Submitted by hai hai on

Karena tidak ada satu manusiapun yang mencariNya maka Allah lalu mencari manusia. Karena semua manusia menolakNya maka Allah lalu memilih sebagian manusia untuk dikasihiNya. Karena tidak ada satu manusiapun yang selamat maka Allah lalu MEMILIH dan METETAPKAN sebagian manusia untuk diselamatkan dan membiarkan yang lainnya binasa. Itulah yang disebut doktrin PREDESTINASI. Allah memilih dan menetapkan setelah semua manusia memilih menolaknya. Doktrin predestinasi bukan teori yang dibuat manusia untuk memahami Allah. Doktrin predestinasi adalah pemahaman atas AJARAN Alkitab yang diformulasikan dalam bentuk sederhana.

Sebagian Theolog menolak doktrin Predestinasi karena menurut mereka mustahil Allah melakukan hal demikian. Memilih dan menetapkan sebagian manusia untuk diselamatkan dan menolak yang lainnya bertentangan dengan KASIH dan KEADILAN. Karena Allah itu mahaadil dan mahakasih, maka SEMUA manusia diselamatkan. Ada manusia yang baik dan ada yang jahat, bagaimana cara menyelamatkan semuanya tanpa melanggar keadilan?
Pemahaman demikianlah yang melahirkan TEORI Api Penyucian. Semua orang akan diselamatkan, namun orang-orang jahat sebelum selamat harus melewati Api Penyucian dulu. Harus disucikan dulu. Harus menerima GANJARAN atas dosa-dosa mereka dulu. Bukankah sistem hukum manusia demikian? Semua penjahat kembali menjadi orang baik setelah menjalani masa hukumannya. Seorang pembunuh kembali menjadi orang baik setelah bebas dari penjara.

Sebagian Theolog menolak teori Api Penyucian sama seperti mereka menolak doktrin Predestinasi. Mereka lalu membangun teori FREEWIL, teori kebebasan memilih. Apabila Allah mahaadil dan mahakasih, maka Dia PASTI memberi kebebasan kepada manusia untuk MEMILIH. Yang memilih untuk diselamatkan akan diselamatkan yang menolak diselamatkan akan mati. Menurut mereka, teori freewill menegakkan KEADILAN dan KASIH Allah.

Doktrin Predestinasi bukan teori juga bukan tafsiran Alkitab untuk mendukung keyakinan manusia. Doktrin Predestinasi adalah PEMAHAMAN akan ajaran Alkitab. Mereka yang menolak doktrin predestinasi adalah mereka yang mempelajari Alkitab dengan cara yang salah. Mereka bukannya membaca Alkitab untuk memahaminya namun mencari ayat-ayat untuk mendukung keyakinannya. Itulah sebabnya mereka kehilangan peluang untuk memahami KEINDAHAN dan KONSISTENSI Doktrin Predestinasi yang diajarkan Alkitab.

Sebelum menciptakan dunia, Allah sudah MENETAPKAN bahwa manusia yang BERKENAN kepadaNya adalah manusia yang KUDUS (suci) tanpa CACAT. Manusia yang tidak kudus dan cacat disebut manusia berdosa.

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Efesus 1:4

Manusia diciptakan sesuai dengan peta teladan Allah.
1. Manusia adalah makluk cinta kasih karena bisa mencintai dan membenci.
2. Manusia adalah makluk bebas karena memiliki kehendak bebas (freewill).
3. Manusia adalah makluk bijaksana karena memiliki kemampuan untuk membedakan berbagai hal.
4. Manusia adalah makluk moral karena memiliki kesadaran moral atau kesadaran akan keadilan dan kebenaran.
5. Manusia adalah makluk Malu karena merasa malu ketika melakukan kesalahan.
6. Manusia adalah makluk budaya karena memiliki ambisi untuk mengejar kesempurnaan.
7. Manusia adalah makluk waktu karena memiliki kesadaran akan waktu dan ambisi untuk mengejar kekekalan.
Allah lalu MEMILIH manusia-manusia yang KUDUS (suci) dan tanpa cacat. Caranya adalah dengan memberikan UJIAN. Adam dan Hawa adalah WAKIL manusia untuk mengikuti ujian itu. Adam dan Hawa dipilih untuk mengikuti ujian itu bukan karena mereka bedua manusia pertama namun karena mereka adalah manusia TERBAIK. Apabila Adam dan Hawa gagal maka MUSTAHIL ada manusia lain yang bisa SUKSES. Adam dan Hawa are The BEST!

Adam dan Hawa Gagal! Itu berarti semua manusia lainnya GAGAL! Untuk membungkam MULUT manusia agar tidak berdalih bahwa mereka tidak diberi KESEMPATAN mengikuti UJIAN dan telah GAGAL, maka Allah membiarkan manusia untuk menguji diri mereka msing-masing. Sepuluh Perintah Allah yang diletakkan di dalam hati setiap manusia dan dicatat oleh Musa adalah STANDARD atau SOAL ujian bagi setiap manusia. Adakah manusia yang mampu memenuhi standard itu? TIDAK ADA! Hukum taurat adalah BUKTI kegagalan manusia.

