Submitted by Penonton on

Dear Bloggers,

 

Sekarang ini lagi musim pengusutan tentang rekening gemuk para perwira polisi.Mereka diperkirakan menempuh cara-cara yang kurang wajar dalam mendapatkan uang tersebut.

Cobalah bayangkan seorang perwira polisi yang mempunyai tabungan sebesar 95 milyard, yang tentunnya kita semua bertanya-tanya dari manakah uang sebesar itu berasal.

Aku adalah seorang muda dan memiliki pekerjaan, jikalau aku mau mendapatkan 95 milyard maka aku harus bekerja selama 350 tahun (more-less)

Lalu bagaimana caranya agar bisa memperoleh 95 milyard dalam sekejab?

Hal tersebut masih dalam penyelidikan oleh Badan Kepolisian itu sendiri ( katanya....)

Nah bagaiamana dengan pendeta ?

Jangan kaget jika mengetahui seorang pendeta ternyata memiliki kekayaan yang luar biasa banyak, dan sebagian diparkir di luar negri.

Ilustrasi : rumah mewah

 

Apakah benar bahwa gereja telah menjadi sebuah ladang pencetak uang, dan menjadikan bisnis yang benyak menarik khalayak ramai?

Kadang-kadang tidak habis pikir, jika seorang pendeta bisa memiliki sebuah rumah di luar negri, dan rumah tersebut tergolong sebagai sebuah rumah yang mewah.

Di sebuah gereja yang pernah saya datangi...

Mereka menawarkan ibu saya ( seorang pianis ) untuk bermain mengiringi di dalam kebaktian.Mereka dengan terang-terangan berkata bahwa, " akan ada uang saku jika ibu saya bersedia untuk bermain piano di gereja tersebut"

Sama juga dengan pendeta panggilan, pemain tamborin,pemimpin pujian, semua ada bayarannya masing-masing ( gile bener....).

Dalam hati saya bertanya," apa mungkin setiap gereja akan menjadi seperti itu kali yah?"

Jika butuh pianis, tinggal panggil si anu.......dan bayar saja ongkosnya.

Jika butuh pendeta top ( supaya jemaat makin banyak ), tinggal bayar saja tarifnya....

Dan sama juga dengan pemimpin paduan suara, singer, dan pemain musik lainnya.

BUkankah hal tersebut bertentangan dengan perkataan Yesus. "jualah hartamu , bagikan kepada orang-orang miskin, dan ikutlah aku"

Gereja sekarang dipenuhi oleh bussinessman yang menggunakan teori ekonomi, demi "kemajuan gereja"

Mereka ini tidak lain adalah serigala haus uang yang hanya terlihat soleh di hari minggu.....

Jadi senin sampai sabtu jadi serigala,menindas yang lemah, sedangkan hari minggu mereka libur dan menjadi seperti malaikat.

Mungkin saudara-saudara kaget mendengar berita di atas oleh karena tidak pernah mengalaminya secara langsung.

Begitu banyak orang-orang yang melayani oleh karena mereka dibayar untuk melakukannya.

Mereka bukan murni melayani demi Tuhan, melainkan menggunakan kepandaian yang mereka miliki untuk mencari uang.

Bila ada orang-orang yang demikian di gereja anda....

Peringatilah bahwa Tuhan tidak akan menyukai hal tersebut....

Lakukanlah pelayanan tampa embel-embel tertarik oleh karena uang saku yang menggiurkan dan sejenisnya.

God Bless You All

 

From Oz far...far,,,away