Kau jauh...
Di seberang sana
Aku ingin menatapmu
Walau hanya sekejap mata
Tapi aku tak bisa
Aku terhalang oleh kebesaran Allah
Oleh bola dunia yang melengkung besar
Buatan tangan Allah yang besar
Dan tatapan mata yang fana
Dan tak berarti apa-apa ini
Namun, aku bersyukur...
Aku dapat menatap wajahmu melalui mimpi
Dan kenangan indah bersamamu
Yang dianugrahkan Allah kepadaku
Hai engkau, perapuh hati
Adakah engkau bahagia di sana?
Adakah engkau bahagia bersamanya?
Bilakah hari itu datang?
Mempertemukan kita, untuk saling jawab
Oleh pertanyaan yang tersimpan lama
Yang belum sempat terjawab
Doa dan harapan ini
Akan aku gapai selagi bisa
Asalkan Allah mengizinkannya
Hai engkau, perapuh hati
Ingatlah aku, dan tataplah hatiku
Yang selalu mengenangmu
Dan yang takkan pernah aku lupakan
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku
Hai engkau, perapuh hati
Yang melumpuhkan kekokohanku
Untuk berdiri, sewaktu bermimpi untuk bersamamu