dia bilang Tunggu setengah jam lagi di bawah pohon besar itu. nikmati rumput yg hijau dg segelas es seperti biasanya, sebelum aku datang.
aku bertanya dalam hati: memang rumput hijau dan es dapat mengobati kebosanan? aku rindu tapi disuruh menunggu. aku bosan tapi apa daya dia belum datang.
Tuhan juga menyuruh anak2NYA menunggu, menunggu Dia datang kembali. kataNYA tidak ada seorangpun yg tau waktuNYA cuma Bapa seorang. aneh. bukankah Yesus juga harusnya bosan?
Dia mau datang tapi tak tau waktuNYA. dan kita disuruh menunggu karena Dia pasti datang.
Yang paling membosankan adalah menunggu, bisa marah kalau kelamaan gak datang2, bisa pergi kalau Dia gak datang juga. tapi dibalik filosofi menunggu saya belajar satu hal.
orang yang menunggu mempunyai harapan. Yang ditunggu adalah harapannya. sayang kalau sudah menunggu lama anda tak yakin IA akan datang. bekerja, tertawa. berkumpul. berbicara adalah intermezzo. menunggu adalah yg sesungguhnya harus ada di dalam hati.
didalam menunggu ada harta. karena orang yg menunggu harus sabar. yakin dan mengerti. Tuhan membuat kita menunggu, supaya saat IA datang IA mendapati kita sabar, yakin dan mengerti.
hidup kita seperti angin, tubuh kita fana, seperti uap, sebentar datang sebentar pergi. tapi kesabaran, pengharapan dan pengertian tidak lenyap ditiup angin. itulah mengapa kita disuruh menunggu.
selamat menunggu. nikmati secangkir es dan pandanglah rumput hijau, dan katakan pada dirimu, aku sabar dan akan bertahan!