Submitted by Tante Paku on

  

     NALURI kemanusiaan akan selalu hadir seimbang seperti sediakala. Antara yang LEMBUT dan yang KEJAM. Antara yang WELAS ASIH dan KESEWENANG-WENANGAN. Lihatlah kanan kiri kita, lihatlah dunia nyata yang sekarang telanjang di depan mata. AGAMA, DOKTRIN, BUDAYA, FALSAFAH, ETIKA, tidak selalu berhasil meredakan naluri kekejaman manusia sebagai GAMBAR ALLAH Yang Maha Pengasih.

     Padepokan TANGGA LANGIT adalah tempat pendekar  HAI HAI melabuhkan jiwa raga dikala lelah berpetualang menguji ilmu-ilmu barunya. Tempat yang sejuk dan rindang dan penuh buku-buku dari berbagai disiplin ilmu dan bahasa, kini dihiasi begitu meriah dengan warna merah. Barangkali ini bertepatan dengan IMLEK atau Tahun Baru Cina, maka para penghuni padepokan begitu antusias dalam menghias. Padepokan ini selalu ramai bila sang tuan rumah ada di rumah, berbagai sahabat dari bermacam kalangan selalu menyambangi padepokan ini, sebagian besar memang membicarakan MISTERI JALAN KEHIDUPAN dari berbagai sudut pandangan dan sang Bengcu menempatkan ALKITAB sebagai standar dari semua Kitab yang ada di dunia ini. Oleh sebab itulah sang Bengcu selalu mengatakan bahwa ALKITAB adalah RAJA KITAB di antara semua KITAB yang ada di dunia ini. Cuma masih banyak yang tidak MELIHAT KENYATAAN ini kalau tidak mau membuka dan mempelajari dengan tanpa prasangka terlebih dahulu, akan melihat KEBENARAN YANG KONSISTEN di dalam ALKITAB ini.

     "Ada apa ini kok meriah sekali?" tanya  HAI HAI sambil menyerahkan kuda putihnya kepada pembantunya.

     "Bukankah tuan yang menyuruh hal ini?" Hai Hai mengernyitkan dahinya, dan langsung berjalan masuk ke dalam.

     "Papa pulaaang...." sambut anak semata wayangnya, yang langsung dipeluk Hai Hai diangkat dan diciuminya. "Papa kok lama banget sih perginya?"

     "Ha ha ha....yang penting kan papa selalu pulang kan? Mana mamamu?" belum sempat sang anak menjawab, dari dalam keluar perempuan dengan senyum ceria menyambut suami tercintanya. Mereka saling berpelukan dengan mesra.

     "Istriku ada acara apa ini, kok tumben dihias begitu meriah?"

     "Ah kamu selalu lupa dengan hal yang selalu berulang!"

     "Tahun baru Imlek maksudmu?"

     "Tanggal dan bulan kelahiranku sama anakmu aja nggak hafal......"

     "Ha ha ha...aku tau, aku tau, ini pasti hari ulang tahun kamu atau anak kita kan?"

     "Hi hi hi....seandainya kamu lahir tanggal 14 Februari bukan 13 Februari, pasti kamu akan menjadi orang yang penuh kasih sayang, sehingga tidak mudah melupakan orang-orang yang mengasihimu. Sayang kamu nongol pada tanggal 13 jadi nasibmu seperti angka itu, TOLOL melulu ha ha ha...."

     "Ha ha ha...ONCOM! Ini hari ulang tahunku ya? Wah, terima kasih istriku, memang kamu TULANG RUSUKKU yang hilang itu, penuh pengertian dan mau mengerti apa kekurangan dan kelebihanku. Soal tanggal lahir itu, biarlah aku akan protes pada mamaku. Kalo aku lahir tanggal 14 Februari, tentu aku lebih sering bertemu orang-orang yang PENUH KASIH, daripada sekarang ini, seriiing banget ketemu ama ORANG-ORANG TOLOL yang sering YAK-YAK O, apes bener nasibku!"

     "RASAK NO!" jawab sang istri sambil kembali ke dalam meneruskan pekerjaannya membuat berbagai macam kue yang akan dihidangkan para tamu-tamunya nanti. Dan  HAIHAI pun masuk ke kamar mandi sambil berteriak. "Istrikuuuu.....siapkan jas dan dasi, aku ingin menemui handai taulan dengan PENAMPILAN BARU, seperti EKSEKUTIF yang rapi, tidak seperti TEOLOG JALANAN ha ha ha ha......Mereka akan kuberitau ada jurus baru yang akan membuat mereka BENGOK- BENGOK ha ha ha ha....."

 

Pecandu Masturbasi? Jangan Kuatir!

Sampai hari ini :  65.641 kali dibaca, terbanyak dibaca dari semua blognya Hai Hai.

