Submitted by hai hai on

ASarlen Menulis:

Rupanya rekan-rekan disini belum ada yang mengalami besarnya kuasa doa yang diyakini dengan sungguh-sungguh ya? Kok susah banget sih menerima penjelasan saya?

Mbok ya dibaca dulu baik-baik. Pahami dulu, jangan main ngomong tapi gak ngerti sama yang dibicarakan. Sambungkan dengan Firman Tuhan yang saya tuliskan. Saya gak asal comot karena saya gak berani asal comot dan saya bukan menulis untuk menyesatkan atau menyampaikan kabar bohong atau dongeng karangan dengan dasar Firman Tuhan.

Well, Firman Tuhan bilang, memang banyak pencemooh di akhir jaman. Saya jadi mengerti dengan isi Firman Tuhan itu karena ternyata, didalam forum ini, banyak sekali orang yang seenaknya mencemooh tulisan yang didasarkan Firman Tuhan (saya temukan di banyak komentar di tulisan yang diposting oleh rekan-rekan di media sabda ini).

Semoga Tuhan akan menjelaskan lewat kondisi visual langsung kepada rekan-rekan sekalian tentang bagaimana kita memanfaatkan iman percaya kepadaNya, agar jangan ada kata-kata cemooh yang membuat rekan-rekan dianggap bersalah di mata Tuhan.



Hai hai Menentang:

Bung Sarlen, tulisan anda walaupun ditulis dengan kata-kata yang sopan namun sangat VULGAR dan SOMBONG. Saya yakin, kalimat-kalimat anda itu sangat menggelitik hati beberapa blogger di sini untuk MINTA pengajaran kepada anda tentang IMAN. Sebelum hal itu terjadi, mohon IZINKAN si tua bodoh ini minta pelajaran kepada anda tentang IMAN. Bila anda tidak MAU atau tidak SANGGUP mengajari si tua bodoh ini, maka itu berarti anda memang ASAL COMOT atau anda PENGECUT. Jangan takut kawan, kita belajar dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran, bukan KEYAKINAN anda apalagi keyakinan saya. Kita lakukan pelajaran ini di depan orang banyak agar mereka selain bisa menjaga bahwa pelajaran ini dilakukan secara jujur juga bisa mengambil manfaat darinya.

Bung Sarlen, anda memang orang beriman, iman anda luar biasa. Karena anda beriman bahwa kami adalah para PENCEMOOH seperti yang disebutkan di dalam Alkitab, maka tolong jangan KAPOK sebab saya akan MENCEMOOH anda habis-habisan bila anda tidak mampu membuktikan bahwa anda ASAL COMOT. Anggaplah semua CEMOOHAN itu adalah realisasi dari IMAN anda. Anda siap? Mari kita mulai!

Yup, intinya adalah kekuatan iman
Dikirimkan oleh sarlen pada Sen, 2008-06-02 23:40


Berdoa yang dilandasi iman itu, memang tidak boleh ada keraguan, baik pada saat doa dipanjatkan, maupun setelah doa dipanjatkan. Percaya dan yakin, maka kamu akan mendapatkan.

Disini, kita belajar untuk memperkokoh keteguhan iman kita melalui sikap percaya dan yakin bahwa Tuhan akan memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginan kita, namun tidak melenceng dari rancanganNya.

Dasarnya adalah kekuatan iman... teguh dan kokoh, tidak setengah-tengah... saat doa dipanjatkan dan setelah doa dipanjatkan, jangan pernah ada keraguan dan rasa bimbang. Bila itu kita lakukan, niscaya Tuhan akan memberikan jawaban doa seperti yang kita harapkan.

Bung Sarlen yang terhormat, saya lebih tua dari anda, di samping itu saya juga lebih lama nongkrong di Pasar Klewer ini, jadi biarlah saya berlaku ramah kepada anda dengan mengalah bangsa dua atau tiga jurus. Izinkan saya bertanya, “Anda yakin dengan apa yang anda tulis tersebut di atas?” Bila tidak yakin silahkan mengeditnya. Bila anda yakin, kita akan melanjutkan pelajaran kita dengan . menganalisa apa yang dialami oleh Jenny Hutapea. Anda Siap? Di dalam Tulisan, “Menjawab Pertanyaan Jenny Hutapea” anda menulis:

Ito dan teman Ito, ragu, meskipun telah berdoa dengan iman yang teramat kokoh, memohon kepada Tuhan agar hujan berhenti sehingga acara outdoor perayaan Paskah bisa dilaksanakan.

Mungkin Ito dan teman Ito tidak memiliki pikiran untuk "melecehkan" sifat Maha Kuasa Tuhan dengan membuat plan B. Pada saat itu, Ito serta teman Ito, hanyalah menggunakan kemampuan berpikir berdasarkan pandangan visual yang kemudian diterjemahkan berdasarkan logika berpikir manusia biasa, yang ingin melakukan tindakan antisipatif apabila hujan tidak berhenti sesaat sebelum acara dimulai (yang artinya: ada anggapan, doa Ito dan teman-teman Ito, tidak mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan, dimana "kuasa Tuhan tidak bekerja" untuk menghentikan hujan).

Jadi, ketika kita berdoa dengan yakin dan sungguh-sungguh, menyampaikan sebuah permohonan kepada Tuhan, janganlah kita bimbang lagi. Kita harus tetap pegang keyakinan itu dan jangan membiarkan iman percaya kita goyah sedikit pun.

Kenyataannya, iman yang menguatkan, yang datangnya dari teman Ito yang lainnya, telah membuat doa yang Ito dan teman-teman Ito panjatkan, benar-benar direalisasikan oleh Tuhan dengan menjawabnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Ito beserta teman-teman Ito.

Indahlah rasanya, kalau kekokohan iman kepercayaan kita, dilihat Tuhan, sehingga Tuhan mendengarkan serta memperhatikan doa yang kita panjatkan kepadaNya.

Bung Sarlen yang terhormat, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya memberi anda kesempatan sekali lagi untuk meyakini pernyataan tersebut di atas, bila tidak yakin, anda boleh mengeditnya. Namun, bila anda yakin, izinkan saya bertanya kepada anda:

ANDA YAKIN DENGAN PERNYATAAN ANDA INI?

Kenyataannya, iman yang menguatkan, yang datangnya dari teman Ito yang lainnya, telah membuat doa yang Ito dan teman-teman Ito panjatkan, benar-benar direalisasikan oleh Tuhan dengan menjawabnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Ito beserta teman-teman Ito.