Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Orang Buta Menuntun Orang Buta

Purnawan Kristanto's picture

Polisi di negara bagian Baltik, Estonia, menghentikan seorang pengemudi yang mengendarai mobil secara ugal-ugalan. Setelah diperiksa, ternyata orang tersebut tunanetra. Lelaki buta berusia 20 tahun ini mengemudi berdasarkan instruksi penumpangnya yang berusia 16 tahun. “Awalnya, polisi berpikir dia hanya mabuk, tetapi ketika dia berhasil melewati tes pernapasan. Kemudian polisi sadar bahwa ternyata dia buta,” kata jurubicara polisi.

Perbuatan kedua orang ini jelas membahayakan dirinya sendiri dan keselamatan orang lain. Namun yang lebih membahayakan adalah jika kita dipimpin oleh orang buta yang secara rohani dan nurani.
Kita membaca di koran, mantan pimpinan lembaga tertinggi di negara ini mengaku telah menerima dana yang seharusnya diberikan kepada nelayan miskin. Dimana nuraninya, sampai dia tega merampas hak orang miskin? Hati nurani pemimpin bangsa ini semestinya tersentuh melihat penderitaan warga Siodarjo yang setahun lebih kehilangan rumah dan pekerjaan. Para pemimpin kita pasti membaca berita tentang TKI yang di luar negeri yang disiksa oleh majikan, gaji tidak dibayar, bahkan ketika pulang mereka menjadi korban pemerasan sejak di turun dari pesawat. Tapi apa tindakan mereka?
Bangsa kita akan hancur jika kita merelakan diri dipimpin oleh “orang buta.” Apa yang bisa kita lakukan? Pertama, kita harus membuat diri kita bersikap kritis. Meski dibesarkan dalam adat dan agama Yahudi, Yesus tetap bersikap kritis terhadap penyimpangan hukum Taurat oleh para pemimpin agama. Kedua, berani bersuara jika melihat sesuatu yang salah. Cara yang paling sederhana adalah menulis surat pembaca di koran atau menyurati pemimpin yang bersangkutan. Ketiga, tidak memilih [lagi] pemimpin yang "buta secara nurani" dalam pemilu.
Pemimpin juga manusia, pasti punya kelemahan. Adalah tugas kita untuk mengingatkannya.
 
 
 “Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” (Matius 15:14)

 

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan