INILAH PLEIDOI VANTILLIAN terhadap tulisan blog Adrina :
Paham Universalisme sebenarnya telah ada sekitar abad kedua. Origen (185-254) seorang tokoh gereja, adalah orang yang mengajarkan tentang hal ini. Ia adalah seorang yang cerdas dan sangat menguasai filsafat Yunani. Dalam usia 18 tahun, ia telah menjadi kepala disebuah sekolah Alkitab dan memiliki karya tulis sekitar enam-ribuan buah. Origen adalah seorang yang saleh, tetapi sayang dia memiliki pandangan teologis yang salah dan digolongkan sebagai bidat. Dalam doktrin keselamatan, ia berpandangan bahwa Allah itu kasih adanya, karena kasih inilah sehingga Allah tidak mungkin menghukum manusia. Sebab itu pada akhirnya semua orang baik yang percaya atau tidak, akan diselamatkan (Sumber bacaan: Apakah Universalisme itu?, Pdt.Paulus Daun M.Div. M.Th).
Vant : Saya tidak mengajarkan begitu.
Unitarian, merupakan salah satu kelompok ajaran yang juga memiliki paham ‘Universalisme’. Kelompok ini meyakini Pluralisme agama dan menghormati beragam kepercayaan yang ada.
Di Indonesia, ajaran seperti ini disebut sebagai ‘Kristen Tauhid’. Mereka percaya bahwa setiap orang dapat memperoleh keselamatan. Sikap yang jujur terhadap hati nurani dan kebebasan setiap manusia untuk meyakini suatu kepercayaan (iman) secara bertanggung jawab merupakan hal dasar yang dianut oleh seorang Kristen Tauhid. Ajaran ini, meyakini / menerima baik Alkitab maupun Alqur’an.
Vant : Saya juga tidak mengajarkan begitu.
Doktrin Universalisme pada intinya mengajarkan bahwa pada akhirnya, semua manusia akan diselamatkan / masuk surga.
Vant : Terima kasih sudah memberitahukan.
Berikut ini saya akan menanggapi sebuah ajaran yang ditulis oleh seorang yang ‘bernama’ Vantillian, salah seorang Bloger di ‘Sabda Space’. Tulisannya diberi judul ‘Allah yang SATU bagi semua bangsa---pandangan seorang Vantillian’. Silahkan para pembaca menilai, apakah tulisan ini termasuk dalam kategori Universalisme atau bukan.
Vant : Saya merasa terhormat.
Vant : Blog ini akan secara umum membahas hubungan antara penyataan Allah di dalam sejarah manusia. Apakah Allah menyatakan DiriNya kepada bangsa Israel saja dan bukan kepada bangsa lain juga? Apakah Allah yang disembah secara tunggal oleh berbagai aliran agama mengindikasikan Allah yang sama? Bolehkah kita menyatakan Allah yang disembah oleh umat Muslim dan Yahudi adalah Allah yang sama juga disembah oleh orang Kristen? Seandainya tidak sama, apakah Allah yang mereka sembah adalah berhala? Saya sudah pernah menyinggung sedikit tentang wahyu umum dan khusus disini dan disini. Mengapa kita harus membahasnya lagi? Karena pengertian ini penting untuk menyatukan hubungan antara APA yang dinyatakan dalam ALKITAB dengan APA yang terjadi dalam sejarah bangsa-bangsa. Apakah PENYATAAN Allah tidak cukup bagi bangsa-bangsa sehingga wahyu Allah adalah HANYA untuk dipahami bangsa Israel?
Tanggapan Adrina:
Satu hal yang perlu dicamkan: Apa yang dinyatakan dalam Alkitab harus menjadi dasar / acuan utama yang harus diyakini oleh semua orang percaya, dan bukan pada kenyataan yang ada!
Vant : Alkitab adalah Standar Kebenaran. Saya tidak sedang mengacu pada kenyataan yang ada. Saya sedang MEMBANDINGKAN dengan presuposisi Alkitab adalah Kebenaran Tertinggi.
