Submitted by Kiem on

Tulisan ini merupakan komentar pada tulisan yang berjudul BAHASA ROH

Saya berpikir ulang, karena blog yang saya komentari terkesan sama dengan komentarnya / pembelaan diri dari orang-orang yang dulunya berapi-api ketika baru memasuki gereja Pantekosta atau Kharismatik, tetapi lama kelamaan sudah tidak bisa lagi berbahasa roh, maka saya menjadikannya sebagai BLOG TERSENDIRI, jadilah blog ini.

Saya tidak membahas bahasa roh disini secara TEORITIS tetapi mencari esensi/substansi dari bahasa roh itu sendiri, yang bermanfaat untuk jemaat (yang mempercayai Firman Tuhan).

BAHASA ROH, untuk apa?

Esensi dari bahasa roh itu, saya sudah jelaskan dalam tulisan saya dengan ayat-ayat Firman Tuhan KLIK DISINI

Bahasa roh adalah untuk menyembah Tuhan, yaitu penyembahan yang benar, MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN, penyembahan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, agar kita semakin kudus dan layak masuk dalam TUBUH KRISTUS.

Yohanes  4 : 23 - 24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
 

Untuk apa menyembah?

Untuk membangun diri sendiri, agar layak masuk dalam tubuh Kristus, yaitu gereja yang Kudus dan Am.

I Korintus  14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Apakah bahasa roh menjadi suatu keharusan bagi setiap jemaat?  :

Bahasa roh itu menjadi suatu keharusan.

KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI, jika KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau jika kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.

Bagaimana aturan mainnya berbahasa roh? :

Memang ada aturan main dalam alkitab, dan Paulus banyak melarang penggunaan bahasa roh dengan sembarangan, apalgi dihadapan orang yang belum percaya.

1Kor. 14:27    Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

14:28    Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

 

Bagaimana kalau bertentangan dengan aturan itu? Atau jika tidak ada yang menafsirkan?, TIDAK BOLEHKAH BERBAHASA ROH???

Atau kalau tidak ada yang menafsirkannya, lalu Pendeta akan datang MELARANGNYA??

Bukankah Menafsirkan bahasa roh itu sendiri JUGA KARUNIA,

Jawabannya, saya balik bertanya :

Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?

Mari kita perhatikan ayat berikut :

1Kor. 14:28    Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Untuk Inilah, perlu dibuat ibadah Khusus :

Yang kami lakukan adalah adanya acara IBADAH DOA PENYEMBAHAN diluar Hari Minggu.

Disana kita bebas menyembah setelah mendengarkan Firman Tuhan, sehingga dalam doa penyembahan itu, kami masing-masing hanya berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Dalam Ibadah Minggu dan Ibadah Pendalaman Alkitab, hampir tidak ada berbahasa roh. Itulah suasana yang aman.

 

Kapan bahasa roh akan berhenti?


1Kor. 13:8    Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti ; pengetahuan akan lenyap.

Banyak yang mengartikan, dimana seseorang yang sudah pernah berbahasa roh, dan sudah tidak bisa berbahasa roh lagi (berhenti berbahasa roh), maka itu diartikan sebagai penggenapan Firman Tuhan 1 Korintus 13 : 8 diatas. Kalau seperti itu, bagaimana dengan orang-orang yang masih bisa berbahasa roh sampai sekarang???, apakah masih tetap disebut sebagai penggenapan Firman Tuhan itu?? TIDAK

Seseorang bisa berhenti berbahasa roh jika Roh Kudus sudah tidak penuh lagi dalam diri seseorang. Hal ini mungkin karena pelanggaran, atau tidak menggunakannya untuk menyembah dalam roh dan kebenaran (atau jarang menyembah).

 

Kapan bahasa roh berhenti? :

Bahasa roh akan berhenti menjelang kedatangan Tuhan.

Kita kembali ke 1 Korintus 14 diatas :

I Korintus  14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Membangun Jemaat (Tubuh Kristus) dimulai dari Membangun Diri Sendiri (anggota jemaat/anggota Tubuh Kristus). Bagiannya dulu terbentuk, baru tubuhnya, baru Kepalanya (Yesus) datang.

Yesus datang (SEBAGAI KEPALA), kalau tubuhNya (JEMAAT) sudah siap.

Tubuhnya sudah siap, kalau jemaat kudus sudah TERBENTUK.

Jemaat kudus tidak terbentuk kalau anggota jemaat tidak dibangun (dengan bahasa roh, atau dengan menyembah dalam roh dan kebenaran, atau dengan berdoa didalam Roh Kudus).

Kalau Jemaat (Tubuh Kristus/Gereja yang kudus dan Am) sudah terbentuk, disitulah bahasa roh berhenti. Karena anggota jemaat sudah masuk dalam Gereja yang KUDUS dan AM, atau gereja yang KATOLIK dan Am.

Gereja yang kudus (Katolik) dan Am, persekutuan orang-orang kudus, tentunya YANG TIDAK KUDUS TIDAK IKUT DIDALAMNYA.

Hal ini sudah saya bahas dalam blog saya KLIK DISINI

Tuhan Yesus memberkati

Makimpos Gaol