Kardi Setiawan
Kala ku sendirian, aku tahu Kau selalu ada disisiku,
Alangkah besar dan ajaib Engkau, Tuhan,
Rasakan betapa hangatnya dekapan kasihMu.
Dalam naunganMu, kurasa aman
Indah pertolonganMu,
Senantiasa ku’bersyukur, di dalam segala perkara
Engkau, Tuhan… hadir dan berencana,
Tak ‘kan pernah meninggalkan semua.
Itu janjiMu yang kekal selamanya.
Akan selalu besertaku sampai akhir zaman,
Walaupun aku menjauh darimu,Tuhan
Akan tetapi FirmanMu jua, yang menuntun…
Nama Mu, …Yesus, yang memberikan ‘ku keselamatan. Amin.
Kadang kala aku tak lagi berharap pada Tuhan, tapi dengan kekuatan sendiri kujalani hidup ini. Senantiasa aku jatuh dan jatuh lagi dalam kubangan dosa yang sama, walaupun aku berusaha bangkit dan bertobat. Mengapa aku tidak pernah menang dari dosa? Bukankah dengan kebangkitanNya telah membuktikan bahwa Dia telah menang atas maut, menang atas dosa dan menang atas kuasa si iblis?Dan kita diberi anugerah untuk menjadi anakNya dan mewarisi segala kuasaNya, di bumi dan disurga.
Pertanyaannya, mengapa aku belum hidup berkemenangan?
1. Kerinduan untuk selalu ada di dalam jalan kebenaranNya , belum sepenuhnya ada dalam hidupku, ini yang membuat celah buat si iblis untuk menggoda dan menghasut.
2. Pembacaan firman Tuhan dan merenungkannya siang-malam belum dilakukan dengan benar, sehingga Firman itu belum menjadi Rhema, kekuatan di hidupku.
3. Belum adanya jadwal yang tetap untuk bersekutu dengan Tuhan, walaupun senantiasa dihimbau untuk melakukan Doa Malam Serempak jam sepuluh malam setiap hari Selasa (DMS 10).
Dengan kemauan dan tekad untuk berubah, pasti Tuhan buka jalan dan campur tangan Tuhan, yang akan membuat suatu terobosan yang luar biasa dalam hidupku. Melalui kasihNya yang sempurna Dia terobos hatiku, seperti kepada Matius si pemungut cukai,Tuhan sanggup melawat dan memulihkan hidupku. Amin….