Vant : Bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Allah adalah untuk menjadi saluran penyataan Allah. Allah harus memilih suatu bangsa untuk memelihara wahyuNya secara lengkap dan bertahap. Pada akhirnya melalui bangsa pilihan, Allah menyatakan puncak wahyuNya, yaitu diriNya sendiri. Ini adalah kenyataan yang sulit diterima oleh bangsa Israel sekalipun. Mengapa Allah tidak memberikan PETUNJUK keselamatan saja? Mengapa Allah BISA dan HARUS datang ke dunia sebagai manusia? Karena pola pikir demikian, maka bangsa Israel sangat memelihara ketaatan kepada firman Allah. Bangsa Israel sangat mendewakan peraturan Taurat. Inilah satu-satunya jalan keselamatan. Melalui HUKUM. Tetapi ternyata Wahyu Allah bukan berpuncak pada loh batu yang mematikan, tetapi terletak pada roh yang menghidupkan. Kenyataan yang paling memilukan adalah bahkan bangsa Israel juga menindas kebenaran wahyu Allah. Kristus yang diutus bahkan disalibkan oleh bangsa Israel sendiri. Kita mungkin akan berpikir betapa bodohnya dan gobloknya bangsa Israel karena sudah menjadi bangsa pilihan Allah. Tetapi sejarah manusia menunjukkan, bahwa wahyu Allah akan selalu ditindas dan diingkari oleh SEMUA bangsa di dunia. Wahyu Allah juga akan ditindas oleh bangsa Tiongkok maupun bangsa Indonesia bahkan jika Allah menjadikan kedua bangsa ini bangsa pilihan yang meneruskan wahyu Allah. Apa maksud penjelasan ini? Penjelasan ini akan membuat kita mengerti mengapa setiap bangsa di dunia ini sama di mata Allah. Kita akan mengerti bahwa ketika Allah sedang berkarya di dalam sejarah bangsa Israel, Allah tidak tinggal diam di dalam sejarah bangsa lain. Bangsa lain berjalan menurut penyataan umum Allah, yaitu hukum Taurat yang tertulis dalam hati mereka. Bangsa Israel berjalan menurut penyataan khusus Allah, yaitu hukum taurat yang tertulis dalam loh batu. Kedua-duanya adalah FAKTA dan BUKTI bahwa Wahyu Allah tidak terbatas kepada bangsa Israel. Allah menyatakan diri kepada satu bangsa Israel adalah untuk melestarikan FirmanNya sehingga pada akhirnya akan menjadi penuntun bagi semua bangsa. Wahyu umum dan khusus tidak boleh dipertentangkan, karena saling melengkapi. Wahyu khusus perlu didefinisikan karena berkenaan dengan puncak pewahyuan Allah. Wahyu khusus perlu dibedakan karena akan menjadi standar bagi setiap respon manusia terhadap wahyu umum Allah. Firman Allah (Alkitab) adalah standar wahyu khusus yang akan menjadi penilai dan hakim bagi semua umat manusia.
Tanggapan Adrina:
Kata ‘wahyu’ (Yunani=Apokalupsis) berarti “penyingkapan”. ‘Wahyu’, menunjukkan bahwa Allah menyingkapkan / membukakan diri-Nya sendiri kepada manusia. Tanpa Allah mewahyukan diri-Nya, manusia tidak akan mengenal-Nya. Wahyu, ada yang umum (alam semesta dan hati nurani) dan ada yang khusus (Kitab Suci dan Yesus Kristus). Wahyu umum memberikan kesadaran bahwa Allah itu ada, Maha Kuasa, pencipta dan sebagainya, tetapi wahyu ini tidak cukup untuk memberikan keselamatan (bdk Mzm 19:2; 104:24). Dibutuhkan wahyu khusus, dimana Allah menyatakan diri-Nya sendiri dalam Kristus, sehingga HANYA lewat penebusan-Nya, manusia dapat diselamatkan.
Vant : Tanpa wahyu, manusia tidak dapat mengenalNya. Saya juga setuju. Silakan baca kalimat saya dengan baik-baik. Jangan mencoba menanggapi kalau belum mengerti. Coba anda baca kalimat yang saya besarkan dengan baik-baik..
Saya setuju bahwa wahyu Allah “tidak terbatas” hanya kepada bangsa Israel, tetapi itu tidaklah berarti bahwa semua bangsa-bangsa non Israel juga PASTI menerima keselamatan!
Vant : Saya tidak mengatakan bangsa lain selain bangsa Israel PASTI menerima keselamatan.
Roma 3:29-30 mengajarkan bahwa, baik orang Yahudi maupun non Yahudi dapat diselamatkan / dibenarkan hanya karena IMAN!
Vant : Memang benar.
Vant : Wahyu khusus adalah wahyu yang DIPAHAMI secara khusus dan DITARIK dari pernyataan Wahyu umum. Wahyu Allah tidak pernah tidak sempurna. Meskipun wahyu Allah dalam sejarah dinyatakan secara progresif dan akumulatif, tetapi penyataan Allah telah CUKUP dan JELAS bagi setiap zaman bangsa-bangsa. Bangsa Israel pada PL tidak akan pernah bisa protes kepada Allah mengapa Kristus tidak datang pada zaman Abraham. Bangsa Tiongkok juga tidak akan pernah protes kepada Allah mengapa Yesus tidak dinyatakan dalam kebangsaan Tiongkok melainkan melalui bangsa Yahudi. Wahyu Allah telah jelas dan nyata bagi manusia sehingga manusia tidak akan bisa berdalih. Wahyu Allah telah jelas bahwa itu semuanya akan menjadi hakim sekaligus penyelamatan dalam sejarah manusia. Wahyu Allah mengindikasikan bahwa di dalam sejarah manusia, Allah tidak pernah berpangku tangan. Wahyu Allah menyatakan keadilan sekaligus kasih Allah. Wahyu Allah menyatakan sifat penghukuman sekaligus penyelamatan dari Allah. Wahyu Allah akan bermuara pada Anugerah dan Keadilan. Anugerah Allah akan dimengerti melalui Wahyu Allah. Setiap manusia merasakan di dalam hatinya suatu kebutuhan akan diselamatkan. Setiap manusia di dalam hatinya ketika melakukan kejahatan, akan menuduh dirinya sendiri. Setiap manusia dalam lubuk hatinya terdalam, tahu, suatu saat semua perbuatan mereka akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah/Langit/Thian/Dewa. Lalu setelah manusia tahu dan ingin bertobat, apakah Allah tidak akan menyelamatkan manusia? Inilah mengapa konsep anugerah khusus reformed sangat penting untuk dipahami. Allah memilih manusia untuk diselamatkan. Bukan manusia yang memilih Allah. Di setiap zaman bangsa-bangsa sebelum Kristus datang ke dalam dunia, Allah telah menetapkan bahwa keselamatan adalah berdasarkan pilihan, BUKAN berdasarkan respon manusia terhadap wahyu Allah. Wahyu Allah adalah dasar untuk mengerti anugerah Allah. Tetapi tidak pernah menggantikan pengertian anugerah Allah. Meskipun demikian, wahyu tentang anugerah keselamatan selalu bergema dalam SELURUH wahyu Allah. Setiap manusia akan dihakimi berdasarkan standar wahyu Allah. Setiap manusia juga akan diselamatkan berdasarkan standar anugerah Allah. Tidak ada manusia yang terlalu baik sehingga wajib diselamatkan Allah. Tidak ada manusia yang terlalu jahat sehingga bisa menghindar dari anugerah Allah.
Tanggapan Adrina:
Penulis blog ini memang secara sengaja telah mengurangi atau memfitnah ajaran Calvinisme dengan mengajarkan bahwa konsep keselamatan yang dianut oleh kaum Calvinis adalah HANYA melalui Predestinasi (pemilihan dari Allah), bukan pada respon / tindakan dari manusia untuk PERCAYA pada Kristus.
Vant : Memfitnah Calvinisme? Setahu saya, saya tidak sedang menuliskan pemahaman Calvin. Fitnah dari Hongkong? Justru Calvinisme yang menekankan predestinasi orang percaya BUKAN terletak pada respon manusia. Hanya Reformed ecek-ecek yang memahami iman sebagai respon tanggung jawab manusia.
Dalam diskusi dengannya beberapa waktu lalu, saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa mereka telah melakukan fitnah terhadap Calvinisme dan telah memberi dasar Kitab Sucinya, tetapi mereka tetap ‘ngotot’ mempertahankan dirinya. Oleh karena itu, saya memandang perlu untuk memberikan beberapa pandangan dari para ahli teologia Reformed (termasuk Calvin sendiri) terhadap hal ini, yang saya ambil dari buku Pdt. Budi Asali M.Div yang berjudul ‘Calvinisme yang difitnah’ (hanya terjemahannya saja).
Vant : Lho, Siapa yang ngotot? Silakan dikutip…
Calvin: “ Pemilihan hanya dimengerti dan dikenali dalam Kristus saja. ... Karena itu, mereka yang Allah adopsi sebagai anak-anakNya dikatakan telah dipilih bukan dalam diri mereka sendiri tetapi dalam KristusNya (Ef 1:4)” - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter XXIV, no 5.
Vant : Memang demikian kok. Pemilihan atau doktrin keselamatan hanya ada dalam diri TUHAN ( Yesus Kristus). Emangnya apa hubungannya dengan tulisan saya?
Robert L. Dabney: “ Tindakan Allah dalam membentuk ketetapanNya tidak di-syaratkan pada apapun yang akan dilakukan oleh makhluk ciptaanNya. Dalam pengertian yang lain, banyak hal-hal yang ditetapkan yang bersyarat; seluruh rencana Allah merupakan kesatuan yang bijaksana, menghubungkan cara / jalannya dengan tujuannya, dan menghubung-kan sebab dengan akibatnya. Memperhatikan pada setiap akibat, terjadinya hal itu disyaratkan pada adanya penyebab, dan dibuat begitu tergantung oleh ketetapan Allah sendiri. Tetapi sementara kejadian yang ditetapkan itu bersyarat, tindakan Allah dalam membentuk ketetapan itu tidak bersyarat, pada apapun yang akan terjadi dalam waktu; karena dalam kasus dari setiap kejadian, ketetapanNya menetapkan terjadinya penyebabnya maupun akibatnya. Dan ini sama benarnya tentang kejadian-kejadian dalam rencanaNya yang tergantung pada tindakan bebas dari agen yang bebas”- ‘Lectures in Systematic Theology’, hal 218-219.
Dabney menambahkan lagi:
“ Kesesatan dari orang Arminian dalam hal ini adalah seperti telah ditunjukkan; mencampuradukkan persyaratan dari hal-hal yang ditetapkan dengan persyaratan dari ketetapan ilahi” - ‘Lectures in Systematic Theology’, hal 222.