Dosa warisan bukan KEWAJIBAN seseorang untuk menanggung dosa leluhurnya. Dosa warisan adalah PENGETAHUAN Allah yang tidak dikuasai oleh RUANG dan WAKTU tentang seluruh umat manusia. Ketika Adam dan Hawa berdosa, pada saat itu Allah sudah melihat semua manusia berdosa. Berdosa artinya tidak memenuhi STANDARD yang DITETAPKAN Allah (Efesus 1:4). Walaupun belum dilahirkan namun Allah sudah tahu, itu sebabnya kita mengimani bahwa Dia mahatahu. Pengetahuan itu adalah:

seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Roma 3:10

Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Roma 3:11

Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Roma 3:12

Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Roma 3:13

Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, Roma 3:14

kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Roma 3:15

Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, Roma 3:16

dan jalan damai tidak mereka kenal; Roma 3:17

rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." Roma 3:18

Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Roma 3:19

Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Roma 3:20

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23

Manusia sudah MEMILIH! Pilihannya adalah MENJADI sama seperti Allah. Mungkin anda merasa belum memilih, namun sebenarnya anda sudah memilih. Yang anda pilih adalah MAUT! Anda sudah memilih ketika Adam dan Hawa memilih. Mungkin anda tidak percaya bahwa anda sudah memilih? Hukum Taurat adalah bukti bahwa anda sudah gagal. Hati nurani (hukum taurat dalam hati) adalah HAKIM bahwa anda sudah memilih dan gagal. Anda tahu sudah memilih dan gagal ketika hati nurani anda menuduh sia-sia. Anda tahu sudah memilih dan gagal ketika tahu harus melakukan hal yang baik namun memutuskan untuk melakukan hal yang jahat. Karena semua manusia SUDAH memilih, maka tiba giliran Allah YANG MEMILIH.

Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, Roma 3:21

yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Roma 3:22

dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Roma 3:24

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Roma 3:25

Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Roma 3:26

Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Roma 3:27

Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Roma 3:28

Mungkin anda berpikir, apabila Allah mahakasih dan mahaadil, maka Dia harus memberi PELUANG yang sama kepada semua manusia akan KESEMPATAN KEDUA untuk MEMILIH. Bila tidak demikian maka itu berarti Allah tidak mahaadil dan mahakasih. Kesempatan kedua adalah MEMILIH untuk memperoleh keselamatan lewat Yesus Kristus, dengan IMAN.

Anda sudah GAGAL! Allah SUDAH memberi kesempatan bahkan ketika anda belum DILAHIRKAN, namun anda GAGAL! Adam dan Hawa GAGAL! Bila Adam dan Hawa gagal, maka mustahil anda berhasil. Karena Adam dan Hawa are the BEST!

Ho ho ho ho … tahan dulu! Jangan terlalu cepat membantah. Jangan terlalu cepat berprasangka. Dinginkan hatimu dan buka pikiranmu. Mari kita kembali ke taman Eden. Anda menyangka Allah tidak ADIL karena kesempatan pertama untuk selamat adalah MENAATI hukum taurat sedangkan kesempatan kedua adalah beriman kepada Yesus Kristus? Allah tidak adil karena soalnya beda. Yang satu SUSAH, yang lainnya MUDAH. Memilih untuk menaati hukum Taurat SUSAH, itu sebabnya manusia MENOLAK. Memilih untuk beriman kepada Yesus MUDAH, itu sebabnya kemungkinan besar banyak manusia akan memilihnya. Anda salah sangka! Hukum Taurat bukan UJIAN namun BUKTI bahwa anda telah MEMILIH. Kesempatan pertama anda ada di taman Eden.

Di taman Eden Allah hanya memberi perintah yang dalam bahasa sehari-hari dikatakan begini, “JANGAN MAKAN BUAH TERLARANG, BILA MAKAN KAMU PASTI MATI!” Apa yang dibutuhkan oleh Adam dan Hawa untuk LULUS ujian adalah IMAN. Untuk membaca apa yang terjadi di Taman Eden, silahkan klik di sini. Soalnya sama mudahnya, yang dibutuhkan adalah IMAN. Bukankah ketetapan Allah kekal adanya?

Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Roma 3:28

Bila anda menolak pada kesempatan pertama, maka anda akan tetap menolak pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Itu sebabnya Allah tidak memberi kesempatan kedua. Anda hanya punya satu kesempatan di taman Eden, anda sudah memilih dan GAGAL! Yesus Kristus bukan kesempatan kedua anda namun kesempatan Allah untuk MEMILIH. Itu sebabnya Alkitab mencatat:

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. II Tesalonika 2:13

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Efesus 1:3-8

TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. Amsal 16:4

Ada beberapa Theolog yang memahami Predestinasi namun tidak mau menerimanya sebagai kebenaran. Mereka yakin Allah yang mahaadil dan mahakasih PASTI memberi kesempatan kedua kepada setiap manusia untuk MEMILIH menerima atau menolak karya penyelamatan Yesus krisus. Mereka lalu menyusun teori yang saya sebut, Predestinasi Allah Mahatahu.

Allah mahatahu, itu sebabnya Dia tahu siapa yang AKAN memilih untuk menerima dan menolak Yesus Kristus. Dengan pengetahuan itulah Allah memilih orang-orang yang diselamatkan. Dengan cara demikian, maka Allah telah berlaku KASIH karena memberikan kesempatan kedua dan ADIL karena memberi kesempatan yang sama kepada semua manusia. Dengan Teori Predestinasi Allah mahatahu, bukankah Allah menjadi Allah PIKUN? Mengaku MEMILIH padahal DIPILIH? Kepada para penganut Predestinasi Allah Mahatahu, cobalah untuk berpikir demikian:

Allah mahatahu, itu sebabnya dia tahu bahwa tidak ada satu manusiapun yang memilih MENAATINYA itu sebabnya Dia lalu MEMILIH!