Membangkitkan Orang Mati Yesus pernah membangkitkan orang mati, salah seorang diantaranya ialah Lazarus saudara Marta dan Maria (Yohanes 11:1-44). Saya tertarik mengkaji kronologis kejadian kebangkitan orang mati seperti dalam kasus Lazarus ini. Lazarus telah mati selama 4 hari, dan kematian Lazarus itu dibenarkan oleh Yesus lewat perkataan-Nya:Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; …” (ayat 14). Ketika Lazarus memasuki detik-detik kematiannya, maka rohnya keluar dari tubuhnya, berpisah dari tubuhnya, dan dibawa malaikat ke suatu tempat.
Kemana?
Setidaknya saya melihat dua kemungkinan: dibawa ke pangkuan Abraham (Firdaus ?) atau ke alam maut. Dan bila ada kemungkinan ketiga, maka itu adalah sebuah tempat di luar jasad Lazarus. Saya asumsikan bahwa – mengingat kedekatan Lazarus dengan Yesus – Lazarus dibawa ke pangkuan Abraham, ke Firdaus. Jasad Lazarus berhenti beraktifitas, dan proses pembusukan mulai terjadi secara alami, dan jasad itu ditaruh di kuburan. Sampai di titik ini, roh Lazarus berada di Firdaus, sedangkan jasadnya di pekuburan. Empat hari kemudian Yesus datang, bla bla bla, kemudian Yesus menyuruh orang menyingkirkan batu penutup goa dimana jasad Lazarus diletakkan. Dan dengan kuasa, Yesus memanggil Lazarus untuk keluar dari kuburan, maka bangunlah Lazarus. Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” (ayat 43) Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (ayat 44) Menarik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di alam roh. Ketika Yesus berkata: “Lazarus, marilah ke luar!” , maka roh Lazarus dideportasi dari Firdaus kembali ke jasadnya. Saya berpendapat bahwa malaikatlah yang mengusung roh Lazarus dan memasukkan kembali ke jasad Lazarus untuk memulai kehidupan kedua. Atau, andaikata yang terjadi adalah kemungkinan ke dua, yaitu ketika Lazarus mati, rohnya dibawa malaikat ke alam maut, maka perkataan Yesus “memaksa” alam maut “memuntahkan” roh Lazarus dan membiarkan malaikat mengambil roh Lazarus untuk dideportasi ke jasadnya. Atau, bila kemungkinan ketiga yang terjadi, misalnya roh Lazarus merupakan arwah yang gentayangan di sekitar kuburnya, maka perkataan Yesus berkuasa memasukkan kembali roh Lazarus ke jasadnya. Tetapi saya rasa kalangan Theolog kristen setuju bahwa yang benar adalah kemungkinan yang pertama dan kedua, yaitu Firdaus atau alam maut, yang menjadi tempat ditaruhnya roh orang yang sudah meninggal. Jadi, dari peristiwa di atas dapat disimpulkan, bahwa Yesus berkuasa mengambil roh orang mati dari Firdaus dan dari alam maut untuk dikembalikan ke dalam jasad orang itu. So, siapa bilang roh orang yang sudah mati tidak dapat “diganggu gugat” oleh orang hidup?? Salah satu pelayanan orang Kristen yang diperintahkan Yesus adalah membangkitkan orang mati, yang – menurut saya – adalah orang-orang yang ketika meninggal belum percaya kepada Yesus Kristus, karena mereka belum memiliki keselamatan, paling tidak begitulah keyakinan sebagian besar umat kristen. “Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan, …” (Matius 10:8) Dengan perintah itu, kita sebagai murid-murid Yesus diberi otoritas untuk “memindahkan roh orang mati” untuk dimasukkan kembali ke dalam jasadnya.Yesus telah melakukannya terhadap Lazarus yang sudah 4 hari mati, dan Dia memberi kita kesempatan serupa, mungkin dengan kasus yang sedikit berbeda. Smith Wigglesworth telah membangkikan sampai 14 orang mati.Ada HALELUYA ??? Tuhan Yesus memberkati. Mujizat.