang tersebut ditempatkan pada situasi dan kondisi untuk tidak memiliki pilihan lain selain membina diri. Ketika menghukum, anda dapat melakukannya sendiri atau melakukannya bersama orang lain atau menyerahkannya kepada orang lain yang memiliki wewenang dan kualifikasi untuk melakukannya.

Ketika anda mengagungkan seseorang, pada saat itu anda berusaha agar orang tersebut menerima hal yang patut dia terima karena kebaikannya dan anda juga berusaha agar banyak orang lain mengetahui kebaikan orang itu dan menerima kebaikan dari kebaikan orang tersebut.

Saudara-saudara sekalian, adakah orang yang tidak menghakimi di dunia ini? Menurut saya, hanya orang mati yang tidak menghakimi. Ketika mengagungkan seseorang anda menghakimi. Ketika menghukum seseorang anda menghakimi. Ketika memuji seseorang anda menghakimi ketika mengecam seseorang anda menghakimi. Ketika membenarkan anda menghakimi, ketika menyalahkan anda menghakimi. Ketika menyatakan seseorang hebat anda menghakimi, ketika menyatakan seseorang payah, anda menghakimi.

Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil." Yohanes 7:24

Manusia dilahirkan dengan kodrat untuk menghakimi, dalam ajaran Tionghua disebut dengan naluri untuk membedakan. Tuhan tidak pernah melarang manusia untuk menghakimi, sebab naluri membedakan atau menghakimi adalah anugerah Tuhan yang hanya dimiliki oleh manusia, namun tidak dimiliki oleh binatang. Namun Tuhan menuntut setiap umatNya untuk menghakimi dengan adil dan melarang untuk menghakimi menurut apa yang nampak. Ketika membenarkan, anda harus membenarkan dengan adil, ketika menyalahkan anda harus menyalahkan dengan adil. Ketika memuji anda harus memuji dengan adil, ketika mengecam anda harus mengecam dengan adil.

Manusia hanya bisa menghakimi sesama manusia. Mustahil bagi manusia untuk menghakimi binatang. Ketika seekor anjing menggigit manusia, mustahil bagi anda menghakiminya lalu menyatakan dia bersalah. Kalau anda mau menghakiminya dengan adil, maka anda harus memahami kenapa anjing itu menggigit manusia? Mustahil bagi manusia menghakimi karya manusia lainnya tanpa menghakimi orangnya. Mari kita menghakimi karya manusia yang melululantakkan beberapa bangunan dan manusia di Bali. Tanyakan kepada para ilmuwan tentang karya manusia tersebut tanpa mengaitkannya dengan pembuatnya, maka para ilmuwan itu akan menyatakan bahwa itu adalah karya monumental. Tanyakan kepada para ilmuwan tentang orang yang membuat bom tersebut tanpa mengaitkannya dengan tujuan pemakaiannya, maka mereka akan menyatakan para pembuat bom bali adalah orang-orang jenius dalam bidang bahan peledak.

Banyak pengkotbah yang mengajarkan bahwa menghakimi adalah hak prerogatif Tuhan sehingga banyak orang Kristen yang mengimani bahwa menghakimi adalah hak prerogatif Tuhan. Namun sayangnya, baik pengkotbah yang mengajarkannya maupun orang Kristen yang mengimaninya tidak menjalankannya dengan konsisten. Ketika menghakimi, mereka melupakan apa yang diajarkan maupun diimaninya, ketika mereka (dia, temannya, pendetanya, penginjilnya, guru injilnya, keluarganya) dihakimi dan dinyatakan benar, baik, hebat, mereka melupakan apa yang diajarkan maupun diimaninya, namun ketika mereka dihakimi dan dinyatakan salah, dengan penuh semangat mereka menyatakan apa yang diajarkan dan atau diimaninya sambil menghakimi bahwa orang yang menghakimi mereka tidak berhak menghakimi karena itu hak prerogatif Tuhan.

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7:1-2

Jangan menghakimi bila anda tidak siap untuk dihakimi. Ketika anda menuntut seseorang ke pengadilan, maka anda harus siap untuk dituntut balik di pengadilan. Ketika anda menuduh seseorang memuja Iblis, maka anda harus membuktikannya, bila tidak terbukti maka anda akan disebut pemfitnah. Anda harus bersyukur, ketika tuduhan anda ternyata salah sama sekali namun anda hanya disebut pembual. Ketika anda menuduh seseorang pengkhianat, maka anda harus membuktikannya, bila ternyata tuduhan anda salah sama sekali, maka anda harus bersyukur karena hanya disebut penyebar fitnah.

Jangan menghakimi bila anda tidak mau dihakimi, jangan menghakimi bila anda tidak mau menghakiminya dengan adil. Allah adalah Hakim Agung, Hakim segala hakim, Judge of the judges. Ketika mewahyukan Sepuluh Perintah Allah, pada saat yang sama Allah mendelegasikan kuasa penghakimanNya kepada bangsa Israel. Bolehkah bangsa Israel menolak kuasa penghakiman yang diberikan oleh Allah dengan menyatakan bahwa itu adalah hak prerogatif Allah dan menolak untuk menghakimi orang-orang yang melanggar Sepuluh Perintah Allah?