                                                                      *****

     Di halaman Padepokan Tangga Langit sudah berdatangan para pendekar dari berbagai penjuru bumi, ada yang menjadi sahabatnya, kenalan biasa atau yang berseberangan dengan sang Bengcu. Wajah-wajah mereka terlihat menampakan kegembiraan, mereka yang berlawanan tidak ingin merusak acara yang baru diadakan sekali ini,  karena Padepokan Tangga Langit udah kesohor, keramaian apa saja pasti mudah menjadi berita di kalangan persilatan. Untuk itulah banyak yang penasaran ingin datang walau tanpa diundang, karena mereka yakin sang pemilik padepokan tidak akan menolaknya.

     "Bwa ha ha ha....elu berani juga datang Deta, apa kamu tidak sakit hati bila disebut ANJING TOLOL bwa ha ha ha...." teriak  SAMUEL FRANKLYN begitu bertemu dengan DEBU TANAH.

     "He he he ....SAM, kamu masih ingat nggak, si Bengcu mengatakan : Prinsip pertama ilmu melatih anjing. "Jangan menghukum (mengoreksi) anjing bila anda tidak yakin 100% dia memahami perintah anda!" 

    "Bwa ha ha.... saya kan dulu sudah menjawab : "Soal melatih anjing. Saya nggak peduli sama anjing saya cuma peduli sama Firman. Diluar Firman nggak saya anggap sebagai kebenaran!"

     "Ha ha ha...betul-betul anda menjawab seperti itu, dan apa jawaban Bengcu :"Tidak masalah bila anda tidak peduli sama anjing, namun bila seorang pelatih anjing berlaku demikian kepada anjingnya, mustahil Allah tidak melakukan hal demikian kepada hambaNya. Bila anda benar-benar peduli dengan Firman Allah, maka anda harus mempelajarinya dengan teliti dan tanpa PRASANGKA. Terus dia terbahak sambil berucap  : "  Ha ha ha ... Santai saja  SAMUEL  inilah salah satu hal yang saya sebut  HUMOR THEOLOGIA.  Melihat namun tidak melihat, mendengar namun tidak mendengar. Kita melihat namun melihatnya dengan prasangka, kita mendengar namun mendengarnya dengan prasangka.Nah, silahkan mengajak pendeta atau handai taulan anda dengan humor ini, pasti menyenangkan. "

     "Ya, waktu itu saya sangat tersinggung dan menjawab : "Saya terus terang sangat tidak setuju kalau Firman itu dianggap humor. Buat saya  Firman adalah masalah yang sangat serius yang menentukan akhir tujuan semua manusia.  Namun bila kamu mau memahaminya dengan serius, itu pilihan kamu, saya bahkan tidak akan membujuk kamu untuk mengubah pilihanmu itu. "

     "Terus terang SAM, pada awalnya ,Saya adalah seorang penikmat tulisan dalam Sabdaspace ini. Dan SAYA KAGUM dengan tulisan-tulisan anda. "Soal melatih anjing. Saya nggak peduli sama anjing saya cuma peduli sama Firman. Diluar Firman nggak saya anggap sebagai kebenaran." Maaf ya sdr. SAMUEL semoga anda tidak tersinggung dengan teguran saya ini. Saya hanya merasa sayang saja orang yang pandai seperti anda menjawab seperti itu. "

     "Saya tidak tersinggung. Tapi anda juga harus memaklumi bahwa memang begitu gaya bahasa saya. Saya yang terus terang agak tersinggung sama  HAI HAI. Soalnya sedang berbicara mengenai Firman kok terus ngelantur ngomong melatih anjing? Bagaimana alur pikirnya? Ini  ANEH BIN AJAIB buat saya."  SAMUEL menjawab sambil mengenang masa-masa beradu jurus dengan HAI HAI ketika mulai berkenalan dan belum memahami gaya jurus silatnya yang sering "aneh" itu.

     "Terus kenapa saya jawab suruh tanya Allah sendiri?  Soalnya  HAI HAI juga sudah  NGGAK SOPAN SAMA ALLAH. Kalau kita dikasih sesuatu sama Allah respons yang benar dan hormat adalah  BERSYUKUR dan  BERTERIMAKASIH atas pemberian tersebut bukan tanya saya kok dikasih ini kenapa saya nggak dikasih yang itu? Ck ck ck..... Ini saya anggap sikap tidak sopan. Kalau dikasih sama Allah biarpun kita dikasih  TAHI  tapi percayalah Allah tahu  yang terbaik buat kita. Seluruh jalan hidup kita sudah diatur oleh Allah apapun yang diberikan Allah ke kita maka itulah yang terbaik yang bisa kita terima dari Allah. Allah lebih mengasihi kita daripada apa yang bisa kita bayangkan dan pikirkan."

