Berhari - hari pelayaran ini ku tempuh, tepatnya 9 hari 8 malam semenjak bertolak dari pelabuhan Sinabang,Pulau Simelue bumi bersarangnya gempa dimana anak - anak gempa sering menetas menjadi tsunami.Ya....Pulau di barat Aceh di pinggiran Samudera Hindia dekat pusat lempengan benua yang yang saling bergesek adu kekuatan yang dahsyat itu.Akhirnya sampai juga di pelabuhan yang aku nanti - nantikan "Cirebon".
Tak sabar aku menghirup aroma daratan,tak tahan lagi aku merindu suasana hiruk - pikuk kota,melihat orang - orang yang jarang aku temui di sunyinya lautan yang hanya deru ombaknya saja terdengar membuatku bosan dan jenuh.Ah..selamatlah aku!,inikah jawaban Tuhan atas doaku dan pembuktian atas kasih Allah yang tidak pernah meninggalkanku.Ketika aku dibuat terhuyung - terhuyung oleh tarian samudera raya,hingga tak lepas - lepas aku berseru mohon keselamatan dariNya,terselip dalam celah -celah hati rasa takut dan kuatir,yah....kuatir dan takut akan kematian dalam lahapan mulut lautan.
Merapatlah kapalku di dermaga,terikat kuat dengan tali - tali kekar dan besar bernama "tros" dan "spring",pasangan inilah yang setia mengait dan menjalinkan kapal tetap lekat dengan dermaga,siang dan malam.Tampak berduyun - duyun perempuan - perempun muda dan parobaya berebut naik kapal.Ya mereka adalah pedagang dan penjaja segala keperluan para pelaut.Dia jajakan mulai dari minuman,kue,pakaian hingga tubuh mereka kepada ABK yang haus belaian, pemenuh syahwat awak kapal yang keranjingan oleh nafsu.
"Tuhan sudah Engkau selamatkan aku dari ganasnya lautan,biarlah Engkau selamatkan aku juga dari wanita - wanita ini supaya jangan aku menyerahkan kemudaanku,tahun - tahunku kepada perempun - perempun jalang yang jalannya menuju dunia orang mati"mohonku......
"Sebab datangnya keselamatan hanya dari padaMu"
Laskris007