Ketika Daud berzinah dengan Batsyeba lalu mengirim Uria untuk mati di medan laga, Nabi Natan menghakiminya dan menyatakannya bersalah. Bila saya berzinah dengan istri salah satu staff saya (semoga Tuhan menjauhkan hari-hari demikian dari kehidupan saya) lalu mengirimnya tugas ke luar kota, apakah anda akan membela saya dengan menyatakan bahwa teman-teman saya tidak boleh menghakimi saya karena hanya Tuhan yang berhak menghakimi saya?

Kenapa anda memberitakan Injil kepada orang lain? Karena anda menghakimi mereka dan menyimpulkan bahwa mereka pasti akan masuk neraka bila tidak bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai juru selamatnya. Bukankah yang menentukan masuk surga atau neraka adalah hak prerogatif Allah Bapa dan Yesus Kristus? Kenapa anda menghakiminya? Kenapa anda menghakimi umat agama tertentu menyembah berhala? Kenapa anda menghakimi umat agama lain mustahil masuk surga? Bukankah itu adalah hak prerogatif Allah Bapa dan Yesus Kristus? Bukankah amanat Agung Tuhan Yesus adalah agar umat kristen memberitakan Injil, bukan menghakimi orang lain atau agama orang lain?

Sebelum seorang nabi mengganti penguasa di bawah langit ini, ia harus mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan dan bagaimana mengatasinya. Tanpa mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan, mustahil bisa mengatasinya. Seumpama seorang tabib akan mengobati pasiennya dengan benar bila ia tahu apa penyakitnya. Bagaimana bisa mengobati dengan benar bila tidak tahu apa penyakitnya? Kekacauan tidak muncul dengan sendirinya. Dengan mengetahui pasti apa penyebabnya, akan dapat mengatasinya, tanpa mengetahui pasti apa penyebabnya, mustahil dapat mengatasinya. Seorang nabi yang hendak mengganti penguasa, tidak boleh tidak meneliti apa yang menyebabkan kekacauan. Mozi Jian Ai Shang 1

hidup ini bukan mimpi bung

Happy Lee

Hai-hai menghakimi sering digunakan pendeta atau milik gereja
Dan banyak tulisan anda juga menghakimi orang-orang terkenal
Tapi sudut padangan saya berbeda ,karena jaman sudah berubah
Atau tuntunan jamanlah.
Seorang pedagang yang sukses pasti bisa melihat peluang karena
Kalau tidak dia bisa rugi begitu juga suatu produk yang bagus
Banget tidak akan laku dipasaran sedangkan produk yang kwalitet
Biasa tapi packing bagus sukses dipasaran.
Banyak pendeta akan bermain disitu walaupun keluar dari alkitab.
Tetap disukai umatnya.
Harusnya kita dapat mengerti hidup ini bukanlah mimpi bung

dennis santoso a.k.a nis's picture

menarik!

menarik!

di satu sisi, saya setuju banget ama happy lee. bahkan hal serupa sering saya bilang ke si om hai ketika kita chat.

tapi, di sisi lain, saya tergelitik untuk bertanya2; apakah kekristenan di indonesia sudah sebegitu parahnya sehingga berperilaku seperti konsumen suatu produk komersial yang lebih berat kepada 'kemasan' daripada 'isi'?

perdebatan belakangan ini soal 'fatwa blogger' menunjukan hal yang kedua. instead of membela dengan isi alkitab, blogger terkesan hanya tersinggung karena yang diulas adalah gilbert lumoindong dan atau daud tony. terkesan, lebih banyak pengikut gilbert atau pengikut daud, daripada pengikut Yesus.

dan bila ini benar, maka saya rasa gaya hai2 sudah bagus. walau, pastinya, sampai lebaran kodok pun, nggak akan laku secara komersil ;)

hai hai's picture

Minyak Urapan Gratis

Happy Lee, anda benar, packaging adalah hal utama ketika hendak menjual produk. Saya selalu menyebut kue semprong buatan mama saya sebagai kue semprong paling enak di dunia, namun sayang karena tidak dipacking dengan baik, maka dia hanya mampu menjualnya dengan harga murah.

Bulan Desember 2007 yang lalu, ketika belanja di sebuah mini market saya melihat selebaran yang di taruh di atas etalase, sebuah undangan untuk menghadiri perayaan Natal di Stadion Utama Senayan. Saya tertarik untuk mengambil salah satu selebaran itu karena iming-imingnya yang luar biasa.

DISEDIAKAN MINUM & SNACK, MINYAK URAPAN GRATIS!

Saya pulang sambil bertanya-tanya, berapakah harga satu botol minyak urapan sehingga MINYAK URAPAN GRATIS digunakan untuk memikat orang untuk menghadiri sebuah kebaktian Natal?

Deniss, coba iseng-iseng berkunjung ke sini, dan perhatikan, bukankah idea yang gua ceritain sama elu udah ada yang memulainya? Klo dia gak terbuka secara otomatis, coba lu klik GL Partner.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

awan6's picture

Lebih baik lagi antara bungkus dan isi sama2 bagus

Sekrang ini spertinya org Kristen d mulai berkurang rasa kritisnya dan sering menrima sesuatu langsung tanpa dicerna.
Eh..pas ada yang ngasi Komen dikira menghakimi.
Sepertinya kita sering ber-Prasangka buruk thd sesuatu padahal kita belum pernah meneliti/menyelidiki eh..ujug2 langsung mencap menghakimi aj...
mustinya kita selidiki dulu trus baru dipikirkan lagi lalu baru beri komen..

