Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Pemimpin Kristen

king heart's picture
Hari Sabtu 16 Agustus 2008, ketika sedang menunggu service mobil, saya membaca koran Kompas. Di salah satu halamannya saya tertarik dengan ulasan tentang sosok presiden Paraguay, Fernando Lugo. Ketika diwawancarai Fernando Lugo itu sedang bersama orang Indonesia yang adalah sekretarisnya dan beberapa orang berkebangsaan Indonesia yang cukup dikenal di tanah air. Bukan kedekatannya dengan orang Indonesia yang menjadikannya menarik perhatian saya tetapi statusnya sebagai uskup sebelum dia menjabat sebagai presiden. Ketika ia terpilih secara sah menjadi presiden, Vatikan memberinya cuti / pensiun sementara supaya ia fokus terhadap tugasnya sebagai presiden. Sebagai uskup, Lugo hidup di dalam kesederhanaan, tergambar dari kunjungan Kompas di tempat tinggalnya, yang takkan berubah ketika ia menjabat sebagai presiden, ia juga menjanjikan tidak menerima gaji presiden sebesar 4000 US$. Paraguay merupakan negara termiskin di Amerika Selatan yang selama 60 tahun hidup di bawah rezim yang korup.

Di dalam negara sekuler di mana negara dan agama dipisahkan secara tegas, selain Lugo tercatat Abraham Kuyper pendeta dari Belanda yang berhasil menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda pada tahun 1901-1905. Kuyper dikenal sebagai seorang teolog besar dan pendiri Free University of Amsterdam. Di luar Lugo dan Kuyper, saya belum pernah mendengar ada hamba Tuhan yang mampu menjadi pucuk pimpinan tertinggi di suatu negara sekuler, di Amerika Serikat pernah juga seorang hamba Tuhan yang mencalonkan diri menjadi presiden namun gagal.

Indonesia yang menyebut dirinya negara nasionalis religius ( sekuler bukan, negara agama juga bukan ) hanya Abdurrahman Wahid yang seorang kyai ( identik dengan hamba Tuhan ? ) lah yang pernah memegang tampuk pemerintahan tertinggi meskipun akhirnya diimpeachmen di tengah jalan. Untuk negara yang menyatakan dirinya sebagai negara agama bisa dikecualikan karena secara otomatis pemimpin negara itu seorang rohaniwan, misalnya Iran, Vatikan dan lain lain.

Di Indonesia tercatat Ruyandi Hutasoit seorang pendeta dan pemimpin partai yang pernah mencalonkan dirinya sebagai presiden meskipun pencalonannya sangat kontroversial karena diiringi nubuatan bahwa ia akan menjadi presiden Kristen pertama di Indonesia. Akhirnya pencalonan itu tidak berhasil, karena partai yang didirikannya hanya memenangi sedikit ( kalau tidak bisa dikatakan minim ) suara dan kursi. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimanakah seorang hamba Tuhan bisa berperan juga di dalam dunia politik, apalagi pada Pemilu 2009 terdapat beberapa partai Kristen yang notabene anggotanya sebagian juga hamba Tuhan. Persoalan ini merupakan topik yang menarik dibicarakan karena hampir selalu kontroversial dan tidak menemukan jalan keluar yang tuntas. Belum lagi kondisi perpolitikan di Indonesia yang demikian carut marut dan hampir selalu diwarnai politik uang dan politik dagang sapi. Kini KPK pun sedang gencar membidik baik di parlemen maupun di pemerintahan semua oknum yang terlibat suap, gratifikasi, penyelewengan jabatan dan lain sebagainya, apapun istilahnya. Politik berada di titik nadirnya, kita sebagai umat Kristen sering melihat politik sebagai sesuatu yang kotor dan harus dihindari. Apalagi tidak banyak contoh tokoh khususnya yang Kristen yang memiliki integritas mumpuni dan tak tercela.

PKS sebagai partai Islam ternyata mampu memperlihatkan / mencitrakan dirinya sebagai partai Islam yang bersih dan pro rakyat. Saya mempunyai perkiraan bahwa di pemilu 2009, partai ini akan memperoleh suara yang sangat signifikan sekalipun mungkin belum yang mayoritas. Banyak orang yang terkesan akan kinerja mereka, sebagai bukti di beberapa daerah orang yang diusungnya mampu memenangkan pilkada. Partai Kristen ?? Kelihatannya masih jalan di tempat dan tak kemana mana, mungkin mundur malah. Bisa lebih baik ?? Semoga. Dari titik tolak ini maka wajar timbul pertanyaan mengapa tidak menjadi partai nasionalis saja. Jawabanpun beragam dan tetap tak menemukan solusinya sekalipun pembahasnya seorang pakar politik berkaliber internasional.
Bagaimana dengan kita ?
Untuk perenungan saja, GBU
__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

anakpatirsa's picture

Hanya Curhat

Partai Kristen? Aku sudah cukup melihat satu waktu itu, dan tidak akan mau melihatnya lagi. Ketika akhirnya partai Kristen kalah, ada isu kecurangan, dst. Menurutku lebih baik begini, kalah ya kalah. "Orang Kristen bergabunglah! Kalau semua orang Kristen memilih calon presiden Kristen, maka kita akan menang, karena suara untuk presiden lain terpecah," kata seorang calon presiden Kristen. Ia lalu memberikan data statistik berapa sebenarnya jumlah orang Kristen di Indonesia. "Pimpinlah dulu lembaga kecil yang Tuhan percayakan kepada Anda, jadikan itu yang terbaik, baru orang percaya kamu bisa memimpin negara yang benar-benar sedang terseok-seok ini." kata adikku yang pendeta.
y-control's picture

PKS

 PKS?

cuma pamer link aja..  

(but don't swallow it)

__________________

Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega (Pengkhotbah 7:3)

y-control's picture

indonesia pernah dipimpin kristen

Di luar Lugo dan Kuyper, saya belum pernah mendengar ada hamba Tuhan yang mampu menjadi pucuk pimpinan tertinggi di suatu negara sekuler,

ada satu lagi, presiden haiti yang namanya aristide

oya, sedikit melihat sejarah, kalo di indonesia orang kristen yang pernah punya jabatan tertinggi mungkin amir syarifudin, menjabat perdana menteri, kalo tidak bisa dibilang itu pemimpin negara. ya, dia masuk partai PKI.. dan seperti sudah saya bilang, demokrasi di indonesia sudah mati sejak PKI dilarang menang melalui dekrit presiden hasutan angkatan darat (nasution) dan pengangkatan presiden seumur hidup, dan akhirnya peristiwa 1965

 

Presse Ne Pas Avaler

__________________

Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega (Pengkhotbah 7:3)