Dari generasi ke generasi sejak dari sekolah minggu hingga di mimbar-mimbar gereja, jemaat menerima pengajaran bahwa ular yang menggoda Hawa di taman Eden adalah BINATANG ular. Itu sebabnya sejak purbakala muncul perdebatan apakah ular di taman Eden adalah Iblis yang MENJELMA menjadi binatang ular atau ular yang dirasuki oleh Iblis. Alkitab mengajarkan bahwa Ular di taman Eden bukan ular sejati karena dia adalah Adam. Ular adalah nama yang diberikan oleh Hawa kepada Adam. Banyak jemaat memahami ajaran demikian dengan baik namun banyak pula yang menentangnya habis-habisan. Menurut saya diskusi tentang Ular di taman Eden harus diakhiri sekarang. Beginilah cara Alkitab mengakhiri perdebatan tentang Ular di taman Eden.
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Kejadian 2:23
Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Kejadian 3:20
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Kejadian 3:13
Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." Kejadian 4:25
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9
TUHAN Allah memberi KUASA kepada manusia untuk memberi NAMA kepada makluk hidup. ADAM adalah nama JENIS makluk hidup yang diberikan oleh TUHAN Allah kepada manusia. Adam memberi nama jenis kelamin PEREMPUAN (ishshah, dilafalkan: ish-shaw) untuk Hawa dan LELAKI (iysh, dilafalkan: eesh) untuk dirinya sendiri. Dia kemudian memberi nama pribadi HAWA kepada perempuan itu. Selanjutnya Adam perempuan itu dikenal dengan nama HAWA. Kain, Habel dan Set adalah nama yang diberikan oleh Hawa kepada anak-anaknya, maka dengan nama itulah mereka dikenal. Bagaimana dengan ADAM LELAKI itu, siapakah nama pribadinya?
Nama pribadi ADAM LELAKI adalah ULAR. Hawa menamainya ULAR itu sebabnya dengan nama itulah selanjutnya dia dikenal. Kenapa kita harus MEYAKINI kebenaran demikian? Karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab. Itu sebabnya Wahyu 12:9 mencatat bahwa Satanas alias Diabolos itu disebut si Ular tua alias Naga besar. Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Firman yang tidak konsisten bukan firman Allah sejati. Di dalam Kejadian 2:19 TUHAN Allah memberi kuasa kepada manusia untuk memberi nama dan Dia menaati ketetapan-Nya di dalam Wahyu 12:9.
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Kejadian 2:23
Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Kejadian 3:20
Handai taulan sekalian, Adam menamai makluk itu PEREMPUAN karena dia diambil dari laki-laki. Adam menamai PEREMPUAN istrinya itu Hawa sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Kapan Adam menamai istrinya Hawa? Pasti setelah istrinya melahirkan. Bukankah Alkitab baru mencatat kelahiran Kain dalam Kejadian 4:1 dan mencatat Adam menamainya Hawa di Kejadian 3:20? Bukankah itu berarti Adam sudah menamai istrinya Hawa sebelum dia melahirkan? Adam tidak mahatahu. Dia tahu berdasarkan pengajaran TUHAN Allah, penalarannya dan apa yang dialaminya. Mungkin dia menarik kesimpulan bahwa istrinya akan melahirkan melalui pengamatannya atas binatang-binatang namun dia baru benar-benar tahu bahwa istrinya adalah ibu semua anak-anaknya setelah Hawa melahirkan. Namun itu bukan masalah utama. Yang perlu kita yakini adalah Adam menamai istrinya PEREMPUAN sebelum dia menamainya HAWA.