I Raj 3:9
"Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

JLU-ALL

hai hai's picture

JURUS MEMBEDAKAN ROH

Wang, banyak temanku yang menghakimi dengan hati. Mereka beriman (yakin) memiliki anugerah membedakan roh. Nah, itulah yang terjadi ketika mendengar kotbah atau membaca buku dan lain-lainnya.  Alih-alih memikirkannya dengan akal sehat, mereka menghakiminya dengan hati (jurus membedakan roh).

Kalau hatinya sejahtera (eforia) berarti berasal dari Tuhan, kalau hatinya gelisah atau biasa-biasa saja, itu berarti dari Setan dan roh-roh jahatnya.

Wah, kebetulan ayat yang mereka gunakanuntuk membenarkan diri mereka sama dengan ayat yang kamu kutip Wang, I Raja-raja 3:9. Mereka berdoa, dan beriman Tuhan pasti jawab, maka merekapun memilikinya, JURUS MEMBEDAKAN ROH. 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Justice Maybe Blind...

Sudah dari kecil rasanya tertanam di otak untuk tidak menghakimi orang lain. Dan sampai beberapa menit yang lalu gw masih yakin bahwa gw menjalaninya dengan lumayan.

Rasanya seperti baru saja mengalami cuci otak :p hehe... tapi sampai saat ini sih masih dalam arti yang positif (^_^) Tulisan om hai hai sangat membuka apa arti menghakimi sebenernya, dan bagaimana selama ini gw ternyata selalu mempraktekannya sehari-hari.

Masalah menilai benar atau salah itu memang sangat fragile, semua orang punya kebenaran masing-masing dengan perspektif masing-masing, bahkan dengan standar masing-masing sesuai kepercayaan masing-masing. Kebenaran yang gw percaya belum tentu sama dengan kebenaran yang dipercaya orang lain. Tapi jelas bahwa kita tidak pernah lepas dari menghakimi. Secara tidak sadar, saat mendengar cerita dari teman, atau curhat dari sahabat, naluri penghakiman kita akan bergerak dengan cepat, bahkan mungkin melampaui kecepatan daya tangkap kita.

Om hai hai, apakah ada beberapa point yang bisa jadi tips alkitabiah bagaimana menghakimi dengan adil? rasanya itu bisa lebih melengkapi artikel ini.

hai hai's picture

Hakimilah Dengan Adil

Hallo Kocu, Selamat bergabung di Sabdaspace, atau sering disebut juga pasar Klewer. Di pasa Klewer kita boleh jualan apa saja asalkan itu produk buatan sendiri. Dan boleh beli apa saja yang kita suka. Puji Tuhan kalau tulisan saya membuka wawasan kamu.

Mustahil bagi kita untuk tidak menghakimi. Namun kita harus menghakimi dengan adil. Dan yang terpenting dari semuanya itu, KITA HARUS SIAP DIHAKIMI. Kita sedang dihakimi baik ketika orang memuji maupun mengecam kita. Oleh karena itu hadapilah penghakiman itu dengan adil. Jangan terbius waktu dipuji dan jangan teralu cepat membela diri waktu dikecam. Secara naluri kita suka dipuji, namun marah ketika dikecam, bahkan terkadang kita menyadari bahwa kecaman itu benar, namun kita tidak mampu mengubah kebiasaan kita. Mau tahu misteri kecam mengecam dan kenapa kita sulit memperbaiki diri, silahkan baca tulisan saya yang ini
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

xaris's picture

I could be wrong, you could be right, vice versa

Dear Ko,

Jadi bikin blog deh karena post-nya Gedalia = p Saya setuju dengan judulnya, hanya orang mati yang tidak melakukannya. Selama hidup kita akan terus menghakimi karena kita memang harus bisa membedakan apa yang benar dan yang salah.

Defini sederhana saya tentang menghakimi mungkin lebih menentukan mana yang salah/benar, baik/buruk, ok/tidak. Ko Hai Hai ada definisi lain kayaknya ya, yang menghakimi bahwa kita akan menyanjung, etc. Kalo bahasa saya, yang seperti itu saya ngga pake kata menghakimi, melainkan menilai. Hakim buat saya lebih berkenaan dengan pengambilan keputusan tentang salah/benar, baik/buruk, ok/tidak itu tadi. Kalo ngga salah waktu Tuhan digambarkan sebagai Hakim konteksnya juga begitu.

Terus, karena kita diciptakan menurut gambar Allah yang adalah Hakim Yang Adil, jadi pasti kita diberi kemampuan untuk menghakimi dengan benar. Jadi tidak dilarang untuk menghakimi asalkan bla bla bla dan untuk itu Tuhan kasih panduannya.

Saya pikir yang paling beda antara Tuhan dengan kita waktu jadi hakim adalah Tuhan tahu segala2nya, sehingga keputusan yang diambil pasti tidak akan pernah never ever salah (wuiiih...). Sedangkan kalo kita, biar udah dipandu pun bisa aja salah. Mungkin itu makanya Tuhan suruh maafin orang segitu banyaknya dalam sehari = D Gitu aja dulu.

hai hai's picture

Akibat Penghakiman

Nona Xaris, Menghakimi berarti membandingkan sesuatu dengan sebuah standard. Akibat penghakiman adalah MENGHUKUM  atau MENGAGUNGKAN.

Gereja yang tidak berani menghakimi adalah gereja yang lemah, orang yang tidak berani menghakimi adalah orang yang takut dihakimi.

Orang yang yakin dirinya tidak menghakimi adalah orang yang belum memahami apa arti MENGHAKIMI.  

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Gedalia Lynch's picture

Ya, begitulah....

Saya sendiri dibesarkan dalam gereja yang memiliki tata tertib dan menerapkan disiplin yang ketat terhadap pelanggaran-pelangaran dan dosa jemaat.

Banyak memang denominasi yang tidak berani/enggan menerapkan disiplin terhadap jemaatnya, selain karena takut jemaatnya hilang, denominasi itu juga tidak memiliki aturan rumah yang pasti dan konsisten. Sehingga tidak ada sikap yang tegas dalam menyikapi berbagai kelemahan dan pelanggaran jemaat.

Jika denominasi gereja yang tidak memiliki aturan rumah tangga yang tegas dan konsisten seperti ini menghadapi masalah, bahkan masalah moral sekali pun, mereka hanya melihatnya dari perspektif "kasih" saja dan tidak perlu menerapkan "disiplin".

Padahal Kasih memerlukan disiplin. Kata Ibundaku: "Orang yang memiliki kasih adalah seorang yang taat. Istilah discipline: disciple + line = seorang murid yang berada di dalam garis/aturan; jika ia menyimpang dari line yang disepakati, maka ia melanggar dan pantas di hukum."

Gedalya Lynch

Menghakimi tulisan-tulisan Hai2 dengan lebih adil.

Salam perkenalan untuk saudara-saudara seiman yang aktif di Sabda Space.

Saya baru mengikuti tulisan-tulisan disini beberapa kali. Harus saya akui, tulisan Hai-Hai lah yang paling banyak saya baca dan save di hardisk. Hai, keep on your good work. Tuhan selalu menyertai anda.

Dua hari yang lalu putra saya yang SD kelas 5 meminta saya mengeprint cerita kesaksian mengenai orang-orang yang bertobat dan kemudian percaya kepada Yesus. “Oh no problem Jo, kata saya.” “Papi punya banyak, kamu butuh berapa?” “Kata bu guru minimal 3 cerita, tapi kalau ada 4 lebih bagus.” Putra saya sekolah di SD Kristen, yang kata orang Jakarta-Tangerang adalah sekolah top, yang masih ada afiliasi dengan gereja Protestan mainline.

Saya memilah beberapa cerita bagus yang tidak terlalu panjang. Akhirnya saya memberikan Jo “Kesaksian Ari Wibowo”, “Kesaksian Stanley Setiadi” Mencari Kebenaran, “Keluarga Tong” Sons for the Master, tulisan Andar Ismail.

Saat membantu Jo menyelesaikan PR, Jo mendadak cerita, “Oh ya Papi, tadi bu guru cerita dikelas, seru loh!” Dudtony berperang melawan Lumodong, memakai ilmu sihir dan mantra, kemudian dudtony bertobat menjadi orang Kristen.” Seru sekali pi, seperti cerita film film kartun yang aku nonton di TV.” “Itu cerita benaran, apa hanya cerita fiksi?” “Cerita benaran, kata bu guru sekarang dudtony sudah jadi orang Kristen.”

Buku “Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan” masih tergeletak diatas meja kerja saya hari itu, belum sempat saya baca ulang. Saya keluarkan dari lemari buku (sudah ngedon lama disana, dari tahun 2003/2004?). Gara-gara tulisan Hai-Hai, saya tergerak kembali untuk cross-check apa yang tertulis dibuku tsb dengan tulisan Hai-Hai dan Alkitab.

Saya membeli buku MKDGK setelah mengoleksi beberapa buku DT di tahun 2003/4 (5 atau 6, saya lupa, beberapa sudah saya berikan kepada teman). Dengan mengaitkan yang satu dengan yang lain, penerbit B dengan cerdik mengiring pembacanya untuk juga mencari referensi di buku terbitan mereka yang lain.

Singkat cerita, setelah mengumuli pengajaran DT dan GL dan mengikuti beberapa khotbah/ kkr/kesaksian mereka selama setahun, saya mengambil kesimpulan ajaran mereka terlalu bombastis, kontroversial dan sangat diragukan kredibilitasnya. Sejak itu saya tidak pernah lagi memperhatikan ajaran mereka dan mengharapkan suatu saat nanti ada tulisan-tulisan yang bisa mengcounter ajaran-ajaran mereka.

Kembali ke laptop, saya memberitahu Jo saya punya buku yang diceritakan bu guru. Dia kegirangan dan langsung minta buku tersebut. Saya raih buku GL “MKDGK” di meja kerja saya, meminta dia mengoreksi ejaan nama pengarangnya sambil mengatakan buku DT harus dicari dahulu, karena sudah lupa disimpan di lemari yang mana. Akhirnya Jo larut dengan kesibukan PR nya. Tapi saya yakin beberapa hari mendatang dia pasti akan menagih ke saya buku non-fiksi “pertarungan di alam roh” yang menegangkan tersebut.

Tulisan Hai2 “MENGHAKIMI - Hanya Orang Mati Yang Tidak Melakukannya Lagi” baru saya print kemarin dan masih terongok diatas meja. Bersama tulisan Hai2 yang bagus lainya, seperti “HAI DAN ANJINGNYA”, dll, sudah saya forward ke beberapa teman seiman via email.

