Blog ini ditulis sebagai suatu respon dan tanggung jawab seorang Vantillian setelah membaca tulisan dan komentar yang begitu kacau-balaunya dari seorang blogger murid Budi Asali dimana dikenal sebagai pembela doktrin reformed sejati. Blog ini BUKAN bertujuan untuk menyerang salah satu aliran teologi, namun HANYA ingin menunjukkan kesombongan dan sok tahu dari para murid Budi Asali. Begitu kacaunya pemahaman mereka, sehingga semua komentarnya hanya merupakan komentar ecek-ecek ala reformed yang bisa kece-kece para pembacanya. Mengaku reformed namun mengajarkan keselamatan kekristenan ada dua sisi yaitu sisi Allah dan sisi manusia adalah hal yang paling aneh dan sangat memalukan. Saya tidak tahu apa yang dipelajari oleh sang guru di Reformed Theological Seminary sehingga bisa mencampuradukkan dua pandangan teologi dengan begitu hebatnya sampai dikenal sebagai reformed “sejati”. Atau para muridnya yang salah mengerti dan sok tahu sok kenal dengan istilah reformed sejati? Sejati dari Hongkong? Benarkah keselamatan dua sisi adalah konsep teologi Reformed? Ataukah ini justru adalah konsep “gado-gado” buatan murid-murid Budi Asali?
Keselamatan adalah Anugerah Tuhan. Sampai disini, hampir seluruh orang Kristen mengamininya. Keselamatan adalah ketika anda percaya kepada Yesus. Sampai disini, hampir seluruh orang Kristen mengamininya. Keselamatan adalah karena anda dikasihi dan dipilih oleh Allah. Sampai disini mungkin tinggal sebagian orang Kristen yang meyakininya. Keselamatan tidak mempertimbangkan sisi manusia. Sampai disini, mungkin hanya sebagian kecil yang meyakininya. Bagaimana mungkin seseorang selamat jika dia tidak percaya? Bagaimana mungkin keselamatan bisa terjadi TANPA iman? Disini kita harus dengan hati-hati meninjau konsep keselamatan yang diajarkan oleh Alkitab. Iman kepada Yesus adalah tanda bahwa seseorang telah diselamatkan. Iman kepada Yesus adalah akibat dari presuposisi predestinasi.
Kita sering tergoda untuk memikirkan : manakah duluan, apakah hidup yang kekal dulu diberikan atau beriman dulu? Bukankah manusia percaya dulu, baru bisa selamat? Kalau manusia tidak percaya, mana bisa mendapat hidup yang kekal? Tetapi kalau hidup kekal tidak ditentukan dulu dari kekekalan, siapakah yang bisa percaya? Apakah percaya adalah SISI MANUSIA dalam rencana keselamatan Allah. Kita diselamatkan karena iman dalam Kristus. Tetapi apakah kita percaya KARENA kita harus bertanggung jawab untuk percaya? Mana duluan? Apakah percaya atau hidup yang kekal?
Kisah 13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
Kalau semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya, apakah menurut kita keselamatan dari Allah AKAN MEMPERTIMBANGKAN sisi Manusia? Apakah Allah sedang melihat dari kekekalan, siapakah yang akan percaya, baru memilih siapa yang selamat? Bukankah SISI MANUSIA kita menjadi lebih “hebat” dari pemilihan Allah? Seandainya Allah memilih manusia supaya selamat, kemudian yang selamat PASTI percaya, menurut anda, apakah Allah memilih BERDASARKAN sisi Manusia? Lalu kalau tidak, apa itu ajaran keselamatan DUA SISI?
Yesus menggunakan perumpamaan Gembala dan domba untuk melukiskan bagaimana karya keselamatanNya akan membawa kembali domba yang mendengar suaraNya.
Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Domba dari Gembala hanya akan mendengar suara gembalanya. Domba sejati dari gembala sejati akan mendengar ketika namanya dipanggil. Anugerah dari kematian Kristus akan mengumpulkan dan memanggil para dombaNya. Domba yang berasal dari Gembala sejati adalah domba yang bisa mendengar suaraNya dan tidak akan terhilang dari gembalaNya. Yesus memberikan jaminan kekal kepada domba-dombaNya. Domba-dombanya HANYA mengenal suaraNya dan mengikutNya. Apakah domba-domba akan dituntut supaya mereka bertanggung jawab supaya bisa selamat?
Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
Yohanes 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Yesus jelas menekankan karena termasuk domba-dombaNya, maka dombaNya akan percaya dan mendengar suaraNya. Domba-domba yang tidak percaya bukan termasuk kawanan domba yang percaya. Namun seseorang menjadi domba BUKAN KARENA dia telah percaya TERLEBIH DAHULU, tetapi karena dia telah ditetapkan menjadi dombaNya. Seseorang menjadi percaya KARENA dia adalah domba sejati dari gembala sejati. Percaya adalah TANDA/CIRI atau AKIBAT dari MENJADI domba Kristus.
Yohanes 10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Bagaimana dengan Rasul Paulus yang berbicara tentang iman? Silakan dibaca ayat-ayat di bawah ini dan disimpulkan apakah iman keselamatan orang percaya adalah iman yang berasal dari sisi manusia?
I Tes 3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman..
Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Efesus 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Iman BUKAN Tanggung Jawab manusia
Keselamatan adalah anugerah dari Allah. Ketika manusia jatuh dalam dosa, seluruh keberadaan manusia dicemari oleh kuasa dosa. Manusia cenderung berbuat jahat dan melawan perintah Allah. Teologi Reformed sangat menekankan adanya kejatuhan total dari manusia. Istilah kerennya adalah Total Depravity. Meskipun dalam pemahamannya sering bisa berbeda dalam penerapan doktrin ini, tetapi teolog reformed sepakat bahwa tidak ada manusia yang mencari Allah, tidak ada manusia yang layak diselamatkan, tidak ada manusia yang memenuhi standar keselamatan dari Allah. Manusia sudah MATI. Tidak bisa bangun dan tidak bisa BERTANGGUNG JAWAB untuk keselamatannya selain dia bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri. Ketika seseorang disebut mati, apakah anda mau berharap dia bertanggung jawab untuk bangkit kembali? Karena itulah keselamatan memerlukan karya Roh Kudus. Karena itulah seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh. SEMUA respon manusia dalam pencarian akan keselamatan adalah kesia-siaan dan gagal belaka. Manusia berusaha bertanggung jawab atas keselamatannya, namun hanya Allah yang bisa membenarkan. Menyatakan bahwa manusia bisa dan harus bertanggung jawab untuk percaya supaya bisa selamat sembari mengaku reformed sejati adalah hal yang paling mengenaskan. Inilah yang dilakukan oleh blogger reformed “sejati” yang menuliskan di blog Sekali Selamat, Tetap selamat. Berikut adalah kutipannya :
Dua sisi keselamatan (proses keselamatan):
1). Dari sudut Allah : Kita telah dipilih / ditentukan dari sejak semula
2). Sisi Manusia : Manusia HARUS PERCAYA pada Kristus.
Kitab Suci menjelaskan secara gamblang bahwa ‘keselamatan’ / ‘hidup kekal’ itu diperoleh ketika orang tersebut PERCAYA pada Tuhan Yesus Kristus.
Ayat-ayat diatas mencatat bahwa “percaya” adalah tindakan awal, yang harus diambil oleh manusia supaya dia beroleh “hidup yang kekal”. Tetapi bukan berarti tindakan “percaya” itu dikarenakan oleh usaha / kekuatan manusia itu sendiri, tidak, itu HANYA oleh karena anugerah Allah.
Disini saya melihat, “percaya” adalah merupakan bentuk tanggung jawab manusia yang harus dilakukannya jika ingin selamat.
Kalau memang “percaya” bukan ‘CARA’ atau ‘SYARAT’ manusia untuk selamat, lalu mengapa pada ayat-ayat diatas, kata “percaya” dituliskan terlebih dahulu dari pada kata “selamat” atau “hidup kekal” ???
Tanpa PERCAYA, manusia tidak akan mendapat pengampunan dosa.
Ayat ini menjelaskan ada 2 sisi keselamatan: Yang pertama dari pihak Allah; Oleh karena kasih karunia-Nya, manusia diselamatkan. Yang kedua, dari pihak manusia; manusia itu sendiri bertanggung jawab untuk percaya / beriman agar bisa selamat.
Jadi, manusia diselamatkan karena KASIH KARUNIA oleh IMAN pada Kristus.
Dua hal ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Allah menetapkan manusia untuk selamat dari sejak manusia itu sendiri belum ada. Tetapi Allah juga memberi tanggung jawab kepada manusia untuk PERCAYA. Orang yang telah ditetapkan, dia PASTI akan percaya, tetapi mereka yang tidak dipilih, PASTI akan binasa.