Vant :Siapa yang mencampuradukkan? Bukankah yang menyatakan iman dan pemilihan adalah dua sisi keselamatan adalah ORANG yang mencampuradukkan? hahaha
R. C. Sproul: “ Kita harus hati-hati membedakan antara syarat-syarat yang diperlukan untuk keselamatan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk pemilihan. ... Ada segala macam persyaratan yang harus dipenuhi supaya seseorang diselamatkan. Yang terutama dari mereka adalah bahwa kita harus mempunyai iman kepada Kristus. Pembenaran adalah oleh iman. Iman adalah persyaratan yang diperlukan. Jelasnya, doktrin Reformed tentang Predestinasi meng-ajarkan bahwa semua orang pilihan memang dibawa kepada iman. Allah memastikan bahwa persyaratan yang perlu untuk keselamatan dipenuhi” - ‘Chosen By God’, hal 155.
Vant : Syarat dari mana? Syarat dari sisi manusia? …Allah yang memilih tanpa syarat, itulah syarat dari Allah. Hanya iman. Dari Allah, melalui Allah dan untuk Allah. Syarat dari Allah dipenuhi Allah sendiri.. Itulah keselamatan manusia. Sisi manusia dari Hongkong? Baca tuh yang diboldkan
Arthur W. Pink: “Adalah tidak benar bahwa karena Allah telah memilih orang tertentu untuk keselamatan, bagaimanapun juga ia akan diselamatkan, apakah ia percaya atau tidak: Kitab Suci tidak pernah menggambarkannya seperti itu. Allah yang sama yang mempredestinasi-kan akhir / tujuannya, juga menetapkan cara / jalannya;Allah yang sama yang ‘memilih kepada keselamatan’, menetapkan bahwa Ren-canaNya harus diwujudkan melalui pekerjaan Roh dan kepercayaan pada kebenaran” - ‘The Sovereignty of God’, hal 52.
Vant : Syarat dari mana? Syarat dari sisi manusia? Haha….Allah yang memilih tanpa syarat, itulah syarat dari Allah. Hanya iman. Dari Allah, melalui Allah dan untuk Allah dan syarat dari Allah dipenuhi Allah sendiri. Itulah keselamatan manusia. Sisi manusia dari Hongkong? Baca tuh yang diboldkan.
B.B. Warfield: “ Tidak ada golongan yang manapun, baik golongan pilihan maupun yang diluar pilihan, rencana / tujuan Allah dilaksanakan tanpa kerja sama dari aktivitas orangnya” - ‘Biblical and Theological Studies’, hal 302.
Vant : Kerjasama dalam hal? Kalimat sebelum dan sesudahnya mana? Kalau kutip jangan setengah-setengah donk...Atau cuma ini yang dikutip Budi Asali? Anda gak punya sambungannya lagi? haha
Sekarang bandingkan dengan fitnahan dari Vantillian dan Hai hai terhadap hal ini:
Vantillian: “Predestinasi adalah doktrin utama dari sendi reformed khususnya dalam doktrin keselamatan. Allah memilih manusia untuk diselamatkan. Tidak ada TINDAKAN maupun TANGGUNG JAWAB manusia dalam keseluruhan keselamatan yang telah direncanakan oleh Allah. Allah telah menetapkan bahwa orang pilihanNya yang akan percaya kepadaNya. Mengajarkan bahwa keselamatan mempunyai DUA SISI yaitu sisi Allah dan sisi Manusia namun mengaku reformed adalah hal yang paling memalukan yang pernah saya baca.”
“Di dalam keselamatan, manusia sama sekali TIDAK BISA bertanggung jawab. Adalah merupakan hal yang menggelikan bahwa ada blogger yang mengaku reformed namun memiliki pandangan keselamatan bahwa manusia bertanggung jawab untuk percaya supaya selamat. Percaya bukan syarat/sebab anda akan masuk surga. Percaya tidak menyebabkan anda dipilih. Percaya adalah tanda bahwa anda telah dipilih. Tidak ada sudut pandang manusia dalam SELURUH doktrin keselamatan reformed.” (Sumber: Blog Vantillian yang berjudul ‘Predestinasi, Keselamatan dan Penginjilan---Pandangan seorang Vantillian).
Hai hai: “Adrina, HANYA ada satu teolog TOLOL yang mengaku dirinya Reformed sejati yang mangajarkan dan meyakini Doktrin PREDESTINASI sambil meyakini dan mengajarkan bahwa TINDAKAN percaya adalah SYARAT untuk diselamatkan. Anda sudah tahu siapa NAMA teolog tersebut bukan? Ha ha ha ha ha .... Perlukah saya menyebutkannya bagi anda? Adrina, JANGAN GE ER, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, anda sama sekali tidak memiliki KUALIFIKASI untuk disebut TEOLOG. Ha ha ha ha ha ..... Teolog yang saya maksud adalah Pdt. Budi Asali MDiv.” (Sumber: Blog Adrina, Sekali Selamat Tetap Selamat )
Vant : Yang ditulis Vantillian dan Hai-hai benar kok..Thanks sudah mengutipnya…
Dalam hal ini, saya telah membantah tuduhan mereka dengan memberikan dasar Kitab Suci, dan bahkan menantang mereka untuk memberikan contoh tulisan dari para teolog Reformed tentang fitnahan yang mereka lakukan itu, tetapi mereka sama sekali tidak melakukannya, namun TETAP menyebarkan fitnah! Hal ini membuktikan bahwa Vantillian dan Hai hai bukanlah seorang Kristen sejati yang mau belajar dan tunduk pada Firman Tuhan.