Tiba-tiba terlintas di benak saya untuk memberikan juga print out “MENGHAKIMI - … tersebut ke Jo untuk di setor ke bu guru. Toh kata Jo boleh empat, anggap saja sebagai bonus. Pasti bu guru tambah senang, karena makin banyak bacaannya. Siapa tahu bu guru membaca komentar happy lee, dan dennis santoso yang ada nama GL dan DT. Tertarik, kemudian bisa mengklik link Sabda Space disana supaya bisa membaca juga tulisan Hai2 mengenai pengkhotbah di alam roh.

Saya menunggu dan mencari tulisan-tulisan seperti itu selama 4 tahun. Bu guru bisa mendapatkannya saat itu juga. Saya doakan bu guru bisa menghakimi tulisan-tulisan Hai2 dengan lebih adil.

GBU

Sincere.

hai hai's picture

COME HELP CHANGE THE WORLD!

Mas Sincere, terima kasih atas dukungannya! Maaf, anda harus menunggu 4 tahun untuk menemukan tulisan-tulisan yang anda harapkan. Empat tahun yang lalu saya malah lebih parah dari Gedalia Lynch menganggap buku-buku sampah (murahan istilah dia) bukan saja tidak layak untuk dibicarakan, bahkan tidak layak untuk dibaca. Suatu hari saya keliling ke beberapa toko buku Kristen untuk melihat buku-buku apa saja yang dijual di sana dan bertanya, buku-buku apa yang paling laris dibeli orang? Hasil survey iseng itu luar biasa. Sayapun lalu memborong untuk melihat apa yang membuat buku-buku sampah itu demikian dicari orang? Saya lalu menjelajah internet untuk melihat apa yang didiskusikan oleh orang-orang Kristen?

Setelah gagal memprovokasi beberapa orang teman yang sarjana Theologia, akhirnya saya yakin, bahwa saya harus melakukannya sendiri. Saat itu, waktu berdoa, saya berkata,  “Tuhan, seperti biasa, ketika Engkau ingin aku melakukan sesuatu, maka aku punya dua pilihan, melakukannya secara sukarela atau Engkau akan memaksa saya untuk melakukannya. Sekarang saya akan melakukannya dengan sukarela, tolong bimbing dan berkati saya.”   

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menyediakan waktu secara khusus untuk belajar abis-abisan. Setelah merasa bekal cukup, saya mulai langkah kedua, membaca semua buku itu, bahkan membacanya berkali-kali untuk memastikan memahami apa yang diajarkan. Langkah ketiga saya mengujinya, akhir tahun 2006 saya sudah menyelesaikan pengujian atas buku-buku Pdt. Gilbert Lumoindong, Ev. Daud Tony, Pdt. DR Eku Hidayat MA, Harun Jusuf, Pdt. Markus Tan. Langkah keempat, selain mengujinya sendiri, saya juga minta tolong beberapa orang teman untuk menguji apa yang saya tulis. Hingga saat ini buku tersebut sudah di baca dan diedit berkali-kali. Nah, saya mengunduhnya di Sabdaspace agar teman-teman yang lain dapat membaca dan mengujinya juga.

Ada yang mengklaim bahwa buku-buku Ev. Daud Tony sudah terjual 500.000 copy lebih. Belum lagi para pendengar kotbah dan penonton vcdnya. Saya tidak tahu berapa copy buku-buku penulis lainnya yang sudah terjual. Namun dari pengamatan saya dari internet, siaran di TV dan radio, pembicaraan di antara jemaat, nampak jelas sekali bahwa kita para pecinta ajaran sejati Alkitab sudah ketinggalan jauh. Nampaknya ajaran di dalam buku-buku tersebut sudah menjadi standard kebenaran bagi banyak orang Kristen di Indonesia. SUNGGUH MENGERIKAN!

Mas Sincere, anak saya duduk di kels 1 SD, senang sekali menemukan orang tua lain yang sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya seperti anda.

COME HELP CHANGE THE WORLD! Almarhum DR. Bill Bright pertama kali menyerukan kalimat itu pada tahun 1984 lalu mengajak umat Kristen seluruh dunia untuk ikut ambil bagian. Saya termasuk salah satu yang menyambut seruan itu saat itu, namun kemudian melupakannya. Semoga Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk ikut ambil bagian.
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Gedalia Lynch's picture

GL bilang apa?

Maaf hai hai...

Perkataan sincere ini sudah aku share-kan secara gamblang, bahwa buku DT dan GL itu, buku murahan; sebelum sincere mengungkapkanya secara lebih halus seperti ini:

"Singkat cerita, setelah mengumuli pengajaran DT dan GL dan mengikuti beberapa khotbah/ kkr/kesaksian mereka selama setahun, saya mengambil kesimpulan ajaran mereka terlalu bombastis, kontroversial dan sangat diragukan kredibilitasnya. Sejak itu saya tidak pernah lagi memperhatikan ajaran mereka dan mengharapkan suatu saat nanti ada tulisan-tulisan yang bisa mengcounter ajaran-ajaran mereka."

Jadi,
Aku, Gedalya Lynch, ingin mengarahkan energi positif kita kepada diskusi yang lebih positif juga. Ya, misalnya tentang... "Mengapa harga susu koq mahal? dan "Bagaimana solusinya?" Dll. :D

hai hai's picture

Gedalia Lynch, Please Do More …

Gedalia Lynch, nggak ada yang perlu dimaafkan, wong kamu nggak salah apa-apa kok. Saya yang mencoba memprovokasi kamu untuk berbuat lebih banyak lagi. Kamu mampu melakukan lebih banyak lagi nona.

Bukan salah saya kalau kamu sudah membaca banyak buku-buku yang bahkan tidak sanggup dibaca hingga tuntas oleh sebagian sarjana Theologia. Juga bukan salah saya kalau saya berharap kamu mau menuliskan apa yang kamu ketahui untuk para pembaca di pasar Klewer. Kongzi yang hidup 551-479SM mengajarkan, “Orang yang mengetahui duluan, wajib memberi tahu saudaranya yang belum tahu.

Nona, maafkan bila saya berharap terlalu banyak dari anda!

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Gedalia Lynch's picture

Mirip Hadits

Koko hai-hai bilang: “Orang yang mengetahui duluan, wajib memberi tahu saudaranya yang belum tahu.

Maka Hadits berbicara seperti ini: "Sebaik-baiknya manusia, adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya." :)

Ya deh... Tapi saya sudah memberitahukannya terlebih dahulu sebelum diminta! Mungkin salahnya adalah, saya melanggar aturan ini: "Jangan menasehati, sebelum nasehat itu diminta," kali ye...?? Aku terlalu cepat memberitahu sebelum aku diijinkan mengatakannya. Tetapi dari diskusi ini, aku menemukan sebuah prinsip, dan saya yakin koko hai hai juga setuju, bahwa kita jangan sekali-kali mengkultuskan seseorang dan 'menelan segala sesuatu darinya' karena alasan popularitas dan karunia yang ia miliki!

Ya, sehebat-hebatnya manusia, "Sana-sini ia hanya membawa tahi" (maaf) di dalam perutnya. Sama sekali nggak ada kebanggaan di dalamnya.

G.Lynch

hai hai's picture

Musuh Bertarung Untuk Saling Membunuh

Gedalia Lynch, saya sering bilang, "Musuh bertarung untuk saling membunuh, sabahat bertarung untuk saling mengenal, saudara bertarung untuk menguji betapa kentalnya darah dan kekasih bertarung untuk memurnikan cinta!"

Nah, kalau tidak bertarung, mana bisa semua blogger di pasar Klewer ini saling mengenal? Bukankah kita hanya akan saling berbasa-basi sampai basi?

Jangan khawatir nona, satu-satunya manusia yang saya kultuskan namanya Yesus Kristus, hal itu karena Dia adalah Allah. Harus diakui, ada beberapa orang yang sangat saya hormati, namun semuanya dalam batas-batas wajar, yaitu menghormati mereka sebagai sesama manusia. Kamu benar, sehebat-hebatnya manusia ...   

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

xaris's picture

Cuma sama Tuhan

Halo Gedalia,

Satu point kamu di sini saya setuju sekali bahwa jangan sekali2 mengkultuskan orang. Sedikit tambahan, kalau saya boleh sambung2kan antara tulisan2 Ko Hai Hai yang mengkritisi pengajar2 yang dikultuskan meskipun ajarannya salah, maka pengalaman saya adalah pengkultusan pengajar2 yang ajarannya benar pun jangan sampai kita lakukan.

Masalahnya, meskipun yang diajarkan benar, para pengajar2 itu tetap manusia yang tidak luput dari kesalahan. Sehingga memang yang diajarkan benar, tetapi kehidupannya tidak selalu bisa dicontoh. Itulah makanya cuma Tuhan Allah Tritunggal yang kita boleh kultuskan (kalau boleh pake kata kultus). Ini yang selalu saya ingat (karena saya pun bisa terjebak jadi begitu), "A man maybe theologically knowing and spiritually ignorant." - Stephen Charnock 

P.S. Salam kenal ya, baru sekarang menyapa nih. Post pertama kamu diambil dari Christianity Today.com? Suka ke sana? Kalau saya setiap hari pasti kesana dan suka post comment juga. 

Please Do More

3 poin dari tulisan perdana saya:

• Kritisi pendidikan rohani anak-anak kita.

• Kritisi ajaran gembala/pendeta kita dengan terang Firman.

• Kita wajib dan harus menilai, memilah (discern) dan menghakimi. Standard pengukurnya harus absolute, FT dari alkitab (sola scriptura).

Hai, ente memang provokator. Memprovokasi kita2 untuk berbuat lebih lagi, bukan hanya sekedar self-content, bahwa kita sudah berbuat.

COME HELP CHANGE THE WORLD! Saya orang marketing, saat ini belum mampu berproduksi karena resource (basic FT) belum kuat. Anda yang produksi, saya akan distribusi dan pasarkan produk anda, all over the world. Believe me, I know what I sell.

Salam

Sincere

The man who doesn't know, and doesn't know that he doesn't know. He is a fool. Avoid him.

The man who doesn't know, and knows that he doesn't know. He is a student. Teach him.

The man who knows, and doesn't know that he knows. He is asleep. Awaken him.

The man who knows, and knows that he know. He is a teacher. Learn from him.

Knowing how little you know is the beginning of wisdom!

