Submitted by lonely girl.. on

Terkadang kita mengharapkan sahabat kita ada dihadapan kita saat kita
menangis atau saat kita tertawa. Dia tahu apa yang kita butuhkan. Tapi
itu nggak mungkin terjadi (paling hanya beberapa kali/pas kebetulan)
karena sahabat kita juga mempunyai banyak masalah, sama dengan kita.

Saat ini saya punya banyak teman. Dikantor, digereja, dan dimana-mana.
Tapi nggak ada satu pun yang bisa saya anggap sebagai "sahabat" dekat.
Yang saya maksud "sahabat" itu pribadi yang mau mendengarkan saya
bercerita (walaupun dia tidak mengomentari apa-apa), dia pendiam,
selalu mangharapkan saya memperhatikan dia dan dia nggak marah saat
saya marah dan memaki-maki dia. Ada nggak ya sahabat yang demikian?

Saya pikir itu ada....

Anjing....

Anjing adalah sahabat manusia (tul nggak?!), dia pendiam (karna ngga
bisa ngomong), selalu mengharapkan saya datang untuk memeluknya, dan
dia tidak balas marah saat saya marah-marahin dia tanpa sebab.
(hehehehe)

Duuh.....kalau cerita begini aku jadi inget sama si Pleki deh....
anjing kesayanganku yang sekarang nggak tau kemana perginya.... (bisa
dicari lewat reality show "termehek-mehek" nggak ya?)....Aku kangen
sama anjingku...hiks...hiks...

Tapi biarlah, semua sudah berlalu...

Aku pikir-pikir, definisiku diatas tentang "sahabat" itu SALAH!
BAGIKU, seorang sahabat itu adalah orang yang mau menerima orang lain
baik suka maupun duka. Ia selalu menegur jika mengetahui orang lain
berbuat salah. Terlebih-lebih Ia mau memberikan nyawa untuk orang
lain. Sekarang aku menemukan sahabat yang lebih dari sahabat! Bukan
"sahabat" yang aku maksudkan diatas tadi. Tapi sahabat yang mau
merelakan nyawanya untuk menebus dosa-dosaku, yaitu Tuhan Yesus
Kristus!