Vant : Fitnah dari hongkong? Bukan Kristen sejati? Sori, saya dan Hai2 bukan tersangka anda. Dan tolonglah, Berikan kesempatan kepada Yesus untuk menghakimi kita. Terima kasih sudah repot-repot..
Selanjutnya, saya mulai menangkap ‘sinyal’ kesesatan dari tulisan Vantillian ini, dalam kata-katanya sebagai berikut: “Allah telah menetapkan bahwa keselamatan adalah berdasarkan pilihan, BUKAN berdasarkan respon manusia terhadap wahyu Allah.”. Kalimat yang saya garis bawahi ini, menunjukkan bahwa RESPON manusia terhadap wahyu Allah, tidak dapat menyelamatkan manusia itu sendiri. Kalau melihat dari konteks yang ada, kelihatannya yang dimaksudkan adalah wahyu khusus. Menurutnya, wahyu khusus adalah Alkitab (termasuk Taurat dan Yesus Kristus).
Vant : Haha….Memang bukan kok…Kok main tebak-tebakan konteks…wahyu Allah itu seluruh wahyu Allah. Kristus juga ditolak oleh orang Israel. Itulah respon manusia. Yang menyelamatkan itu bukan respon manusia, tetapi ANUGERAH Allah. Gitu aza gak bisa, ngaku reformed lagi. Haha
Kalau dikatakan bahwa respon manusia terhadap wahyu Allah tidak dapat menyelamatkan manusia, lalu mengapa ada banyak ayat-ayat Alkitab yang justru menganjurkan atau mengajak manusia untuk meresponi Injil agar percaya pada Kristus demi pengampunan dosa dan hidup yang kekal (Yoh 3:16,18,36; Kis 10:43; 16:31)? Bukankah respon manusia terhadap Kitab Suci dengan CARA percaya pada Yesus, merupakan hal yang sangat penting / harus dilakukan, agar manusia itu selamat?
Vant : Lho, bukankah itu adalah ayat untuk memanggil orang pilihan? Haiya….Gitu aza gak bisa, ngaku reformed lagi…
Anehnya, setelah Vantillian mengajarkan hal ini, dia kemudian membuat blog baru: 'Predestinasi, Keselamatan dan Penginjilan----Pandangan seorang Vantillian' dan berkata: “Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya”. Bukankah dia sedang mengkontradiksinya dengan pernyataannya sebelumnya? Disini dia justru menekankan bahwa manusia HARUS PERCAYA pada Kristus, kalau mau selamat! Apakah berarti tindakan PERCAYA pada Yesus bukanlah merupakan respon terhadap wahyu Allah? Sungguh aneh bin ajaib!
Vant : Saya gak merasa aneh kok…Anda yang aneh sendiri…Silakan aneh sendiri dah…Percaya pada Yesus adalah KARUNIA, sehingga manusia beriman. Haiya, Gitu aza gak bisa, ngaku reformed lagi…
Vant : Puncak Penyataan Wahyu Allah adalah dalam Diri Kristus. Semua kepercayaan adalah RESPON manusia terhadap wahyu Allah. Apa yang disembah oleh agama lain baik dalam bentuk monotheisme dan politheisme adalah GAMBARAN dari respon terhadap WAHYU KEESAAN dan KETRI-TUNGGALAN Allah sendiri. Allah menyatakan diri sebagai Allah yang Esa dan Pribadi yang banyak. Allah menyatakan Diri dalam bentuk Satu dan Banyak.
Tanggapan Adrina:
Disini semakin jelas kesesatannya: Vantillian mengatakan bahwa semua agama/kepercayaan adalah RESPON terhadap wahyu Allah (Kristus) dan bahkan Allah Tritunggal. Menurut saya, ini adalah pernyataan yang paling bodoh didunia! Tidak ada agama manapun juga yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya pada Allah Tritunggal selain Kristen. Pada saat mereka menyembah Allah, mereka tidak memaksudkannya untuk menyembah Kristus atau Allah Tritunggal. Mereka menyembah Allah menurut ‘konsep’ mereka sendiri. Dalam hal ini, tentunya mereka telah salah mengenal Allah! Tujuan yang paling utama dalam Kitab Suci adalah untuk menyatakan Kristus! Dalam Alkitab, manusia disadarkan akan dosa-dosanya dan hanya lewat PENEBUSAN Kristus, dosanya diampuni dan berhak menerima hidup yang kekal.
Vant : Itu menurut anda…Semua manusia gagal memenuhi standar keselamatan Allah. Gak nyambung ya? Haha…
Semua agama dan kepercayaan lain selain Kristen, tidak menuntut manusia untuk datang pada Kristus. Lalu, bagaimana mungkin dikatakan bahwa semua agama / kepercayaan adalah respon terhadap Kristus dan Allah Tritunggal?
Vant : Agama adalah respon manusia terhadap wahyu Allah. Namun semua respon itu gagal.
Agama / kepercayaan lain manapun juga, BUKAN respon terhadap wahyu Allah! Vantillian jelas ingin mengarahkan pikiran pembaca untuk meyakini bahwa ternyata Allah (Yesus Kristus) yang disembah orang Kristen, itu sama dengan Allah sesembahan agama yang lain. Kalau sudah punya pikiran seperti ini, berarti semua penganut agama manapun juga, bisa masuk surga. Hal ini tentunya telah menentang banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah SATU-SATUNYA jalan menuju surga (Yoh 14:6; Kis 4:12).
Vant : Gak kok, siapa yang bilang begitu..Sok tahu…semua penganut agama manapun bisa masuk surga? Haha….Hanya yang dipilih yang bisa selamat, Nona…
Vant : Selama ini orang Kristen selalu mengharamkan bahwa Allah/Thian/Dewa yang disembah agama lain adalah berhala atau roh-roh jahat. Atau Iblis yang menjelma menjadi dewa.
Tanggapan Adrina:
Orang Kristen mana yang mengatakan hal itu? Apakah anda sudah adakan poling / jajak pendapat untuk hal ini? Apakah semua orang Kristen mengatakan hal ini? Jangan memfitnah lagi boss!
Vant : Orang Kristen mana? Ya saya donk, kalau mau jamak ya termasuk kawan-kawan saya…siapa lagi…Coba baca lagi deh kalimat saya, Apakah saya ada bilang SEMUA orang Kristen? Jangan paranoid…
Vant : Tetapi bahkan Paulus sendiri mengaitkan konsep “allah yang tidak dikenal” dengan Allah Pencipta yang tercatat dalam wahyu Firman. Paulus menghubungkan pengenalan orang Atena terhadap wahyu yang samar-samar dengan wahyu umum dan khusus dari Allah. Setiap bangsa mempunyai konsep ada Pribadi/Keberadaan yang MahaTinggi yang tidak bisa dikenal dan dijangkau oleh manusia. Kita mengenal kata Thian yang disembah orang tionghoa juga sebagai Allah yang tidak dikenal. Kita mengenal kata Tao sebagai sebuah Jalan yang tidak dikenal. Kita mengenal kata Hyang Widhi dalam hindu sebagai Tuhan yang esa.
Tanggapan Adrina:
Apa dasarnya anda katakan bahwa konsep “allah yang tidak dikenal” berkaitan dengan Allah pencipta yang tercatat dalam Firman Allah? Atas dasar apa, anda beranggapan bahwa Paulus menghubungkan pengenalan orang Atena itu terhadap wahyu yang samar-samar dengan wahyu umum dan khusus dari Allah? Apakah ‘Thian’, ‘Tao’ dan ‘Hyang Widhi’, adalah bentuk pengenalan yang samar-samar terhadap wahyu Allah (Yesus Kristus)? Kalau memang Thian, Tao dan Hyang widhi, sebenarnya menunjuk pada Yesus, saya TANTANG anda supaya menyuruh orang Kong Hu Cu, Hindu, Budha, Islam dan sebagainya menyembah Yesus serta mengakui-Nya sebagai Tuhan. Kalau mereka mau, saya akan beri anda Rp. 1.000.000!
Vant : Siapa yang bilang Thian, Tao PASTI merujuk pada Yesus? Baca baik-baik deh blog saya…Saya masih belajar memahaminya kok, santai aza..Nanti akan saya tuliskan kalau saya sudah ngerti...
Kis 17:23, telah anda SALAH tafsirkan! Perlu diketahui, kota Atena adalah kota yang dipenuhi oleh banyak BERHALA (ayat 16). Orang-orang Atena menyembah banyak dewa-dewa.
Vant : Tidak kok, saya tidak salah tafsir..Mereka juga menyembah “allah yang tidak dikenal”…
Kis 17:16 “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.”
Ada seorang penafsir yang mengatakan bahwa sekalipun patung berhala / dewa-dewa diseluruh Yunani digabungkan menjadi satu, maka itu tidak bisa mengalahkan patung berhala yang ada di Atena. Bahkan lebih mudah bertemu dengan seorang ‘dewa’ di Atena dibandingkan dengan seorang manusia.
Sekalipun kota ini merupakan pusat ilmu pengetahuan / filsafat, tetapi mereka adalah penyembah berhala (‘allah yang tidak dikenal’). Dan karena itu, mereka sebenarnya telah SALAH dalam mengenal Allah! Sungguh aneh bin ajaib kalau ada orang yang mengatakan bahwa berhala / patung yang disembah orang Atena itu, ada kaitannya dengan Allah pencipta langit dan bumi, bahkan merupakan pengenalan yang samar-samar terhadap wahyu Allah!?
Vant : Gak aneh kok…Kamu sendiri yang aneh sendiri…Rasul Paulus sendiri yang mengaitkan kok..Tanya lho sama Paulus sana…
Selanjutnya, melihat keadaan kota Atena yang seperti ini, Paulus justru merasa sedih dan memberitakan Injil pada mereka (ayat 17-18). Ia lalu menggunakan / memanfaatkan tulisan yang ada disebuah mezbah: ‘kepada allah yang tidak dikenal’, sebagai ‘jembatan’ untuk mengajarkan Allah yang benar kepada mereka (ayat 25-29). Paulus menyuruh mereka bertobat dan percaya pada Yesus yang telah dibangkitkan dan yang akan menjadi hakim di akhir zaman.
Vant : Memang benar kok…Paulus kan mengaitkan sebagi jembatan…Tulisan saya juga sebagai jembatan kok…haha
Jadi, Paulus tidak memaksudkan bahwa penyembahan orang Atena terhadap ‘allah yang tidak dikenal’ itu, menunjuk pada / sama dengan Allah pencipta langit dan bumi, apalagi dengan mengatakan bahwa pengenalan orang Atena tersebut merupakan wahyu yang SAMAR-SAMAR terhadap wahyu Allah (Yesus Kristus). Penafsiran seperti ini adalah penafsiran yang kacau balau, hanya dibuat-buat dan tidak sesuai dengan konteks yang ada!
Vant : Coba baca deh :
Kis 17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, ITULAH yang kuberitakan kepada kamu.
Act 17:23 For as I passed by, and beheld your devotions, I found an altar with this inscription, TO THE UNKNOWN GOD. Whom therefore ye ignorantly worship, HIM declare I unto you. (KJV)
Sudah bisa baca kan? Cukup besar bukan? Itulah arti “jembatan” di tulisan saya…haha
Vant : Setiap agama memiliki kitab suci masing-masing. Apakah kitab suci agama lain menunjukkan bahwa itu adalah wahyu umum Allah yang tidak mungkin salah? Kitab suci tidak bisa menyelamatkan manusia. Demikian juga Taurat. Meskipun Hukum taurat, kitab para nabi merupakan kitab otoritas dari wahyu khusus Allah, tetapi tidak dapat menyelamatkan. Manusia ketika berespon terhadap wahyu Allah, muaranya adalah kitab suci dan agama-agama.
Tanggapan Adrina:
Siapa yang bilang kitab suci agama-agama lain adalah respon terhadap wahyu Allah? Jangan asal omong!
Vant : Saya yang bilang kok….dan saya tidak asal ngomong…Jangan asal nuduh…
Vantillian: Tetapi respon manusia tidak akan menyelamatkannya. Bahkan untuk percaya kepada Yesus, Allah tidak memperhitungkan respon manusia.
Tanggapan Adrina:
Disinilah letak ‘kehebatan’ dari seorang Vantillian, dia berusaha sedikit demi sedikit untuk memasukkan ‘racun’ yang mematikan bagi para pembaca sekalian. Setelah mengajarkan bahwa respon manusia terhadap wahyu Allah tidak bisa menyelamatkan manusia, dia lalu memberi dasar Kitab Suci dalam Kisah para rasul untuk menunjukkan bahwa allah yang disembah oleh orang Tionghoa, Hindu, dsb, sebenarnya merupakan respon terhadap wahyu Allah (Alkitab dan Yesus Kristus). Ini berarti Allah dari agama-agama lain juga SAMA dengan Allah orang Kristen (Yesus Kristus). Tujuan dari ajaran-nya ini, sebenarnya ingin menunjukkan bahwa pada akhirnya, semua orang dalam agama apapun, bisa masuk surga. Apakah ini ajaran Alkitab? Omong kosong!
Vant : Jangan LEBAY la…Saya tidak menyimpulkan begitu. Itu kesimpulan anda sendiri..Semua orang dalam agama apapun masuk surga? Haha…Saya ulangi, hanya yang dipilih Allah yang selamat…Masih aneh? haha
Vantillian lalu menebar ‘racun’ yang lain dengan mengatakan bahwa tanggapan / respon manusia untuk percaya pada Yesus, tidak dapat menyelamatkannya. Bagi saya, hal ini merupakan suatu keanehan yang tiada taranya, yang pernah saya baca!
Vant : percaya kepada Yesus tidak dapat menyelamatkan? Wah, itu Fitnah boss….Saya keberatan Majelis hakim….
Vant : Bukankah Rasul Paulus sudah meninggalkan kerangka pikir penginjilan dan teladannya dalam Kisah Para Rasul pasal 17 di atas? Karena sesungguhnya hampir semua kepercayaan/agama mendasarkan kepada Tuhan yang Esa/Banyak. Allah yang satu dan banyak inilah yang telah mewahyukan diri kepada manusia. Allah yang satu telah menjadi objek sesembahan hampir semua agama di dunia. Allah yang satu itulah yang kita beritakan. Yesus sebagai Satu Juruselamat inilah yang kita beritakan. Bukan keeksklusifan bahwa saya benar dan anda salah. Yesus adalah Allah yang telah mewahyukan dan menggenapi wahyuNya. Bukan anda, bukan saya, bukan agama manapun.
Tanggapan Adrina :
Saya sangat senang dengan kata-kata penutup dari Vantillian ini, karena semakin meneguhkan bahwa dia adalah seorang penganut Universalisme, dimana pada akhirnya semua orang dalam agama apapun juga, akan diselamatkan! Vantillian secara terang-terangan telah mengajarkan bahwa Tuhan Yesus yang kita beritakan SAMA dengan Allah semua agama. Dengan kata lain, bagi dia, penganut agama lainpun bisa selamat karena ternyata mereka juga menyembah Allah yang sama dengan yang disembah orang Kristen.
Vant : Universalisme? Universalisme dari Hongkong? Hanya yang dipilih yang percaya...
Vantillian, anda jangan berpura-pura mengakui Yesus sebagai satu Juruselamat, kalau sebenarnya anda tidak mengakuinya! Kalau memang anda mengakui-Nya sebagai satu-satunya Juruselamat dunia, lalu mengapa anda katakan bahwa Yesus yang di beritakan orang Kristen itu SAMA dengan Allah semua agama? Bukankah berarti penganut agama lain juga bisa selamat / masuk surga karena Allah yang mereka sembah SAMA dengan Allah yang disembah orang Kristen???
Vant : Saya tidak sedang berpura-pura kok….TOLONG Jangan gunakan apologetika pura-pura ala Budi Asali disini
Apakah menurut anda mereka juga menyembah TUHAN Yesus? Silahkan tanya ke Islam, Hindu, Budha, Konghucu, dsb, apakah mereka memang menyembah Yesus sebagai Allah???
Vant : Tidak kok…Allah adalah SATU bagi semua bangsa. Tidak ada Allah LAIN. Yang ada adalah berhala ciptaan manusia. Namun wahyu Allah menuntut respon dari manusia. Respon itu adalah agama dan budaya. Wahyu itulah yang membuat manusia belajar memahami keberadaan Allah dan memeprsembahkan kurban bakaran.
Maleakhi 1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar DI ANTARA BANGSA-BANGSA, dan DI SETIAP TEMPAT dibakar dan DIPERSEMBAHKAN KORBAN DEMI NAMA-KU dan juga korban sajian yang TAHIR; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
Itulah respon manusia terhadap wahyu Allah….
Sekali lagi saya tekankan: Injil adalah ‘kabar baik’, kabar baik tentang apa? Tentang Yesus Kristus yang mati dikayu salib, menebus / memikul dosa manusia, sehingga barangsiapa yang percaya pada-Nya, PASTI beroleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum. Inilah inti dari pemberitaan Injil! Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat HANYA diberitakan dalam Kristen. Agama lain, sama sekali tidak memberitakannya. Jadi, adalah kebodohan tingkat tinggi, kalau menyamakan Yesus Kristus yang disembah oleh orang Kristen dengan Allah yang disembah oleh agama lain!
Vant : Memang kok Yesus adalah satu-satunya Juruselamat…Emangnya saya menyangkalnya?
Saya begitu heran, dengan pengertiannya yang kacau balau seperti ini, si Vantillian dengan ‘gagah berani’ mengatakan sudah percaya pada Kristus dan sudah selamat? Omong kosong! Iman yang benar adalah iman yang percaya bahwa Yesus adalah Allah dan SATU-SATUNYA pengantara (Juruselamat) untuk mencapai surga. Tanpa iman yang seperti ini, Mustahil manusia bisa sampai ke surga!
Vant : Saya percaya Yesus adalah Pengantara kok…Soal apakah saya sudah percaya pada Kristus atau belum, tidak usah repot-repot jadi hakim. Alkitab sudah nyatakan penghakiman adalah Hak Tuhan… terima kasih sudah concern sama saya…
Vantillian, saya menjuluki anda sebagai ‘serigala berbulu domba’! Tulisanmu ini, sepintas lalu kelihatan bagus dan bisa mempesona para pembaca karena kata-katanya yang ‘indah’ apalagi disertai dengan dasar ‘Kitab Suci’. Tetapi sebetulnya isinya adalah ‘racun’ yang mematikan yang dapat membawa orang ke NERAKA! Inilah yang saya sebut sebagai ‘RACUN UNIVERSALISME’.
Vant : Terima kasih atas pujiannya sekaligus fitnahnya…Tulisan saya membawa orang ke neraka? Itu tuduhan serius. Yang benar tulisan saya membawa orang jadi KALAP tak menentu…
Kesimpulan dan penutup
1. Percaya pada Yesus (respon manusia), bukanlah cara / syarat untuk diselamatkan.
Vant : Ada Benarnya
2. Allah yang disembah oleh orang Kristen (Yesus Kristus), sama dengan Allah agama-agama lainnya.
Vant : Setengah kurang benar
3. Keselamatan bukan hanya terdapat dalam Kristen saja, tetapi juga pada agama-agama lainnya.
Vant : Sepertiga benar sepertiga kurang benar sepertiga sepertinya salah
Kesimpulan dari pleidoi Vantillian:
1. Yesus adalah Juruselamat, bukan Agama Kristen.
2. Tidak ada bukti Vantillian penganut universalisme...
3. Tidak ada racun apapun dalam blog Vantillian...Silakan dibaca, paling-paling sedikit sakit mata karena terlalu lama menatap...
SIDANG DITUTUP sampai PENGHAKIMAN GEMBALA AGUNG