Di dalam menghadapi krisis zaman, orang-orang Kristen sejati tidak seharusnya terbuai dan bahkan menjadi pengikut setia arus zaman, tetapi mereka tetap harus berpegang kepada Firman Tuhan (Alkitab). Bukan hanya setia kepada Alkitab, mereka pun harus tetap memberitakan Firman

Dalam mengajar, tidak cukup seorang hamba Tuhan hanya mengajarkan ajaran yang benar saja; ia juga harus menunjukkan kesalahan dari ajaran yang salah, supaya orang tidak percaya pada ajaran yang salah itu, dan mau percaya pada ajaran yang benar!

Religion, separated from knowledge, is nothing but the sport and delusion of Satan.
"AGAMA, YANG TANPA DISERTAI PENGETAHUAN [KEBENARAN ILAHI], HANYA AKAN MENJADI PERMAINAN DAN TIPUAN IBLIS."

John 7:24 Jesus says: “Do not judge according to appearance, but judge righteous judgment.” What Jesus does tell us is not to judge by our own opinions, but instead judge by the word of God, that is what it means to judge righteously. He always encouraged the people to judge. God told Israel to judge the prophets in the Old Testament.

hai hai's picture

Lets Get It On!

Pemikiran luar biasa Sincere! Let Get It On! 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Kristi's picture

Hi, salam kenal

Hi, salam kenal semuanya.
Sebelumnya perkenalkan saya adalah user baru di pasar klewer ini.
Saya udah baca beberapa post di-sini khususnya blog fovorit saya untuk saat ini blog-nya hai-hai.
(Bung hai jujur saya kagum dengan gaya bahasa anda)

Saya adlh anak pendeta di suatu kota kecil.Saya kadang2 juga menyampaikan renungan FA di kelompok2 kecil. But..basic saya bukan sekolah teologia. Makanya saya masih terus belajar. Salah satunya belajar dari komunitas ini juga.

Saya udah terbiasa dengar papa dikritik atau dihakimi.
Cuman dasar mengkritik-nya macam2. Ada yang karena tidak suka dengan beliau sehingga cari2 kesalahan, ada yang karena iri, tapi ada juga yang kritikannya menegur dengan kasih untuk sesuatu yang lebih baik dan benar.

Dan kita memang sekarang ini harus kritis, tapi dengan dasar yang benar. Bukan asal ngomong yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Dan kembali dasar kita adalah FA.

Sekarang ada hamba2Tuhan yang dikultuskan oleh orang2 kristen. Dan kalau hamba Tuhan yang lain tidak seperti yang dikultuskan ini, maka hamba Tuhan itu akan dibanding2kan dan dihakimi.

Apalagi sekarang ada yang namanya mega church (malah ada yang nyebut juga gega church). Dan ada anggapan bahwa gereja yang benar, jemaatnya akan bertumbuh berlipat-lipat.
Dalam hal ini juga terkait dengan berkat-berkat yang kita kenal dengan istilah 'teologi kemakmuran'.
(udah pernah dibahas apa belum ya? soalnya saya baru bergabung beberapa hari di pasar klewer ini, jadi mungkin masih ketinggalan banyak hal)

GOD IS LOVE

jesusfreaks's picture

WELCOME TO THE JUNGLE KRISTI ! (HAI-HAI KAYAK INUL)

Dear sister kristi Kristi,

welcome to the brotherhood of heaven.

 

Wah hai-hai fenomenal nih, kayak inul.

belum kenalan udah dikagumin.

 

wah kamu belum cakar-cakaran sama hai-hai ya.

kalau gitu saya dulu deh yang cakar kamu.

kamu bilang :

Dan kita memang sekarang ini harus kritis, tapi dengan dasar yang benar. Bukan asal ngomong yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Dan kembali dasar kita adalah FA.

 

bukankah teologi kemakmuran yang kamu pertanyakan itu, pakai dasar FA.

berarti benar dong ? gak asal-asalan seperti yang kamu maksud.

hayooo jangan asal buat definsi.

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

hai hai's picture

Bila Ada Yang Kentut di Gereja Kami

Kristi, selamat bergabung! Semoga kamu betah! Wah, saya beruntung karena begitu masuk kamu langsung baca tulisan saya, coba kalau baca tulisan-tulisan yang lain dulu, pasti kamu tidak akan memuji tulisan saya. Terima kasih atas pujiannya! Saya suka kamu memuji gaya bahasa saya, ha ha ha … nampaknya kamu orang pertama yang memuji gaya bahasa saya lho!

Kristi, (nona atau tuan ya?) walaupun tidak sekolah Theologia, namun itu tidak membebaskan kamu dari tanggung jawab untuk belajar dengan cara yang benar sebelum mengajar. Nah, nampaknya Sabdaspace atau pasar Klewer ini adalahsalah tempat yang cukup lengkap bila kamu mau belanja. Selain aneka ragam juga jumlahnya banyak sekali. Per sekarang, ada 1685 tulisan di pasar ini. Bila ada yang kamu cari, coba lakukan dengan cara mengetikkan “kata atau kalimat” di kotak pencarian yang ada di pojok kanan atas, itu akan membantu kamu.

Jarang ada anak pendeta yang mau mengaku dirinya anak pendeta lho! Namun selain mengaku nampaknya kamu juga merasa bangga jadi anak pendeta, saya suka cara kamu mengungkapkannya, “Saya adlh anak pendeta di suatu kota kecil.”
  