Karena Alkitab mengajarkan manusia bertanggung jawab untuk percaya supaya bisa selamat, maka Allah juga mengajarkan pada orang yang telah percaya itu, untuk memberitakan injil bagi semua orang.
Tidak ada seorangpun yang jika DIBERI tanggung jawab oleh Allah akan MAU percaya kepada Kristus, KALAU tidak dianugerahi dari Allah sendiri. Kalau seseorang TIDAK BISA percaya TANPA anugerah Allah, maka apa yang akan terjadi jika Anugerah Allah bekerja? Maka orang tersebut akan percaya. Jadi, apakah percaya MENYEBABKAN anda akan terlepas dari neraka dan terlempar ke sorga? Haha…Kalau semua adalah anugerah Allah, apakah MASIH ADA tersisa untuk yang disebut tanggung jawab manusia? Silakan kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah ketika kita percaya kita SUDAH MEMENUHI tanggung jawab kita? Bukankah ketika percaya, kita menyadari JUSTRU adalah karena kita sudah TIDAK BISA bertanggung jawab, maka kita hanya bisa berseru : SOLA GRATIA? Bukankah ketika kita menyadari keselamatan kita adalah anugerah Allah maka keselamatan kekristenan tidak memerlukan sisi manusia lagi? Sisi manusia dari hongkong?
Dalam tulisan seorang reformed “sejati” diatas yang menunjukkan bahwa keselamatan itu ada dua sisi, salah satunya adalah sisi manusia yaitu bertanggung jawab percaya JUSTRU menimbulkan suatu pemahaman yang menggelikan. Silakan bertanya kepada beliau : Apakah kalau percaya, bisa tidak dipilih? Kalau dipilih pasti percaya?
Allah menetapkan manusia untuk selamat dari sejak manusia itu sendiri belum ada. Tetapi Allah juga memberi tanggung jawab kepada manusia untuk PERCAYA. Orang yang telah ditetapkan, dia PASTI akan percaya, tetapi mereka yang tidak dipilih, PASTI akan binasa.
Orang yang dipilih pasti percaya. Jadi apakah yang dipilih pasti bertanggung jawab? Pasti benar bukan? Lalu apakah bertanggung jawab menunjukkan CARA bagaimana dia dipilih? Pasti benar bukan?
Allah menetapkan manusia untuk selamat dari sejak manusia itu sendiri belum ada
.Tetapi Allah juga memberi tanggung jawab kepada manusia untuk PERCAYA.
Karena yang dipilih pasti selamat, maka Allah memberi tanggung jawab UNTUK percaya. Dengan demikian pilihan Allah pasti percaya dan pasti selamat. Lalu apakah Allah MEMPERTIMBANGKAN sisi manusia ketika memilih? Kalau Allah memberi tanggung jawab kepada manusia untuk percaya, bukankah itu berarti semuanya adalah BERASAL dari Allah? Yang ingin saya tanyakan : Manakah yang merupakan tanggung jawab manusia? Apakah iman? Kalau iman=tanggung jawab, bukankah iman berasal dari Allah? Kalau iman tidak berasal dari Allah, berarti iman TERPISAH secara relasi dengan PILIHAN Allah. Berarti Iman yang menyelamatkan adalah iman yang TUMBUH sendiri dalam diri manusia terlepas dari karya Allah. Nah, sekarang, jika kita tidak setuju, bukankah itu berarti beriman BUKAN bertanggung jawab namanya? Bukankah ketika manusia bertanggung jawab atas dosanya adalah KETIKA manusia melakukan sesuatu yang jahat terpisah secara relasi dengan kebenaran Allah? Dengan demikian maka kata “tanggung jawab” adalah SALAH dalam terminologi iman keselamatan. Iman bukan tanggung jawab manusia. Iman adalah karunia dari Allah untuk menciptakan relasi keselamatan dalam diri orang percaya. Tidak ada TUNTUTAN bahwa ketika kita diinjili, maka kita harus bertanggung jawab SUPAYA kita bisa selamat. Justru Injil menyadarkan bahwa kita TIDAK MAU bertanggung jawab atas keselamatan kita. Justru Injil menyadarkan bahwa segala tanggung jawab kita telah GAGAL dalam memenuhi hukum Allah. Injil harus menyadarkan bahwa manusia TIDAK BISA BERTANGGUNG JAWAB lagi untuk selamat, tetapi hanya bisa bertanggung jawab atas dosanya dan berada di bawah murka Allah. Injil harus menyadarkan bahwa hanya berdasarkan anugerah Allah dan kekuatan Allah maka keselamatan itu terjadi. Lalu dimana Iman sebagai SYARAT dan TANGGUNG JAWAB dari SISI Manusia? Hanya satu kalimat buat si reformed sejati : Tanggung jawab dari hongkong?
