Blog ini akan secara umum membahas hubungan antara penyataan Allah di dalam sejarah manusia. Apakah Allah menyatakan DiriNya kepada bangsa Israel saja dan bukan kepada bangsa lain juga? Apakah Allah yang disembah secara tunggal oleh berbagai aliran agama mengindikasikan Allah yang sama? Bolehkah kita menyatakan Allah yang disembah oleh umat Muslim dan Yahudi adalah Allah yang sama juga disembah oleh orang Kristen? Seandainya tidak sama, apakah Allah yang mereka sembah adalah berhala? Saya sudah pernah menyinggung sedikit tentang wahyu umum dan khusus disini dan disini. Mengapa kita harus membahasnya lagi? Karena pengertian ini penting untuk menyatukan hubungan antara APA yang dinyatakan dalam ALKITAB dengan APA yang terjadi dalam sejarah bangsa-bangsa. Apakah PENYATAAN Allah tidak cukup bagi bangsa-bangsa sehingga wahyu Allah adalah HANYA untuk dipahami bangsa Israel?
Submitted by
Vantillian
on
Roma 3:29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!
Roma 3:30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
Roma 3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
Roma 3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Allah adalah untuk menjadi saluran penyataan Allah. Allah harus memilih suatu bangsa untuk memelihara wahyuNya secara lengkap dan bertahap. Pada akhirnya melalui bangsa pilihan, Allah menyatakan puncak wahyuNya, yaitu diriNya sendiri. Ini adalah kenyataan yang sulit diterima oleh bangsa Israel sekalipun. Mengapa Allah tidak memberikan PETUNJUK keselamatan saja? Mengapa Allah BISA dan HARUS datang ke dunia sebagai manusia? Karena pola pikir demikian, maka bangsa Israel sangat memelihara ketaatan kepada firman Allah. Bangsa Israel sangat mendewakan peraturan Taurat. Inilah satu-satunya jalan keselamatan. Melalui HUKUM. Tetapi ternyata Wahyu Allah bukan berpuncak pada loh batu yang mematikan, tetapi terletak pada roh yang menghidupkan. Kenyataan yang paling memilukan adalah bahkan bangsa Israel juga menindas kebenaran wahyu Allah. Kristus yang diutus bahkan disalibkan oleh bangsa Israel sendiri. Kita mungkin akan berpikir betapa bodohnya dan gobloknya bangsa Israel karena sudah menjadi bangsa pilihan Allah. Tetapi sejarah manusia menunjukkan, bahwa wahyu Allah akan selalu ditindas dan diingkari oleh SEMUA bangsa di dunia. Wahyu Allah juga akan ditindas oleh bangsa Tiongkok maupun bangsa Indonesia bahkan jika Allah menjadikan kedua bangsa ini bangsa pilihan yang meneruskan wahyu Allah. Apa maksud penjelasan ini? Penjelasan ini akan membuat kita mengerti mengapa setiap bangsa di dunia ini sama di mata Allah. Kita akan mengerti bahwa ketika Allah sedang berkarya di dalam sejarah bangsa Israel, Allah tidak tinggal diam di dalam sejarah bangsa lain. Bangsa lain berjalan menurut penyataan umum Allah, yaitu hukum Taurat yang tertulis dalam hati mereka. Bangsa Israel berjalan menurut penyataan khusus Allah, yaitu hukum taurat yang tertulis dalam loh batu. Kedua-duanya adalah FAKTA dan BUKTI bahwa Wahyu Allah tidak terbatas kepada bangsa Israel. Allah menyatakan diri kepada satu bangsa Israel adalah untuk melestarikan FirmanNya sehingga pada akhirnya akan menjadi penuntun bagi semua bangsa. Wahyu umum dan khusus tidak boleh dipertentangkan, karena saling melengkapi. Wahyu khusus perlu didefinisikan karena berkenaan dengan puncak pewahyuan Allah. Wahyu khusus perlu dibedakan karena akan menjadi standar bagi setiap respon manusia terhadap wahyu umum Allah. Firman Allah (Alkitab) adalah standar wahyu khusus yang akan menjadi penilai dan hakim bagi semua umat manusia.