Kamu benar Kristi, kita tidak boleh mengkultuskan sesama manusia. Pengkultusan selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang yang dikultuskan. Saya tidak suka gereja besar, karena di gereja besar kita tidak saling mengenal. Saya suka gereja saya yang kecil karena di gereja kami yang kecil, semua orang saling mengenal. Bahkan seorang teman pernah bilang, “Bila ada yang kentut di gereja kami, maka kami akan tahu kentut siapa itu dari bunyi dan baunya!” Ha ha ha …

Kristi, JF sudah berkeluarga dan nampaknya juga sudah punya anak, jangan mau dicakar dia! Ha ha ha … jurus siapa ini ya?

Nb.
Kristi jangan bilang siapa-siapa ya?! Kalau kamu kesulitan masalah tata bahasa atau hal-hal bahasa lainnya, silahkan mengunjungi blog-blog ini. Bila tidak menemukan solusinya, mungkin dia menyimpannya di rumahnya, untuk ke sana silahkan klik di sini.
 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Kristi's picture

Tolong...saya dicakar nih...

Wah tenang bung hai, saya juga dah berkeluarga, jadi kagak apa2 kalau dicakar.

Kira2 saya cocoknya kristina atau kristiono yah.. tadi waktu login saya lupa isi identity.

Nah sekarang udah saya isi, dan coba tebak mana yang lebih tepat.

Bung Hai, saya mau mengkritik bung hai, karena tulisannya kurang banyak.
Terus kenapa kok dulu harus bercerai? Emang sih bercerai itu ndak apa2 asalkan kemudian jangan menikah lagi. hayo...kuat ngga?
Makanya jangan sampai cerai lagi deh.

Btw, tulisan2nya yang mengenai love, sex, etc..gue setuju banget.
lain waktu saya akan ikut comment.

GOD IS LOVE

hai hai's picture

Ngak Ada Yang Percaya

Dari pada menduga-duga lebih baik dilongok aja dech! JF benar, kamu wanita. Kalau masalah tulisan itu memang masalah, karena keterbatasan waktu dan kemampuan ya cuman bisa menulis segitu aja dulu. Tapi nanti pelan pelan akan bertambah terus.

Wah, Krsitina, kamu juga pasti nggak akan percaya. Saya bercerai demi menyelamatkan perkawinan kami! Nggak ada yang percaya waktu saya bilang, "Perkawinan adalah jalan terakhir untuk menyelamatkan perkawinan!"

silahkan kasih komentar nona. Eh, saya sebenarnya tidak setuju kalau wania yang sudah menikah harus dipanggil nyonya, sedangkan lelaki yang sudah menikah tetap dipanggil tuan. Itu sebabnya saya selalu memanggil wanita, nona, nikah atau belum tetap nona.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Kristi's picture

JF...salam sejahtera

Salam kenal untuk JF and thanks for your advise.

Masalah teologia kemakmuran nanti lain waktu kita bahas. Siapa tau ada yang sudah membahasnya lebih dahulu.

GOD IS LOVE

Kristi's picture

Lihat mobil yuk..

Saya pernah mendengar khotbah salah satu hamba Tuhan yang mempunyai pandangan demikian:

Kalau anda melihat mobil dari sisi samping saja, maka anda akan mendefinisikan bahwa mobil itu mempunyai roda 2 dengan 2 pintu saja. Apakah benar demikian?
kalau anda melihat mobil dari sisi depan saja, maka anda akan menyimpulkan bahwa mobil itu hanya berupa kaca dan lampu dan tidak ada pintunya. Apakah itu salah?
Tapi kalau anda melihat mobil secara keseluruhan, anda mengelilinginya, pasti anda akan dapat mendefinisikan sebuah mobil itu dengan benar.

nah demikian juga kalau kita melihat keberadaan Allah.

Jujur kita belum bisa memahami keberadaan Allah yang sesungguhnya 100%. kita masih melihat dari sisi-sisi yang mungkin antara si A dan si B berbeda.
Jika si A dan si B saling memberikan informasi, ini yang membuat kita dapat melihat nya secara lebih lengkap dan utuh.
Tapi patokannya kembali lagi ke Alkitab yaitu Firman Allah itu sendiri.

Saya berharap di sabdaspace ini kita bisa melihat pandangan2 yang saya yakin berbeda satu dengan yang lain. Ada yang setuju dan tidak setuju. Tapi yang jelas masing2 harus memberikan informasi yang benar, tidak asal tidak setuju tapi tidak bisa menjelaskan dasar ketidaksetujuannya.

Satu hal lagi, seringkali kita mendengar khotbah: bahwa ketika kita menerima FA, kita jangan memakai akal kita, tapi kita harus terima dengan iman, terima dengan hati.
nah, ini yang harus kita hati2. karena Tuhan juga berikan akal untuk maksud yang baik. Jadi tinggal bagaimana kita memakai akal kita. kita memakai untuk yang baik, atau untuk yang tidak baik. Kembali lagi ke masalah hati tentunya.

GOD IS LOVE

xaris's picture

FA?

Allo semuanya, interupsi sebentar nih, saya agak lost, yang dimaksud FA itu apa ya? Firman Allah? Saya baru kali ini liat singkatan begini. Thanks ya buat yang bersedia klarifikasi = )

Tampilan Terbaik di 1024 x 768