Baptisan.
Memiliki makna rohani yang dalam. Makna rohani di dalam baptisan inilah yang seharusnya dijelaskan ketika kita membahas tentang baptisan, ataupun ketika kita memberikan pemahaman kepada seseorang yang akan dibaptis. Tetapi kenyataan yang ada sungguh menyedihkan. Kenapa ? Karena ada sebagian pengajaran yang tidak menjelaskan makna rohani di dalam baptisan, tetapi justru lebih banyak menjelaskan makna jasmaninya.
Sebagai contoh yang sering kita dapati yaitu mengenai model baptisan. Menggunakan model baptisan selam atau percik. Kalau tidak dipercik berarti salah. Kalau tidak diselam berarti salah. Inilah yang saya maksudkan seperti yang saya tuliskan di atas.
Saya berani mengatakan bahwa model baptisan adalah merupakan suatu adat istiadat di dalam suatu gereja. Bayangkan saja apabila sebuah Gereja Kharismatik ketika mengadakan acara baptisan menggunakan model baptisan percik. Tentu saja dapat dijamin sebagian besar bahkan mungkin hampir seluruh warga Gereja itu akan protes secara besar - besaran.
Demikian pula ketika Gereja Protestan mengadakan acara baptisan dengan menggunakan model selam. Tentu saja akan terjadi hal yang sama.
Saya belum pernah menemukan Gereja Protestan yang menggunakan baptisan selam. Kalau toh ada, berarti saat ini saya belum mengetahuinya.
Karena itulah saya mengatakan suatu Gereja memiliki adat istiadat masing - masing. Salah satunya yaitu model baptisan. Baptisan percik atau baptisan selam.
Ketika adat istiadat itu mulai dipertahankan, apakah itu merupakan suatu kesalahan besar ? saya katakan tidak. Tetapi adat istiadat itu akan menjadi suatu kesalahan besar ketika adat istiadat itu digunakan sebagai standar kebenaran apalagi untuk menghakimi.
Saya ambil contoh yaitu di dalam :
Matius 15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
Matius 15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
Markus 7:1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Markus 7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Markus 7:3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
Markus 7:4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
Markus 7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Ayat - ayat diatas itulah yang mungkin bisa mewakili seseorang yang mengajarkan bahwa Baptisan selam-lah yang benar. Atau baptisan percik-lah yang benar. Kalau tidak selam maka salah. Kalau tidak percik maka salah.
Karena itu Yesus berkata
Matius 15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
Matius 15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Matius 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Matius 15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
Tangkap makna perkataan Yesus. Penekanannya adalah hati manusia.
Apakah hubungannya dengan Baptisan ?
Penjelasannya yaitu :
Percuma dibaptis selam kalau hatinya busuk.
Percuma dibaptis percik kalau hatinya licik.
Sungguh menyedihkan sekali apabila kita hanya bertahan di dalam penjelasan jasmani yang nyata - nyata tidak berguna. Karena itulah ubah cara pandang anda mengenai Baptisan yang hanya menekankan penjelasan jasmani. Percik atau selam. Mulailah meresapi makna rohani di dalam baptisan itu sendiri.
Adalah lebih baik kita merenungkan blog saudara kita hiskia22 di sini.( http://www.sabdaspace.org/baptisan ).
Saya tidak bisa menautkannya dengan blog saudara kita hiskia22. Karena itu saya akan mengutip sedikit dari apa yang telah saudara hiskia22 tulis di dalam ( http://www.sabdaspace.org/baptisan )
Arti dari baptisan yaitu:
1. Pemisahan manusia berdosa (Tubuh dosa) dengan manusia benar (Hidup baru). Kiasannya dapat kita lihat di dalam
a. Peristiwa Nabi Nuh (1 Petrus 3: 20-21)
b. Peristiwa laut teberau (1 Korintus 10:1-2)
2. Dibaptis sebagai tanda pertobatan (Matius 3;11), dan pertobatan itu memimpin kepada hidup (Kis 11:18)
3. Dosa kita diampuni (mrk 1:4 ; Kis 2:38), pengampunan
dosa itu sangat penting.
4. Tidak menolak maksud Tuhan (Lukas 7:30)
5. Mengenakan / memakai Kristus (Gal 3:27)
6. Lahir baru (Yohanes 3:5)
7. Berjalan bersama Tuhan (Amos 3:3). Karena di dalam
Baptisan itu ada ikatan maka menjadi 1 Roh dengan Tuhan (1
Kor 6:17 ; Matius 18:18).
--------------------------------------------------------------------------------
Apakah yang terpenting di dalam hidup ini ?
Jawabnya adalah : Sebuah pengakuan