Wahyu khusus adalah wahyu yang DIPAHAMI secara khusus dan DITARIK dari pernyataan Wahyu umum. Wahyu Allah tidak pernah tidak sempurna. Meskipun wahyu Allah dalam sejarah dinyatakan secara progresif dan akumulatif, tetapi penyataan Allah telah CUKUP dan JELAS bagi setiap zaman bangsa-bangsa. Bangsa Israel pada PL tidak akan pernah bisa protes kepada Allah mengapa Kristus tidak datang pada zaman Abraham. Bangsa Tiongkok juga tidak akan pernah protes kepada Allah mengapa Yesus tidak dinyatakan dalam kebangsaan Tiongkok melainkan melalui bangsa Yahudi. Wahyu Allah telah jelas dan nyata bagi manusia sehingga manusia tidak akan bisa berdalih. Wahyu Allah telah jelas bahwa itu semuanya akan menjadi hakim sekaligus penyelamatan dalam sejarah manusia. Wahyu Allah mengindikasikan bahwa di dalam sejarah manusia, Allah tidak pernah berpangku tangan. Wahyu Allah menyatakan keadilan sekaligus kasih Allah. Wahyu Allah menyatakan sifat penghukuman sekaligus penyelamatan dari Allah. Wahyu Allah akan bermuara pada Anugerah dan Keadilan. Anugerah Allah akan dimengerti melalui Wahyu Allah. Setiap manusia merasakan di dalam hatinya suatu kebutuhan akan diselamatkan. Setiap manusia di dalam hatinya ketika melakukan kejahatan, akan menuduh dirinya sendiri. Setiap manusia dalam lubuk hatinya terdalam, tahu, suatu saat semua perbuatan mereka akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah/Langit/Thian/Dewa. Lalu setelah manusia tahu dan ingin bertobat, apakah Allah tidak akan menyelamatkan manusia? Inilah mengapa konsep anugerah khusus reformed sangat penting untuk dipahami. Allah memilih manusia untuk diselamatkan. Bukan manusia yang memilih Allah. Di setiap zaman bangsa-bangsa sebelum Kristus datang ke dalam dunia, Allah telah menetapkan bahwa keselamatan adalah berdasarkan pilihan, BUKAN berdasarkan respon manusia terhadap wahyu Allah. Wahyu Allah adalah dasar untuk mengerti anugerah Allah. Tetapi tidak pernah menggantikan pengertian anugerah Allah. Meskipun demikian, wahyu tentang anugerah keselamatan selalu bergema dalam SELURUH wahyu Allah. Setiap manusia akan dihakimi berdasarkan standar wahyu Allah. Setiap manusia juga akan diselamatkan berdasarkan standar anugerah Allah. Tidak ada manusia yang terlalu baik sehingga wajib diselamatkan Allah. Tidak ada manusia yang terlalu jahat sehingga bisa menghindar dari anugerah Allah.
Roma 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
Roma 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
Roma 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Roma 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.
Puncak Penyataan Wahyu Allah adalah dalam Diri Kristus. Semua kepercayaan adalah RESPON manusia terhadap wahyu Allah. Apa yang disembah oleh agama lain baik dalam bentuk monotheisme dan politheisme adalah GAMBARAN dari respon terhadap WAHYU KEESAAN dan KETRI-TUNGGALAN Allah sendiri. Allah menyatakan diri sebagai Allah yang Esa dan Pribadi yang banyak. Allah menyatakan Diri dalam bentuk Satu dan Banyak. Selama ini orang Kristen selalu mengharamkan bahwa Allah/Thian/Dewa yang disembah agama lain adalah berhala atau roh-roh jahat. Atau Iblis yang menjelma menjadi dewa. Tetapi bahkan Paulus sendiri mengaitkan konsep “allah yang tidak dikenal” dengan Allah Pencipta yang tercatat dalam wahyu Firman. Paulus menghubungkan pengenalan orang Atena terhadap wahyu yang samar-samar dengan wahyu umum dan khusus dari Allah. Setiap bangsa mempunyai konsep ada Pribadi/Keberadaan yang MahaTinggi yang tidak bisa dikenal dan dijangkau oleh manusia. Kita mengenal kata Thian yang disembah orang tionghoa juga sebagai Allah yang tidak dikenal. Kita mengenal kata Tao sebagai sebuah Jalan yang tidak dikenal. Kita mengenal kata Hyang Widhi dalam hindu sebagai Tuhan yang esa.