Kita bertanggung jawab mengabarkan Injil BUKAN KARENA manusia BISA dan HARUS bertnggung jawab UNTUK keselamatannya. Justru kita menginjili KARENA manusia tidak bisa bertanggung jawab lagi untuk selamat. Kita menginjili karena kita tidak tahu siapa saja yang akan selamat. Tetapi kita menginjili karena kita yakin Allah telah memilih umat pilihanNya supaya selamat. Kita menginjili BUKAN karena manusia mempunyai tanggung jawab supaya bisa selamat. Kita menginjili karena Gembala akan mengumpulkan domba-dombaNya. Kedaulatan Allah dan penginjilan tidak pernah bertentangan satu dengan lainnya. Predestinasi dan Penginjilan tidak pernah menjadi antitesis.
Iman bukan tanggung jawab. Karena bukan tanggung jawab, maka kita TIDAK bisa memegahkan diri. Seandainya percaya adalah tanggung jawab manusia, maka kita akan memegahkan tanggung jawab kita dan kita MERASA tanggung jawab kita bisa MENGHAKIMI orang yang belum bertanggung jawab. Bahkan menghakimi orang yang kita TIDAK TAHU apakah dia SUDAH bertanggung jawab atau tidak. Jika iman adalah tanggung jawab manusia, maka orang yang MATI tidak bisa bertanggung jawab. Jika iman adalah tanggung jawab manusia, maka Anugerah Allah DAPAT DITOLAK oleh manusia yang BISA bertanggung jawab. Jika iman adalah tanggung jawab manusia, maka yang ditebus Yesus adalah manusia yang bisa bertanggung jawab saja. Jika iman adalah tanggung jawab manusia dari sisi manusia, maka seluruh sendi teologi reformed akan menjadi suatu gurauan karena ulah para murid Budi Asali. Bukankah mereka adalah Reformed sejati? Kita akan membandingkan ajaran mereka dengan teologi yang sering dikecam oleh guru mereka sendiri, yaitu teologi Arminian.
ANUGERAH PENDAHULUAN ( Prevenient Grace)
Konsep anugerah pendahuluan adalah konsep yang dikembangkan oleh teolog Arminian khususnya kaum Wesleyan ( Methodist) untuk menekankan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab dalam merespon keselamatan dari Allah. Menurut doktrin Methodist, anugerah pendahuluan adalah anugerah yang diberikan Allah MENDAHULUI munculnya respon manusia terhadap tawaran Injil. Jadi, anugerah tersebut diberikan kepada semua manusia. Anugerah pendahuluan akan memampukan manusia untuk bertanggung jawab, merespon dan sekaligus percaya kepada Kristus. Anugerah ini dapat ditolak oleh manusia. Allah sudah memberikan anugerah ini kepada SETIAP manusia, sehingga tawaran Injil DAPAT direspon manusia. Anugerah pendahuluan adalah konsep penting dalam memahami keterkaitan antara kedaulatan Allah dan respon manusia dalam rencana keselamatan di dalam teologi Arminian. Asumsi dari konsep ini adalah keselamatan kekristenan adalah keselamatan yang telah dikerjakan oleh Allah, NAMUN harus mendapat respon dari manusia. Keselamatan harus dilihat dari dua sisi, yaitu sisi Allah dan sisi manusia. Allah memilih manusia berdasarkan pengetahuan kekalNya, namun manusia yang harus beriman supaya selamat. Surat Paulus kepada Titus 2:11 menyatakan : Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. ( For the grace of God that brings salvation has appeared to all men.) menjadi salah satu dasar dari doktrin ini. Anugerah ini akan menyadarkan bahwa manusia harus bertanggung jawab untuk percaya. Konsep ini menekankan bahwa tanggung jawab manusia dimungkinkan oleh anugerah Allah. Ada anugerah, ada tanggung jawab manusia, sehingga manusia HARUS bertanggung jawab untuk percaya. Anda bisa klik disini dan disini atau disini untuk membaca sekilas.
