MENGUJI suatu karya tulis yang terpampang di media cetak maupun elektronik tidak lepas dari bagaimana kita dapat membaca dengan kritis. Disamping itu harus mengerti ketrampilan di balik tulisan/karangan, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah, secara helai demi helai eh maaf, maksudnya secara kata demi kata atau literal meaning.
Pembaca harus mengerti lebih dari itu, maksudnya mengerti alasan-alasan yang dikemukakan penulis dalam karangannya dan sekaligus harus dapat menilainya. Karena banyak pembaca yang hanya menerima saja apa yang tertulis dalam karangan tanpa melihat kenyataan bahwa itu merupakan tulisan dari seorang yang mempunyai PENDAPAT.
Pendapat tersebut bisa bersifat pribadi atau sikap perseorangan dan cara perorangan untuk mengolah persoalan. Kadangkala ada pembaca yang terlalu ingin menyanggah atau mengritik hal-hal yang tidak disetujuinya namun tanpa memikirkannya secara matang.
Apabila seorang penulis mengemukakan pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat mereka, maka pendapat penulis itu tidak diterima seluruhnya atau ditolaknya, walaupun apa yang dikemukakan oleh penulis itu mempunyai alasan dan bukti-bukti yang baik, yang mendukung pendapatnya.
Untuk dapat belajar membaca secara kritis sebaiknya seorang pembaca mengerti dahulu keseluruhan dari apa yang dibacanya (artinya tidak asal membaca cepat atau speed reading), kemudian memeriksanya atau menguji alasan atau argumen yang dikemukakan oleh penulis itu. Barulah pada tahap terakhir menilai tulisan yang disajikan dengan cara membandingkannya dengan parameter-parameter yang sesuai, sehingga lebih obyektif.
Menguji tulisan dengan argumen-argumen yang dikemukakan seorang penulis dalam karangannya sebenarnya tidak sulit. Untuk itu kita harus menyiapkan jurus-jurus yang berupa pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini :
1. Apa yang penulis coba kemukakan?
2. Apa yang merupakan gagasan pokoknya atau yang digaris bawahi?
3. Apakah penulis mengemukakan fakta, data atau pendapat?
4. Bagaimana ia mendukung pendapat-pendapat yang dikemukakan?
5. Sampai seberapa jauh ia mengemukakan hal-hal yang sifatnya khusus/specialistis?
6. Alasan apakah yang ia miliki untuk memperkirakan kata-kata yang di kutip itu dapat dipercaya?
7. Apabila penulis itu mempergunakan fakta untuk menyokong pendapatnya, darimanakah fakta-fakta yang didapatkannya itu?
8. Dan apakah ia telah mengemukakan semua fakta?
9. Apakah ia menyajikan satu sisi saja dari seluruh persoalan yang diungkapkannya, dan usahanya agar pembaca dapat menarik kesimpulannya sendiri?
Apabila seorang pembaca meneliti sebuah tulisan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan di atas, maka sedikit kemungkinan terbawa oleh kehendaknya sendiri atau hanyut terbawa oleh pengaruh penulis yang dapat menyajikan tulisannya dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca dan begitu meyakinkan, padahal penulis itu lebih banyak mempergunakan kata-kata daripada fakta.
Tujuan membaca memang tidak hanya sekedar melupakannya kemudian atau menghafal saja tulisan yang dibaca, tetapi lebih dari itu yaitu untuk dimengerti.
Dengan mendapat jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, kiranya pembaca dapat menilai bobot dari tulisan itu secara utuh. TIDAK hanya berdasarkan rasa sentimen, karena tidak menyukai penulisnya, misalnya. Memang untuk mengetahui dasar-dasar umum dari ilmu pengetahuan diperlukan cara membaca yang kritis, yang dapat diperoleh dari proses belajar secara terus menerus.
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat





