Submitted by
Yenti
on
Setiap Gereja mempunyai “ gaya entertain” masing-masing. Ada gereja yang “ mengentertain” jemaat melalui khotbah yang enak didengar oleh telinga. Ada gereja yang “mengertertain “ jemaat dengan kesaksian yang melegakan hati. Ada gereja yang “mengertertain “ jemaat dengan puji-pujian artis , dan ada gereja yang “mengertertain “ jemaat dengan memberikan pelayanan terbaik dari para usher dan segenap pekerja gereja termasuk Penginjil/Pendeta. Apapun yang dilakukan gereja adalah suatu usaha agar domba yang berada di ladangnya tidak akan pindah. Gereja yang sehat tentu saja berharap setiap dombanya akan bertambah sehat dan mendapat makanan sehat.
Apakah “entertain” tersebut salah?? Tentu saja tidak. Tetapi yang sangat disayangkan, kadang-kadang terlalu banyak domba yang diperoleh dengan cara menarik domba dari ladang tetangga. Yang sangat disayangkan, tarik menarik pendeta/ penginjil pun terjadi dalam gereja. Ohh, sungguh kasihan sekali jikalau gereja akhirnya sama seperti perusahaan yang hanya memikirkan bagaimana caranya agar memperoleh profit besar dan nama besar walaupun dengan cara “ pembajakan dan penculikan“, baik “penculikan jemaat” maupun “ pembajakan pendeta/penginjil “.
“Pembajakan dan penculikan” akhirnya mungkin menimbulkan permusuhan antar gereja. Bagi gereja yang ditinggalkan, akan mencap gereja lain telah menculik dombanya/ pendetanya, sedangkan bagi gereja yang mendapat , akan menyambut dengan “sukacita” atas domba / pendeta tersebut.
Gereja akhirnya tak ubahnya seperti perusahaan. Kadang-kadang di satu area strategis , ada 3-4 gereja saling berdekatan, sedangkan di tempat lain, tidak ada satu gereja pun kelihatan. Kadang-kadang muncul gereja baru di area sama, dan gereja lama melihat gereja baru sebagai “gereja saingan” . Mungkin kita bertanya, “ Tuhan, kenapa ini terjadi atas gerejaMu ? “ atau mungkin kita juga bertanya “ Apa maksud Tuhan dengan semua ini ?”.
Inilah kenyataan gereja yang kita lihat . Apakah gereja sama dengan perusahaan? tentu saja tidak.
Gereja seharusnya tidak menjadi perusahaan dan tetap harus sebagai gereja. Bagi gereja yang “ dombanya diculik ataupun pindah ”, berdoalah bagi dombamu agar mereka lebih bertumbuh di ladang baru, dan bagi gereja yang “pendeta/penginjilnya dibajak “, berdoalah agar mereka pun boleh menjadi saluran berkat di ladang pelayanan baru dan percayalah semua terjadi karena Tuhan ijinkan hal itu , walaupun kadang-kadang sulit untuk menerima kenyataan bahwa “ pembajakan/ penculikan” terjadi antar gereja. Pikiran dan mata manusia tidak akan melihat jelas ke depan, tapi Tuhan tahu apa yang kelak akan terjadi.
Gereja tetaplah gereja dan gereja tidak akan pernah berubah menjadi perusahaan jikalau gereja tetap memberitakan Firman Tuhan dan penginjilan dan akhirnya membawa dombanya semakin mengenal GembalaNya yang baik dan mempelainya yaitu Kristus.
Ada satu lagu yang selalu mengingatkan bahwa : Gereja bukanlah suatu gedung/organisasi/perusahaan, tetapi gereja tetap adalah kumpulan orang berdosa yang dipersatukan oleh sang mempelai yaitu Kristus.
Dasar g'reja yang esa, ialah Yesus Kristus
yang dibangun olehNya, dengan air, firmanNya
Ia datang mencarinya, jadi mempelaiNya
Dia korbankan darahNya, menebus grejaNya
Gereja yang di sorga , dan yang di dunia
bersatu dalam Tuhan , ketiga yang esa
ya, Tuhan bri anugrah, supaya kamipun
Engkau tempatkan juga, kekal di rumahMu