Definisi dari web DISINI menuliskan anugerah pendahuluan adalah : Prevening grace antecedes human responsiveness so as to prepare the soul for the effective hearing of the redeeming Word. This preceding grace draws persons closer to God, lessens their blindness to divine remedies, strengthens their will to accept revealed truth, and enables repentance. Only when sinners are assisted by prevenient grace can they begin to yield their hearts to cooperation with subsequent forms of grace. ( Thomas Oden )
Secara umum teologi Wesley membedakan 3 anugerah, saya menyimpulkan dari SINI :
1. Anugerah Pendahuluan : Anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sebelum manusia bertobat. Anugerah ini akan bisa memampukan manusia bertobat dan percaya.
2. Anugerah Pembenaran : anugerah pertobatan dimana manusia sendiri mengalami pengampunan dosa dan percaya kepada Allah yang membenarkan dia dalam karya Kristus.
3. Anugerah pengudusan : Anugerah melalui karya Roh Kudus sehingga manusia dapat bertumbuh ke arah kedewasaan.
Teologi Wesley tentang anugerah pendahuluan adalah titik sentral yang diyakini akan menjadi jembatan bagi pengertian teologi Calvinis dan Arminian. Namun sampai sekarang, konsep ini ditolak dalam teologi Reformed. Anugerah pendahuluan tidak bisa merupakan bagian dari anugerah yang menyelamatkan. Anugerah pendahuluan yang dibahas dalam konsep teologi Arminian juga bukan merupakan merupakan anugerah UMUM yang dibahas dalam teologi Reformed. Tetapi yang herannya, masih ada blogger murid guru reformed “sejati” mengajarkan bahwa keselamatan itu ada dua sisi, sisi anugerah Allah dan sisi iman manusia. Setelah Allah memilih, maka manusia harus beriman. Bagaimana manusia bisa beriman? Bukankah harus ada anugerah Allah yang membuat manusia berespon? Kalau harus ada anugerah Allah, baru manusia berespon dan bertanggung jawab, bukankah ini adalah konsep anugerah pendahuluan? Bahkan teolog Arminian/Wesleyan TIDAK PERCAYA bahwa IMAN adalah usaha/kekuatan manusia itu sendiri. Mungkinkah sang blogger yang sok reformed itu tidak tahu yang ditulisnya adalah akar dari teologi Wesleyan? Haha….
Ayat ini menjelaskan ada 2 sisi keselamatan: Yang pertama dari pihak Allah; Oleh karena kasih karunia-Nya, manusia diselamatkan. Yang kedua, dari pihak manusia; manusia itu sendiri bertanggung jawab untuk percaya / beriman agar bisa selamat.
……bahwa “percaya” adalah tindakan awal, yang harus diambil oleh manusia supaya dia beroleh “hidup yang kekal”. Tetapi bukan berarti tindakan “percaya” itu dikarenakan oleh usaha / kekuatan manusia itu sendiri, tidak, itu HANYA oleh karena anugerah Allah.
Apakah ini adalah reformed ecek-ecek yang menyamar? Atau ini adalah reformed ecek-ecek yang salah belajar? Atau ini adalah reformed ecek-ecek yang belajar yang dia sendiripun tidak tahu dan mengerti? Atau mungkin para murid Budi Asali menjadi bingung sehingga tidak bisa membedakan lagi aliran teologi yang ada? Ataukah ini adalah salah satu definisi baru “REFORMED SEJATI”? Haha..
Wahai para murid Budi Asali di SS ini, kalau anda bingung anda termasuk aliran yang mana, silakan KLIK DISINI untuk mengisi quiznya…Haha…Kemudian saya sarankan jangan membawa nama aliran teologi tertentu kalau anda HANYA bisa ngomong besar dan kosong melompong. ( NB: Tenang saja, saya tidak menyatakan anda sesat, bidat atau bahkan akan masuk neraka gara-gara salah mengerti aliran anda, haha)
Izinkan saya mengutip perkataan Sdr Hai-hai dalam komentarnya sebagai penutup blog ini :
MENGAKU diri Reformed SEJATI dan MENGUTUK ajaran Arminianisme SESAT namun mengajarkan bahwa PERTOBATAN dan KETEKUNAN di dalam PERTOBATAN adalah ALASAN dan CARA seseorang DISELAMATKAN hanya dilakukan oleh Pdt. Budi Asali MDiv dan murid-muridnya. MENGENASKAN. Benar-benar MENGENASKAN..