     "Saya justru yang sangat sayang anda tidak melihat kesombongan dan kekurang ajaran   HAI HAI  Sebuah pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Sepertinya ada salah paham nih Sam. Apa kah  SAMUEL sudah membaca tulisan HAI HAI : “Hai hai dan anjing nya” ? Bila  SAMUEL lebih mengenal  HAI HAI, maka saya yakin  SAM tidak akan menjawab seperti di atas. HAI HAI  mungkin sedikit SOMBONG, tapi dia TIDAK KURANG AJAR lho !! " Walau saat ini  DETA sering bertempur dalam setiap pertemuan, tapi pada masa lalu sering MENENGAHI bahkan MEMBELA kedua belah pihak dengan jurus-jurus yang menawan.

     " Anda berdua sama pandainya, alangkah indah nya bila anda berdua  BERDEBAT DALAM KASIH untuk membangun para penghuni pasar Klewer ini !! Anda berdua hanya perlu sedikit saling merendahkan diri! Saya kira semua penghuni Sabda menantikan DISKUSI yang hangat dan membangun kita semua!!"

     "Apa jawaban HAI HAI padaku waktu itu  SAM? Masih ingat? Akan kuingatkan kembali, dia mengatakan :  " DEBU TANAH, terima kasih atas nasehatnya. Salah satu kelemahan saya adalah SOK AKRAB. Ketika merasa akrab dengan seseorang maka saya tetap merasa akrab ketika dia mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata apa adanya. Saya baru mempertimbangkan kata-kata  SAMUEL itu setelah membaca komentar anda. Sebelumnya saya menganggap hal itu biasa-biasa saja, makanya saya juga menanggapinya biasa-biasa saja. Ketika membaca tulisan-tulisan SAMUEL, saya menilainya sebagai orang yang cerdas dan tulus serta Zhong (tengah, tidak menyebelah). Dan saya terpancing untuk membuktikannya ketika dia membuka peluang melalui tulisannya. Tidak ada niat sama sekali untuk membuktikan siapa yang lebih tahu atau siapa yang lebih hebat. "

     Tengah asyik mereka berdua bernostalgia, tiba-tiba nyelonong seorang PENGUNJUNG yang ikut NIMBRUNG , yang rupanya ia waktu itu ada bersama mereka juga.

      "Saya waktu itu mengatakan, justru sangat sayang anda tidak melihat kesombongan dan kekurangajaran  HAI HAI". bapak  SAMUEL  yg lucu& imut....jelas-jelas dari tulisan itu bukannya anda sedang tersinggung? Menurut saya  HAI HAI bukannya kurang ajar...Tapi dia itu sebetulnya  SEDANG BERGURAU......Menurut saya  HAI HAI  itu  ORANGNYA LUCU SEKALI hahahaha......."

     SAMUEL FRANKLYN tersenyum. "Saya tidak tersinggung oleh teguran  DEBU TANAH,  tapi jelas tersinggung sama  HAI HAI. Dia sendiri mengakui banyak orang tersinggung kalau dia ngomong soal melatih anjing tapi dia tetap ngotot ngomong soal melatih anjing. Jelas dia kepingin orang lain tersinggung soalnya topik yang bikin banyak orang tersinggung dia tetap mengangkatnya."

     "Hahaha...pak  SAMUEL dia memang kurang azarrrr......heahehe....memang si  HAI HAI .... ini aduhhh.........orang ngomong Firman ya , pak  SAMUEL yg lucu dan imut.....malah anjing lagi......ANJING LAGI ...wah memang... Firman.. itu anjing ya... hehehehe..." Sahut PENGUNJUNG itu terus terkekeh mengenang waktu itu.

     "Pak  SAMUEL masih ingat ketika HAI HAI mengatakan pada anda : " SAMUEL FRANKLYN  yang terhormat, tanpa mengurangi rasa hormat namun mohon maaf seribu-MILYAR maaf, saya yakin 100% anda tidak MEMBUAL, anda hanya sedikit  CEROBOH dan BOMBASTIS, di samping itu anda juga  PEMARAH. Dan anda menjawab apa pak SAMUEL?"

     "Jawabanku : "Ya saya memang pemarah tapi saya bersedia dibentuk. Saya masih perlu banyak diajar oleh Roh Kudus. Terima kasih buat tegurannya saudara  HAI HAI. " 

     " SAMUEL, salah satu hal yang paling menarik di pasar Klewer ini adalah kita dapat melakukan diskusi seolah dua orang musuh dalam argumentasi namun kita melakukannya untuk saling membangun, bukan untuk saling mengalahkan.Saya sama cerobohnya dengan kamu, jadi jangan sungkan untuk menegur. Saya suka diskusi dengan kamu! Kamu memiliki potensi yang luar biasa! Begitu kan HAI HAI menjawab kerendahan hatimu?"

