Submitted by Debu tanah on

Dalam diskusi  beberapa waktu lalu yang membahas apakah yang disebut sebagai “TERANG” dalam kejadian 1:3?

1.    Pendapat pertama yang umum diterima adalah bahwa TERANG dalam Kejadian 1:3 adalah gelombang Elektromagnetik, baca SINI.

2.    Pendapat ke dua (oleh Samuel Franklyn) bahwa TERANG dalam Kejadian 1:3 adalah empat fundamental force (  1. Elektromagnetis, 2. Gravitasi 3. Interaksi lemah 4. Interaksi kuat) , baca SINI.

Blog ini saya tulis untuk memenuhi permintaan Bygrace di SINI.

Mari kita baca dengan teliti:
KEJADIAN
1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

   
1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi,
itulah hari keempat.


Saya berpendapat bahwa Kitab Kejadian khususnya di tulis untuk bisa dipahami oleh orang awam, bukan hanya untuk orang yang menguasai Fisika tingkat Universitas saja! Oleh karena itu mari kita mencoba MEMAHAMI secara awam, apakah TERANG dalam Kejadian 1:3.


Hari Pertama: Allah menciptakan langit & bumi dan terang.

Mari kita fokus tentang “terang” dalam ayat ke 3, dimana dalam ayat 4 & 5 adalah keterangan atas ayat ke 3:

1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.



Terang yang diciptakan dalam ayat ke 3, dalam ayat 4 disebutkan bahwa “terang” itu baik, maka Allah memisahkan terang dari gelap, dalam ayat 5 Allah menamai terang itu SIANG dan gelap itu MALAM. Siang dan malam adalah keadaan yang terjadi setelah benda-benda penerang tercipta dalam ayat 14:

1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.



Jadi terang yang dimaksud dalam ayat 3 yang dalam ayat 5 dinamai oleh Allah sebagai SIANG, jelas berkaitan dengan Kejadian 1:14 bahwa benda penerang yang besar yang diciptakan pada hari ke empat akan menguasai SIANG.

Adakah cara lain untuk memahami “terang” dalam Kejadian 1: 3 (yang dinamai oleh Allah sebagai “siang”) selain daripada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh matahari yang menguasai siang? (pendapat pertama).

Pertanyaan lain yang harus dijawab oleh pendukung pendapat ke dua adalah: bagaimana cara menafsirkan Kejadian 1:3-5 yang  bisa mendukung  pendapat bahwa TERANG dalam kejadian 1:3 adalah empat fundamental force dan BUKAN "terang" yang dinamai oleh Allah sebagai siang dalam ayat 5?


Renungan Alkitab:

I Korintus  4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.