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Kejadian 3:11
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kejadian 3:12
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Kejadian 3:13
Silahkan memperhatikan ketiga ayat tersebut di atas baik-baik. Ketika TUHAN Allah bertanya, Adam menunjuk PRIBADI dengan tegas dan gamblang. "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Jawaban Adam dan Kalimat "Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu:" mengajarkan kepada kita bahwa ketika tergoda, perempuan itu belum dinamai Hawa oleh suaminya. Apa jawaban PEREMPUAN itu ketika TUHAN Allah bertanya kepadanya? "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Berapa lama ular tumbuh dewasa dan mulai berkembang biak? Satu setengah hingga dua tahun. Ular berkembang biak dengan bertelur. Berapa banyak jumlah ular ketika Hawa tergoda? Kita tidak tahu, namun pasti lebih dari sepasang. Kita juga tahu hanya ada SATU ular yang menggoda PEREMPUAN itu. Dengan demikian kita tahu bahwa doktrin ular merayap karena kutukan TUHAN Allah benar-benar doktrin yang LUCU karena ketika PEREMPUAN itu menjawab pertanyaan TUHAN Allah yang dia maksudkan adalah SATU pribadi BUKAN sekelompok binatang.
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Kejadian 3:1
Ayat tersebut di atas digunakan untuk menentang ajaran bahwa Ular di taman Eden yang menggoda Hawa adalah Adam. Kata BINATANG di dalam ayat tersebut dikatakan sebagai JAMINAN bahwa Ular yang menggoda Hawa adalah binatang yang disebut ular. Kata BINATANG di dalam Kejadian 3:1 diterjemahkan dari kata Ibrani CHAY. Kata tersebut digunakan 501 kali dalam Perjanjian Lama. Inilah yang tercatat tentang kata CHAY:
Dalam TB: hidup 187, Demi 35, kehidupan 31, hidupnya 22, hidupmu 17, demi 13, hidupku 13, hidup-hidup 7, mengalir 7, makhluk-makhluk hidup 7, orang-orang hidup 4, liar 4, makhluk-makhluk 4, Hidup 3, tahun depan 2, nyawaku 2, umurnya 2, berikutnya 1, bernyawa 1, Makhluk-makhluk hidup 1, usia 1, Hidupmu 1, Orang-orang 1, Umur 1, baru 1, timbul 1, kehidupanku 1, perutnya 1, mencapai 1, menyegarkan 1, orang 1, waktu 1, gagah perkasa 1, umur 1, hanyalah 1, hidup segar 1, hidupkah 1, umurmu 1, binatang 47, Binatang 1, binatang-binatang 20, binatang liar 7, binatang-binatang liar 2, binatang hutan 1, ternak 1,
Dalam AV: live 197, life 144, beast 76, alive 31, creature 15, running 7, living thing 6, raw 6, misc 19
Definisi: (ks) hidup (living) [386]
Definition: adj 1) living, alive 1a) green (of vegetation) 1b) flowing, fresh (of water) 1c) lively, active (of man) 1d) reviving (of the springtime) n m 2) relatives 3) life (abstract emphatic) 3a) life 3b) sustenance, maintenance n f 4) living thing, animal 4a) animal 4b) life 4c) appetite 4d) revival, renewal 5) community
Saya sudah membaca ayat-ayat yang mencatat kata Ibrani CHAY yang diterjemahkan sebagai BINATANG. Menurut saya terjemahan-terjemahan tersebut lebih akurat bila diterjemahkan sebagai MAKLUK HIDUP atau YANG HIDUP karena CHAY adalah kata SIFAT.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti MALAIKATLAH makluk ciptaan pertama yang berdosa? Apabila Iblis bukan Adam namun malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan bahwa dosa masuk ke dalam dunia oleh Adam, karena seharusnya dia mengajarkan bahwa dosa masuk ke dalam dunia oleh satu MALAIKAT?
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Roma 5:14
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti maut telah berkuasa sebelum zaman Adam? Apabila Iblis adalah malaikat bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan bahwa maut BARU berkuasa dari zaman Adam?
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:15
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti MALAIKATLAH makluk ciptaan pertama yang melanggar perintah TUHAN Allah? Apabila Iblis adalah malaikat bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut karena yang terjadi adalah: Karena pelanggaran satu MALAIKATLAH semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut.
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Roma 5:16
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang karena yang harus diajarkannya adalah: kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu MALAIKAT sebab malaikatlah yang pertama kali berdosa.
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:17
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan: oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu karena yang harus diajarkannya adalah: oleh dosa satu MALAIKAT, maut telah berkuasa oleh satu MALAIKAT itu?
