“NENEK DI SEBELAH”
Oleh: Jesica Viona
Namaku Claudia, dan ini saudaraku Michael. Kami tinggal di sebuah rumah bernama Red Roofs. Rumah kami indah, ada taman yang penuh bunga. Di sebelah rumah kami ada rumah yang bernama Merry Chimneys. Rumah itu sudah lama kosong, karena pemiliknya sudah tak tinggal di situ lagi.
Tapi, hari ini kami melihat ada truk yang datang. Truk itu mengeluarkan barang-barang ke rumah Merry Chimneys. Kami berharap bahwa akan ada anak di rumah itu.Ternyata tidak! Hanya ada seorang nenek tua yang akan tinggal di sana. Kami kesal sekali. Kami sama sekali tidak ingin menaruh perhatian kepada nenek itu.
Suatu hari,… ketika kami pulang sekolah, di tengah jalan, kami dicegat oleh teman kami yang nakal bernama Bernard dan Elizabeth. Mereka memeras kami untuk memberikan uang saku yang akan kami tabung. Kami ketakutan sekali, karena Bernard dan Elizabeth lebih besar badannya daripada kami.
Michael meminta mereka untuk pergi dari jalan kami. Tetapi, Michael malah dipukul oleh Bernard. Tetapi, untung ada orang yang lewat! Aku terkejut sekali, ternyata orang itu adalah nenek tua yang baru pindah di sebelah rumah kami. Nenek itu terkejut melihat kami dihadang oleh Bernard dan Elizabeth. Ia berteriak: “Bernard! Elizabeth! Apa yang kalian lakukan?!!! Hentikan segera!!!”.
Aku terkejut, “Bagaimana nenek itu tahu nama Bernard dan Elizabeth?”, aku bertanya dalam hati. Tapi aku segera tahu. Bernard dan Elizabeth berteriak: ”Aaaa!!! Nenek!!! Lari!!!” Tapi mereka tak bisa menghindar dari nenek itu. Ternyata, nenek itu adalah nenek mereka! Mereka dimarahi oleh nenek itu. Mereka meminta maaf kepada kami, lalu berlari. Nenek itu meminta Michael ke rumahnya untuk diobati. Kami meminta maaf karena selama ini kami telah meremehkan nenek itu.
Nenek itu senang karena kami mau berteman dengannya. Rupanya selama ini dia sering merasa kesepian. Nenek itu sering mengajak kami makan roti bersamanya, bahkan kadang juga mengajak kami bermain dengan anak anjingnya yang imut sekali, yang bernama Tiddles. Kami bersyukur bisa berteman dengan nenek ini, jika tidak, kami tidak bisa menikmati semuanya ini…
Tamat