Kisah 17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
Kisah 17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
Kisah 17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
Kisah 17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
Kisah 17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
Kisah 17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
Kisah 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
Kisah 17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
Kisah 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Setiap agama memiliki kitab suci masing-masing. Apakah kitab suci agama lain menunjukkan bahwa itu adalah wahyu umum Allah yang tidak mungkin salah? Kitab suci tidak bisa menyelamatkan manusia. Demikian juga Taurat. Meskipun Hukum taurat, kitab para nabi merupakan kitab otoritas dari wahyu khusus Allah, tetapi tidak dapat menyelamatkan. Manusia ketika berespon terhadap wahyu Allah, muaranya adalah kitab suci dan agama-agama. Tetapi respon manusia tidak akan menyelamatkannya. Bahkan untuk percaya kepada Yesus, Allah tidak memperhitungkan respon manusia. Lalu apakah bedanya kitab suci agama lain dengan Alkitab? Bedanya Alkitab adalah wahyu Allah, tetapi kitab suci lainnya adalah respon manusia terhadap wahyu. Apakah respon manusia SELALU PASTI salah dalam memahami wahyu Allah? Jawabannya adalah tidak. Karena itu, kita hendaknya tidak meremehkan ajaran agama lain. Respon manusia dalam bentuk kitab suci terhadap wahyu Allah tidak seluruhnya salah, karena itu jejak-jejaknya dapat ditemukan dalam sejarah bangsa. Kita harus memahami ini dengan baik karena sering ini menjadi dasar perdebatan serius antara umat beragama. Kita bertanya seberapa superior kepercayaan saya dibandingkan dengan anda? Kita sering bersikap menjadi bangsa Israel kembali dalam menjaga ketat Firman yang telah disampaikan. Kita lupa bahwa kita juga seperti bangsa lain. Kebenaran harus disampaikan dan ditegakkan, bukan dengan dasar bahwa kita benar, kalian salah. Tetapi dengan dasar : kita semua salah, dan Allah benar. Penginjilan bukan bertujuan memberitahukan : agama saya benar, agama anda salah. Penginjilan bertujuan memberitahukan : semua agama dan respon kita telah gagal, hanya Allah yang benar.
Roma 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Roma 3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Pengertian akan puncak pewahyuan Allah dalam diri Yesus harus diwartakan kepada setiap bangsa. Bahwa Terang yang sesungguhnya, telah datang ke dalam dunia. Semua Terang dalam kitab suci merujuk kepada datangnya Tuhan Yesus. Puncak penantian dan pemenuhan kebutuhan keselamatan telah hadir di dalam dunia. Berita Injil inilah yang seharusnya kita beritakan, karena melalui Injil, kita diselamatkan oleh iman. Wahyu khusus inilah sebagai puncak segala wahyu Allah, termasuk jejak-jejak respon manusia terhadap wahyu Allah. Menuduh agama lain menyembah berhala atau setan bukan cara yang tepat untuk memberitakan injil kerajaan Allah. Meremehkan kitab suci agama lain sambil menghakimi kepercayaan agama lain juga bukan cara yang tepat dalam penginjilan Kristen. Kita percaya hanya ada SATU Allah bagi semua bangsa dan agama manapun. Tidak ada allah lain. Yang ada hanyalah allah buatan manusia. yang ada hanyalah penindasan manusia terhadap kebenaran Allah. Allah yang tidak dikenal oleh agama lain tetapi disembah adalah Allah yang SATU yang telah mewahyukan Diri dalam diri Yesus Kristus.
Penginjilan harus dimulai dengan pemahaman akan wahyu dan anugerah Allah. Karena kalau tidak, maka hanya akan menimbulkan sikap eksklusivitas bahwa : saya selamat, anda binasa. Bukankah Rasul Paulus sudah meninggalkan kerangka pikir penginjilan dan teladannya dalam Kisah Para Rasul pasal 17 di atas? Karena sesungguhnya hampir semua kepercayaan/agama mendasarkan kepada Tuhan yang Esa/Banyak. Allah yang satu dan banyak inilah yang telah mewahyukan diri kepada manusia. Allah yang satu telah menjadi objek sesembahan hampir semua agama di dunia. Allah yang satu itulah yang kita beritakan. Yesus sebagai Satu Juruselamat inilah yang kita beritakan. Bukan keeksklusifan bahwa saya benar dan anda salah. Yesus adalah Allah yang telah mewahyukan dan menggenapi wahyuNya. Bukan anda, bukan saya, bukan agama manapun.