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Roma 5:18
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Roma 5:18
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan: oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa karena yang harus diajarkannya adalah: oleh ketidaktaatan satu MALAIKAT semua orang telah menjadi orang berdosa?
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 1 Korintus 15:21
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan: Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. karena yang harus diajarkannya adalah: Sebab sama seperti maut datang karena satu MALAIKAT, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia?
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 1 Korintus 15:22
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan: Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Karena yang harus diajarkannya adalah: Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Iblis yang MALAIKAT, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 1 Korintus 15:45
Apabila Iblis adalah malaikat, bukankah itu berarti Paulus membual ketika mengajarkan: Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Karena yang harus diajarkannya adalah: MALAIKAT Iblis menjadi makhluk yang hidup", tetapi MALAIKAT YHWH yang akhir menjadi roh yang menghidupkan?
Handai taulan sekalian, apabila anda kekeh-jumekeh meyakini bahwa ular di dalam Kejadian 3:1 adalah ular sejati, bukankah seharusnya anda juga kekeh-jumekeh meyakini bahwa Si Ular Tua di dalam Wahyu 12:9 adalah ular sejati? Apabila anda kekeh jumekeh meyakini bahwa MALAIKATLAH yang menyebabkan manusia BINASA bukankah seharusnya anda meyakini bahwa MALAIKAT pulahlah yang seharusnya MENGHIDUPKAN manusia?
Manusia yang menyebabkan manusia binasa, itu sebabnya manusia pula yang menghidupkan manusia. Apabila Iblis adalah malaikat itu berarti malaikat yang menyebabkan manusia binasa. Apabila malaikat yang menyebabkan manusia binasa, itu berarti malaikat pula yang menghidupkan manusia. Apabila Iblis adalah malaikat, itu berarti Malaikat TUHAN yang menghidupkan manusia. Karena Adam yang menyebabkan manusia binasa itu sebabnya Yesus Kristus yang menghidupkan manusia. Yesus Kristus adalah manusia SEJATI sementara Adam adalah GAMBAR manusia sejati tersebut. Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Itu sebabnya Alkitab mengajarkan:
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 1 Korintus 15:47
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 1 Korintus 15:48
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. 1 Korintus 15:48
Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 1 Korintus 15:50
Handai taulan sekalian, apabila Yesus Kristus memiliki HAKEKAT manusia dari Maria, itu berarti Dia bersifat JASMANI. Apabila Yesus Kristus memiliki hakekat manusia dari Maria itu berarti Dia bukan makluk sorgawi. Apabila Yesus Kristus memiliki hakekat manusia dari Maria itu berarti Dia adalah yang BINASA, itu berarti Dia adalah daging dan darah yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, itu berarti Dia tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 1 Korintus 15:51
dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 1 Korintus 15:52
Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. 1 Korintus 15:53
Yesus Kristus adalah TUHAN Allah yang DIUBAH menjadi manusia. Dia bukan manusia namun TUHAN Allah yang diubah menjadi manusia.
Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. 15:54
Apabila Yesus Kristus adalah TUHAN Allah yang MENGENAKAN hakekat manusia, itu berarti Dia adalah yang tidak dapat binasa yang MENGENAKAN yang dapat binasa. Apabila yang tidak dapat binasa MENGENAKAN yang dapat binasa, maka Dia akan binasa. Karena Yesus Kristus tidak MENGENAKAN hakekat manusia yang dapat binasa, itu sebabnya Dia tidak binasa ketika dibinasakan manusia.
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 15:55
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 15:56
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15:57
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 15:58
Apabila Yesus Kristus adalah TUHAN Allah yang MENGENAKAN hakekat manusia, itu berarti Dia adalah yang tidak dapat berdosa yang MENGENAKAN yang berdosa. Apabila yang tidak dapat berdosa MENGENAKAN yang berdosa, maka Dia akan berdosa. Karena Yesus Kristus tidak MENGENAKAN hakekat manusia berdosa, itu sebabnya Dia tidak berdosa ketika menjalani hukuman menggantikan manusia berdosa.