      "Betul PENGUNJUNG dan saya mengagumi perdebatan waktu itu sambil kukakatan : "Alangkah indahnya melihat 2 saudara berdebat dalam kasih, untuk mencari kebenaran.Terima kasih  HAI HAI dan  SAM... Anda berdua memberi teladan bagi saudara-saudara yang lain!  Anda berdua adalah karunia bagi Sabdaspace ini!! Saya sungguh bersyukur kepada Roh Kudus untuk hal ini......." Sahut DETA manggut-manggut. SAMUEL pun menegaskan kembali apa yang pernah dikatakan.

     "Ada anggota di  SABDA Space ini yang salah paham dan menganggap saya sombong karena saya bilang saya sudah baca Firman dari Kejadian sampai Wahyu lebih dari 50 kali. Saya mengungkapkan fakta akan hal ini bukan karena ingin menonjolkan diri tapi cuma semata-mata kesal saja karena  HAI HAI  suka seenaknya menganggap orang lain nggak paham Firman. Kalau  HAI HAI membaca Firman seperti membaca novel maka saya membaca Firman seperti makan. Tiap kitab dalam Firman sesungguhnya memiliki cita rasa masing-masing. Ada Firman yang rasanya enak buat saya seperti daging. Ada Firman yang rasanya netral buat saya seperti sayuran. Ada juga Firman yang saya tidak suka seperti makanan pahit macam pare. Tapi kita harus makan berimbang baru bisa sehat. Saya menyadari semua Firman itu sudah di rancang Tuhan dan semuanya berguna bagi kesehatan rohani kita. Karena kesadaran ini maka saya membagi dua pembacaan Firman saya. Pembacaan Firman berurut dari Kejadian sampai Wahyu dan pembacaan Firman untuk topik yang ingin saya pelajari. " SAMUEL menghela nafas , sebelum meneruskan pengalamannya, ia menengguk segelas air putih di depannya.

     "Karena membaca Firman seperti makan inilah maka saya bisa baca Firman berulang-ulang begitu banyak. Sama sekali bukan karena saya orang rajin atau tekun atau hebat tapi karena menyadari dan  MENIKMATI  MANFAAT FIRMAN.  Tidak dibutuhkan orang rajin atau tekun atau hebat untuk makan setiap hari kan?

     "Bung Sam, kalo Anda membaca Alkitab seperti makan, HAI HAI membaca Alkitab seperti novel, maka saya membaca Alkitab seperti kutu loncat he he he...." sahut PYOKONNA sambil mencomot roti di mejanya Samuel dan berlalu sambil terkekeh.

     Dengan bertambahnya waktu, tamu yang berdatangan semakin banyak, mereka pada melontarkan senyum, tawa dan berangkulan, seolah sudah lama tidak bertemu. Sementara di sudut padepokan, tampak dua orang nampak serius memperbincangkan sesuatu.

Kiem      : "Saya TIDAK SEPENDAPAT dengan anda!"

Alvares  : "Boleh tidak sependapat tapi JANGAN MEMFITNAH pak!"

Kiem      : "Kalau saya menyimpulkan bahwa anda adalah seorang yang GAGAL yaitu gagal dalam hal merasakan karunia Roh Kudus yang luar biasa itu. Hal inilah yang membuat anda berubah menjadi PENGEJEK atau PENGKRITIK ALIRAN ROH KUDUS!"

Alvares   : "Anda sudah MEMFITNAH saya berulang kali, oleh karenanya saya nasihatkan untuk Kiem, agar menghentikan kebiasaan tersebut! Saya tidak sedang berusaha memasuki aliran Pantekosta sebab saya sudah menjadi jemaat dan sudah dibabtis selam oleh Gereja tersebut. Apakah pak Kiem yakin bahwa setiap orang yg masuk Pantekosta akan mendapat karunia Roh Kudus yang “luar biasa” itu? "

     Dari semua tamu, sepertinya kedua orang itu yang paling serius dalam berbicara, di sana sini sering ada tawa meriah, mereka berdua bahkan tidak menyentuh hidangan yang bertebar di meja mereka. Dan ketika Y-Control lewat  mengingatkan mereka.

     "Sudahlah, ini suasana santai, ayo nikmati hidangannya! Eh iya pa Kiem, soal kita dulu belum KATAM lho?"

     "Sudahlah Y-Control, kamu dulu memusingkanku eh ini ada lagi yang suka membuat KACAU dan KISRUH, sulit sekali membuat dia sadar. Selalu tidak bisa menangkap apa yang saya katakan, padahal FirmanNya ada lho!"

     "Ha ha ha ha......LOL!!!"  Dan Y Control pun meninggalkan mereka untuk bergabung dengan yang lain.

     "Bah! Apa kau bilang?!!" Sahut pa Kiem terkaget, Y Control terus berlalu sambil terkekeh.

 

Bersambung

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat