Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Radovan Karadzic itu...

iik j's picture


Belgrade, selasa - Drama pencarian Radovan Karadzic selama 13 tahun ini berakhir di Belgrade, ibu kota Serbia. Karadzic,
salah satu buronan terkemuka di Eropa karena bertanggung jawab atas pembantaian puluhan ribu warga selama Perang Bosnia-Herzegovina, segera dikirim ke pengadilan penjahat perang di Den Haag, Belanda.


Kejahatan paling keji yang dilakukan oleh Karadzic adalah aksi pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan. Sekitar 12.000 orang dibunuh. Selain itu, Karadzic juga terlibat dalam pembantaian lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak-anak warga Muslim di Srebrenica, di Bosnia timur,pada Juli 1995. Pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.


Para tetangga dan sahabat baru paham bahwa Dabic tak lain adalah Radovan Karadzic (63), pemimpin Serbia-Bosnia. Ia telah diburu selama 13 tahun karena bertanggung jawab atas pembantaian belasan ribu warga Muslim Bosnia dan Kroasia Bosnia di Srebrenica tahun 1995. Pembunuhan saat pengepungan Sarajevo selama 43 bulan saat Perang Bosnia tahun 1992-1995.


”Hidup barunya sangat menarik. Ia bersembunyidi keramaian,” ujar kriminolog Leposava Kron kepada kantor berita Associated
Press. Metamorfosis yang sempurna. Ia punya pacar, Mila, perempuan berambut coklat berusia sekitar 40 tahun. Mila belum bisa dihubungi sejak kedok asli Dabic terungkap. Kompas, 23-24 Juli 2008)


Gileeeee bener...!! Udah juahaaaaaat banget, pinter nyamar, ngilang, sembunyi di tengah keramaian 13 tahun pula!!! Wah, bener-bener gile abiz!!


Kok bisa ya? Kok bisa dia sembunyi’in begitu rapi keberadaannya? Kok bisa dia ganti identitas? Kok bisa dia berubah menjadi 100% orang lain? Kok bisa?


“He he stop... tanya melulu sih? Gue mau kerja neh! Jangan diganggu sama pertanyaan gituan” kata satu orang temanku


“Napa ‘lo tanya-tanya gituan, mau jadi kayak dia?” sahut yang lain lagi


“Ah, lo itu sukanya ter-obsesi sama yang kayak gituan kan? Heh fren! Manusia satu ini ‘kan emang suka sama orang-orang sejenis itu, Hanibal Lector dan lain lainnya” cerocos satu orang yang lain sambil tangannya menunjuk kearahku


“Whe! Enak aja kalian! Aku nggak terobsesi lagi! Tapi penasaran kok bisa orang menyembunyikan diri kayak begitu ya!!” sahutku tak mau kalah


“Sudah-sudah jangan ribut!! Sejatinya, semua orang bisa jadi kayak gitu ‘tauk! Pada ngaca sana! Lihat pada kedalaman diri kalian! Jauh di dalam, di dasar dirimu, bisa saja ada sesuatu kejahatan yang tersembunyi yang tidak diketahui orang lain juga kan? Cuma si Karadzic ini ini meng-eksploitasi kejahatannya dan bunuh banyak orang, sedangkan kalian belom atau nggak sampai di situ!! Hati-hati aja Radovan Karadzic itu...bisa jadi kalian juga!” sahut komandan kantor yang tiba-tiba nongol di tengah-tengah kami


Dhueengggggggg!!! Perkataan itu langsung sampai di kedalamanku!


Bener juga ya! Semua orang, termasuk aku, bisa menyembunyikan kejahatannya, jati dirinya diantara keramaian kebaikan, keramahan, bahkan pelayanan.


“Manusia emang mahluk menakutkan!” kata teman lain yang tiba-tiba juga ikut-ikutan angkat bicara


“Kamu tahu si Ryan yang bunuh 8 orang itu? Sekelilingnya lihat dia baik lho selama ini! Lha, kalo kayak gitu semua, mana kita tahu yang baik beneran sama yang nggak itu yang mana!”


“Udah nggak usah ngomongin yang diluar-luar dulu... dimulai aja dari dalam kita masing-masing! Jangan sembunyikan diri kalian di balik topeng kebaikan deh...! Jadilah apa adanya! Bubar... bubar... ayo kerja lagi!!” kata komandan sambil ngeloyor pergi


Sambil menulis ini aku merenung. Aku ingat perkataan satu orang yang baru aja aku ketemui 1 minggu yang lalu, yang dengan sukesnya mengatakan “bullshit pada semua Firman yang kamu bagikan dan pelayanan yang kamu lakukan”


Waktu itu aku menjawab dengan lembut (cieee...), “kamu boleh aja melihat semua orang yang kamu kenal, semua yang kamu temui itu bener-bener bullshit, tapi silahkan kamu cek pada semua rekanku di sini, kamu bisa tanyakan kepada mereka, apakah hidupku terpampang, terbuka lebar untuk dilihat. Apakah hidupku menyimpang dari yang kubagikan? Apakah ada yang kusembunyikan dari hidupku? Apakah aku main gila di belakang mereka? Silahkan dilihat”


Heeeemmm. Aku sendiri kaget waktu aku menjawab itu. Ga mudah untuk bisa bicara seperti itu, karena itu berarti aku harus makin menjaga diriku di waktu-waktu ke depan nanti! Karena
orang akan makin berani untuk cek hidupku. Yaaaaahhhh... anugerah pertolongan Tuhan deh.. yang harus terus aku harapkan untuk bisa terus jadi orang yang exciting di dalam panggilan Tuhan ini.


Dan untuk penutup tulisan ini, aku tiba-tiba teringat satu ayat ALKITAB,


Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Tuhan yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Tuhan oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Tuhan.(2 Korintus 3:2-5)


Jika aku bisa, itu bukan karena aku, tapi karena Tuhan! Aku harus selalu ingat itu!! Ya... ya... ya... aku nggak mau sembunyikan apapun lagi! Aku mau jadi pribadi yang really FREE!!! Aku bukan Radovan Karadzic itu... yang masih bersembunyi di Indonesia. Ha ha ha ....