mey '98 hanya sepenggal waktu ketika berjuta kelelawar hitam mengusai langit beberapa kota di negeri ini sehingga manusia berpikir sang Khalik tak peduli lagi dan manusia tak perlu mawas diri melampiaskan putus asanya sekarang kita tahu bahwa dibalik awan kalelawar langit tetap biru sang Khalik tak pernah tak peduli Ada banyak luka, setiap bulan Mey datang kembali mengucurkan darah luka di atas luka jangan membuat luka lagi itulah bijaksana Menatap langit meledakan tanya jangan lupa berdiam diri karena tanya kan membentur tahta sang Khalik memantul lalu menyusup nurani kala itu terjadi jawablah dalam laku Mey kelabu kata orang Mey gelap gulita kataku karena pada bulan Mey itulah aku tahu hidup ini anugrah karena pada saat itu aku benar-benar mengerti hidup dan mati bukan manusia tuannya Mey hitam kelam ku kan cerita pada generasi selanjutnya bahwa, ketika manusia merasa sang Khalik tak peduli lagi saat itulah manusia kehilangan jati diri berusaha menjadi sang Khalik sang jahanam manusia kan jadi Mey hitam kelam adalah hari-hari ketika sang Khalik konfirmasikan KhalikNya luka di atas luka yang terluka yang melukai siapa yang lebih susah? yang terluka kehilangan mencoba mengumpulkan mencoba melupakan mencoba tuk tertawa yang melukai menanggung beban mencoba melepaskan mencoba melupakan mencoba tuk menangis Mey hitam kelam yang terluka mungkin tak tersembuhkan yang menanggung beban mungkin tak terlepaskan tapi bumi tetap berputar pada porosnya mari mengingat Mey hitam agar tak ada lagi Mey kelam di kemudian hari 2007-05-24
MEY HITAM KELAM
- Blognya hai hai
- Login or register to post comments
- 633 kali dibaca
Kirim halaman ini


>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |