Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

PeaceTV

victorc's picture
Teks: "Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya." (Luk. 6:44a)

Shalom, selamat pagi saudaraku. Tulisan ini menyambung artikel sebelumnya yang membantah zakir naik (1). Entah kebetulan entah tidak, kira-kira sehari setelah artikel tersebut tayang di sabdaspace, saya membaca berita baris di salah satu televisi lokal yang menyebut bahwa pemerintah Bangladesh telah melarang siaran televisi PeaceTV.
Mungkin pelarangan tersebut tidak ada hubungannya dengan artikel saya, namun yang jelas PeaceTV sangat populer di Bangladesh, dan televisi tersebut sering menayangkan ceramah-ceramah provokatif dari zakir naik. Dan melalui ceramah-ceramah tersebut, dia dikabarkan ikut mempengaruhi salah satu pelaku penyerangan kafe di Dhaka, Rohan Imtiaz, dan juga pemimpin kelompok Daesh, Ibrahim Yazdani.(2)
Sebelumnya, PeaceTV juga telah dilarang bersiaran di India, kemungkinan juga karena kerap menyiarkan ceramah zakir naik. (2) Berita terakhir yang terdengar adalah zakir naik batal pulang ke India setelah kasusnya semakin heboh.(3)

Wahabi
Dari suatu laporan, ceramah-ceramah zakir naik memuat ajaran Wahabi (6), dan diduga mempengaruhi orang untuk menjadi teroris, termasuk pelaku bom Bangladesh (4). Dan salah satu fenomena yang patut dicermati adalah bahwa semua pengebom bunuh diri adalah penganut mazhab Wahabi, sebagaimana disinyalir oleh Ibrahim Eissa, seorang wartawan senior dari Mesir. Eissa mengatakan bahwa semua teroris yang melakukan bom bunuh diri adalah Salafi Wahabi (5).
Tampaknya mazhab Wahabi ini tidak cocok dengan Sunni maupun Syiah, sehingga mereka menghalalkan bom bunuh diri di negara-negara muslim yang beraliran Sunni atau Syiah. Tentang perbedaan antara Sunni dan Wahabi dan mazhab-mazhab lainnya, lihat misalnya (7) dan artikel Prof. Ahmad Moussalli (8).
Karena itu, kiranya perlu diusulkan kepada badan penanggulangan terorisme agar: memblokir saluran PeaceTV terutama siaran-siaran yang bernuansa provokatif dan menyebabkan saling kecurigaan di antara warga Indonesia.
Jika langkah tersebut diambil, kiranya dapat mengurangi secara berangsur penyebaran terorisme di negeri tercinta ini.

Versi 1.0: 14 juli 2016, pk. 14:26
VC

Referensi:
(1) http://www.sabdaspace.org/kurios
(2) https://arrahmahnews.com/2016/07/09/pemerintah-india-tetapkan-larangan-penayangan-acara-tv-dr-zakir-naik/
(3) https://arrahmahnews.com/2016/07/13/dr-zakir-naik-batal-pulang-ke-india-setelah-kasusnya-semakin-heboh/
(4) https://arrahmahnews.com/2016/07/08/pelaku-bom-bangladesh-terinspirasi-khotbah-kebencian-wahabi-dr-zakir-naik/
(5) https://arrahmahnews.com/2016/02/04/kenapa-semua-serangan-bom-bunuh-diri-pelakunya-wahabi/
(6) https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wahhabisme
(7) http://www.mailofislam.com/uploads/Difference_Between_Sunni_and_Wahabi.pdf
(8) Ahmad Moussalli. Url: http://conflictsforum.org/briefings/Wahhabism-Salafism-and-Islamism.pdf
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute