Banyak orang mengatakan bahwa Alkitab (Kitab Suci Kristen) mengandung hal-hal yang bersifat porno. Hal yang sama diungkapkan oleh Ahmadinejad, sebagaimana dikomentari oleh Sdr. erick dalam http://www.sabdaspace.org/apa_yang_disebut_porno_oleh_ahmadinejad_dalam_alkitab. Sebelum memberikan "penghakiman" yang menyatakan Kitab umat Kristen porno, seharusnya kita melihat kebelakang dalam sejarah kehidupan manusia. Ada beberapa alasan kisah-kisah yang dianggap "porno" tersebut diungkapkan dalam Alkitab.
1. Pergeseran budaya merupakan salah satu faktor yang memungkinkan adanya kitab-kitab yang tampaknya saat ini dianggap porno. Namun, sangat dimungkinkan pada masa ketika kisah tersebut dituliskan tidak berarti porno. Kita juga mengalami pergeseran saat ini. Ketika pada awal 70an, untuk membuat adegan perpelukan antara pria dan wanita dalam sebuah film, akan mengalami perdebatan untuk penyensoran. Namun setelah dipahami sebagai sebuah acting atau peran, maka saat ini sudah tidak lagi terlalu dipermasalahkan. Kecuali pada kelompok-kelompok tertentu. Seharusnya melihat kisah dalam Alkitab, juga harus diikuti dengan cara pandang yang mirip ketika memandang sebuah film. karena ini merupakan gambaran yang harus diberikan. Sangat dimungkikan, bahwa masyarakat pada saat itu harus dijelaskan secara vulgar.
2. Kisah porno sebagai sebuah ujian hati manusia. Ketika dalam membaca Alkitab diikuti dengan pikiran dan hati yang porno maka kisah-kisah tersebut menjadi porno. Hal ini dapat dipahami dari perilaku seks beberapa kalangan tertentu. Ada yang pernah bercerita (maaf, ini sangat kasar dan mohon untuk dipahami sebagai sebuah contoh saja), ada seorang yang naik libidonya hanya karena melihat dua ekor binatang sedang "berhubungan". Ini adalah contoh yang menggambarkan bagaimana hati dan pikiran seseorang akan mempengaruhi perilakunya.
Bagi yang memandang ada kisah porno dalam Alkitab, perlu melakukan koreksi diri. Jangan-jangan ia memang memiliki pikiran porno.
3. Kisah porno dalam Alkitab memiliki nilai kenisbihan yang perlu dicermati. Untuk menggambarkan bejatnya suatu komunitas yang terhukum, tidak mungkin akan menggunakan kalimat yang menutup-nutupi kenyataan. Jika ini dianggap untuk menyatakan kebenaran. Sebaliknya, hubungan suami istri yang mungkin bagi manusia saat ini tidak diperbolehkan, tetapi atas kehendak Tuhan, hal itu terjadi. Contoh adalah inses yang dilakukan oleh Lut. Namun bukan berarti, bahwa hubungan tersebut sebagai suatu yang dibolehkan. Sekali lagi, kita perlu mempelajari dengan cermat dan perlu hikmat Tuhan untuk memahaminya.
Sebagai penutup untuk bagian ini, perlu kita renungkan kembali bahwa apa yang dikatakan porno oleh manusia, tidak selalu berarti porno untuk Tuhan. Ukuran manusia tidak bisa disamakan untuk Tuhan. Tuhan jua yang akan menyatakan Alkitab porno atau tidak, ataukah karena pikiran kita yang porno, sehingga menyatakan kisah kasih sebagai sebuah porno. Tidak semua bisa setuju dengan pemikiran ini, karena inilah indahnya perbedaan.
NB. Kasihanilah Ahmadinejad yang masih perlu belajar kebenaran Alkitab.

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
pikiran dan hati
hanya pikiran dan hati mereka yang "porno" yang mengatakan Alkitab Firman Tuhan adalah "porno".